Password reset is available in the NovelPlus App.
Use the app to securely reset your password.
Reset in App
Series
382
Get the app for full experience
BAB 284 — MATA YANG MENGAWASI
Beberapa hari telah berlalu sejak Giselle pertama kali menemukan kelompok Elarion di Pasar Cahaya.
Namun—
ia belum melakukan apa pun.
Belum.
Dari kejauhan, ia hanya mengamati.
Wajah yang digunakannya selalu berbeda dari wujud aslinya.
Hari ini ia terlihat seperti seorang wanita biasa yang sedang berjalan-jalan di pasar.
Tidak ada aura vampire yang mencolok.
Tidak ada tekanan magis.
Tidak ada alasan bagi siapa pun untuk mencurigainya.
Giselle berjalan beberapa meter di belakang rombongan.
Matanya memperhatikan satu per satu.
Fiona.
Darrien.
Elarion.
Elyon.
Ace.
Rowan.
Kevin.
Ia sudah mulai memahami pola mereka.
Siapa yang lebih sering berbicara.
Siapa yang menjaga bagian belakang.
Siapa yang memperhatikan lingkungan.
Dan siapa yang selalu berada paling dekat dengan Fiona.
Darrien.
Giselle memperhatikan hal itu selama beberapa hari.
Setiap kali Fiona berhenti—
Darrien ikut berhenti.
Setiap kali Fiona berjalan—
Darrien berada tidak jauh darinya.
Ketika Fiona mencoba sesuatu yang baru—
Darrien hampir selalu menjadi orang pertama yang memperhatikannya.
Giselle tersenyum tipis.
“Begitu rupanya…”
Ia akhirnya menemukan kelemahan Darrien.
**Fiona.**
Namun setelah memperhatikan Fiona lebih lama—
Giselle menemukan sesuatu yang lain.
Fiona sangat mudah tertarik pada makanan.
Bukan sekadar menyukai makanan.
Fiona akan berhenti ketika melihat sesuatu yang belum pernah ia coba.
Ia akan bertanya.
Mencicipi.
Kemudian mencari makanan berikutnya.
Giselle hampir tertawa.
“Dan kelemahanmu…”
Tatapannya mengikuti Fiona yang baru saja berhenti di sebuah kios.
“…adalah makanan.”
Sederhana.
Terlalu sederhana.
Namun justru karena itu—
sempurna.
***
Sejak hari itu, Giselle mulai membuat rencana.
Ia tidak perlu mengejar Fiona.
Tidak perlu menyerangnya.
Tidak perlu memaksanya.
Ia hanya membutuhkan alasan yang cukup masuk akal agar Fiona datang kepadanya dengan kemauan sendiri.
Sebuah kios kecil.
Makanan yang menarik.
Sedikit keramahan.
Dan sebuah alasan untuk mengajak Fiona masuk lebih jauh.
Giselle sudah memutuskan.
Ia akan membuka sebuah kios kecil di Pasar Cahaya.
Namun tidak sekarang.
Ia masih perlu mengamati.
Masih perlu mengetahui kapan rombongan biasanya datang.
Berapa lama mereka berada di pasar.
Siapa yang selalu mengikuti Fiona.
Dan seberapa jauh Darrien akan membiarkan Fiona pergi sendirian.
Semakin lama ia mengamati—
semakin jelas semuanya.
***
Hari itu—
rombongan kembali memasuki Pasar Cahaya.
Namun kali ini Elarion terlihat jauh lebih segar.
Setelah beristirahat dengan benar—
energinya telah kembali.
Dan tentu saja—
hal pertama yang ingin ia lakukan adalah mencari herbal.
Fiona langsung tertawa ketika melihatnya.
“Baru saja selesai beristirahat.”
Elarion menjawab tenang,
“Aku sudah cukup istirahat.”
Elyon tersenyum kecil.
“Kalau begitu aku tahu ke mana harus membawa kalian.”
Elarion langsung menoleh.
“Di mana?”
“Bukan bagian utama pasar.”
Elyon menunjuk jalan kecil di sisi timur.
“Ada beberapa kios kecil yang menjual bahan langka.”
Mata Elarion langsung berbinar.
Fiona menatap Darrien.
“Dia kembali.”
Darrien tertawa kecil.
“Memang pernah pergi?”
***
Mereka mengikuti Elyon menuju bagian pasar yang lebih tersembunyi.
Tidak seramai Pasar Cahaya utama.
Kios-kiosnya lebih kecil.
Beberapa bahkan hanya berupa meja kayu sederhana.
Namun barang yang dijual jauh lebih khusus.
Bahan herbal.
Rempah langka.
Buah-buahan magis.
Biji tanaman dari pegunungan.
Dan beberapa bahan yang hanya dapat ditemukan di wilayah Lunaris.
Elarion berhenti di kios pertama.
Kemudian kios kedua.
Kemudian kios ketiga.
“Ini bagus.”
Ia memeriksa sebuah akar.
“Yang ini juga.”
Ia mengambil beberapa daun.
Kemudian melihat sebuah botol kecil.
“Ini dari mana?”
Penjual menjelaskan asalnya.
Elarion mengangguk puas.
Fiona hanya berdiri di sampingnya sambil tersenyum.
“Surga herbal lagi.”
Elarion tidak menyangkal.
***
Dari kejauhan—
Giselle memperhatikan.
Ia tidak mendekat.
Ia hanya mengikuti mereka dengan jarak yang aman.
Ia melihat bagaimana Elyon menemukan lokasi tersebut.
Bagaimana Elarion langsung tertarik.
Bagaimana Fiona tetap berada di sekitar mereka.
Dan bagaimana Darrien tetap berada dekat Fiona.
Giselle mengingat semuanya.
**Herbal menarik Elarion.**
**Makanan menarik Fiona.**
**Dan Fiona menarik Darrien.**
Sebuah rantai sederhana.
Namun sangat berguna.
Giselle kemudian melihat sebuah kios kosong tidak jauh dari kawasan tersebut.
Ia menatapnya beberapa saat.
Kemudian tersenyum.
“Menarik.”
Tempat itu cukup dekat dengan kios makanan.
Tidak terlalu ramai.
Namun masih berada di jalur yang sering dilewati rombongan.
Sempurna.
***
Hari semakin sore.
Elarion akhirnya membawa beberapa bahan baru.
Fiona membeli beberapa makanan.
Ace kembali melihat senjata.
Rowan kembali tertarik pada buku.
Kevin dan Elyon tetap memperhatikan sekeliling.
Dan Giselle—
masih mengikuti mereka dari jauh.
Tidak ada seorang pun yang menyadari bahwa wanita biasa yang berjalan di antara kerumunan itu sebenarnya sedang mempelajari mereka.
Ia tidak terburu-buru.
Karena untuk mendapatkan Darrien—
ia hanya perlu mendapatkan Fiona terlebih dahulu.
Dan untuk mendapatkan Fiona—
Giselle sudah mengetahui apa yang harus ia gunakan.
**Makanan.**
Rencana kecil itu baru saja dimulai.
