204. Saat Latihan Berakhir

Romance Series 382

BAB 204
SAAT LATIHAN BERAKHIR

Matahari perlahan mulai turun.

Cahaya keemasan memenuhi langit Veyth.

Di dalam area latihan—

Darrien masih berdiri.

Namun napasnya sudah jauh lebih berat.

Keringat membasahi tubuhnya.

Dark Magic yang sejak pagi terus mengalir di sekitar tubuhnya akhirnya mulai mereda.

Kevin melihat ke arah langit.

Kemudian kembali menatap Darrien.

“Cukup untuk hari ini.”

Darrien terdiam.

Ia hampir tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.

“Benarkah?”

Kevin mengangguk.

“Ya.”

Darrien menghela napas lega.

Akhirnya.

Latihan hari pertama selesai.

Kevin mengangkat tangannya.

Barrier perlahan menghilang.

Udara di sekitar arena kembali normal.

Begitu penghalang benar-benar lenyap—

Fiona langsung berdiri.

“Darrien!”

Ia berjalan cepat menghampirinya.

Darrien tersenyum lelah.

“Aku masih hidup.”

Fiona tertawa kecil.

“Aku tahu.”

Ia memberikan sebuah handuk kepadanya.

“Gunakan ini.”

Darrien menerimanya.

“Terima kasih.”

Elarion juga mendekat.

“Bagaimana?”

Darrien menghela napas.

“Berat.”

Elarion tertawa.

“Aku sudah memperingatkanmu.”

Rowan dan Ace menyusul.

Ace tersenyum.

“Untuk hari pertama, kau cukup bagus.”

Darrien menatapnya.

“Cukup bagus?”

Rowan mengangguk.

“Setidaknya kau masih bisa berdiri.”

Darrien menatap mereka berdua dengan tatapan datar.

“Kenapa semua orang mengatakan hal yang sama?”

Fiona tertawa.

“Karena itu memang benar.”

Darrien menghela napas.

***

Kevin berdiri beberapa langkah dari mereka.

Ia mengambil napas panjang.

Hari pertama sudah selesai.

Namun dalam pikirannya—

latihan sebenarnya baru saja dimulai.

Ia sudah melihat beberapa perubahan.

Darrien mulai memahami gerakan.

Mulai mengontrol Dark Magic.

Mulai menggunakan kekuatannya dengan lebih efisien.

Namun masih banyak yang harus diperbaiki.

Kevin tersenyum kecil.

“Besok…”

Ia bergumam pelan.

“…kita lanjutkan.”

Darrien yang mendengarnya langsung menoleh.

“Besok?”

Kevin mengangguk.

“Ya.”

Darrien menghela napas.

“Tentu saja.”

Fiona menepuk bahunya.

“Setidaknya kau bisa beristirahat malam ini.”

Darrien mengangguk.

“Itu yang paling ingin kulakukan sekarang.”

Ia menatap matahari yang mulai tenggelam.

Hari pertama sebagai seorang pangeran yang kembali ke Veyth—

ternyata dihabiskan dengan latihan brutal bersama Kevin.

Namun Darrien tidak menyesal.

Ia tahu—

kekuatan yang dimilikinya sekarang belum sepenuhnya ia pahami.

Dan jika ia ingin melindungi Fiona—

ia harus menjadi lebih kuat.

***

Kevin berjalan meninggalkan arena bersama Rowan dan Ace.

Rowan menatapnya.

“Puas?”

Kevin tersenyum.

“Untuk hari ini.”

Ace tertawa.

“Besok?”

Kevin menatap langit yang mulai gelap.

Kemudian tersenyum tipis.

“Besok…”

Ia berhenti.

“…baru menarik.”

Rowan dan Ace langsung tertawa.

Kevin akhirnya mendapatkan kembali pekerjaannya.

Dan mungkin—

sedikit kesempatan untuk membalas dendam atas liburan yang hanya berlangsung satu hari.

Sementara itu—

Darrien sama sekali tidak tahu apa yang sudah direncanakan Kevin untuk hari berikutnya.

Ia hanya ingin satu hal sekarang.

Mandi.

Makan.

Dan tidur.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience