Password reset is available in the NovelPlus App.
Use the app to securely reset your password.
Reset in App
Completed
594
Get the app for full experience
BAB 378 — DI LUAR BATAS KECEPATAN
Latihan antara Fiona dan Darrien masih terus berlanjut.
Tidak ada tanda-tanda keduanya ingin berhenti.
Awalnya—
gerakan mereka masih dapat terlihat dengan jelas.
Darrien bergerak dari satu sisi barrier ke sisi lainnya.
Fiona mengikutinya.
Serangan mereka masih dapat dilihat.
Perpindahan mereka masih dapat diprediksi.
Namun perlahan—
sesuatu mulai berubah.
Darrien merasakan sesuatu di dalam tubuhnya.
Magicure.
Alirannya berbeda.
Lebih ringan.
Lebih cepat.
Lebih responsif.
Ia tidak lagi perlu memikirkan setiap gerakan sebelum melakukannya.
Tubuhnya bergerak lebih dulu.
Kakinya melangkah.
Tubuhnya berputar.
Dan sebelum ia menyadarinya—
ia sudah berada beberapa meter dari tempat sebelumnya.
Darrien berhenti sejenak.
“…”
Ia melihat tangannya.
*Lebih cepat.*
Ia kembali bergerak.
**WHOOSH!**
Kali ini—
lebih cepat.
Fiona langsung menyadarinya.
Matanya sedikit melebar.
“Darrien…”
Darrien menoleh.
“Apa?”
“Magicure-mu berubah.”
Darrien terdiam.
“Aku juga merasakannya.”
Fiona mengamati aliran dark magic di sekitar tubuhnya.
Tidak liar.
Tidak meledak.
Justru semakin padat dan terkontrol.
Namun—
kecepatannya meningkat.
Fiona tersenyum kecil.
“Kalau begitu…”
Silver Leaf magic mulai mengalir di sekeliling tubuhnya.
“…aku harus mengimbanginya.”
Darrien tersenyum.
“Silakan.”
***
Mereka bergerak kembali.
**WHOOSH!**
Darrien menghilang.
Fiona menyusul.
**WHOOSH!**
Keduanya muncul di sisi lain barrier.
Kemudian menghilang lagi.
Kali ini—
lebih cepat.
Darrien bergerak melalui pepohonan.
Fiona mengikutinya.
Dark magic dan Silver Leaf magic meninggalkan jejak tipis di udara.
Darrien berbalik.
Fiona sudah berada di belakangnya.
Ia menghindar.
Fiona kembali bergerak.
Darrien menghilang.
***
Di luar barrier—
kelima orang yang menonton mulai menyadari sesuatu.
Ace mengerutkan kening.
“Bukankah mereka tadi masih bisa kita lihat?”
Rowan mengangguk perlahan.
“Ya.”
Elarion menyipitkan mata.
“Mereka semakin cepat.”
Elyon memperhatikan aliran magicure di sekitar barrier.
“Bukan hanya cepat.”
Ia menunjuk ke dalam.
“Perpindahan mereka semakin sulit dideteksi.”
Kevin tidak menjawab.
Matanya terus mengikuti area latihan.
Awalnya—
ia masih bisa melihat Darrien.
Kemudian—
hanya bayangannya.
Lalu—
bahkan bayangan itu mulai menghilang.
Yang tersisa hanyalah jejak dark magic.
Ace membuka mulut.
“…”
Rowan menatapnya.
“Kau melihat mereka?”
Ace menggeleng.
“Tidak.”
Rowan mengangguk.
“Aku juga.”
Elarion tertawa kecil.
“Menarik.”
Elyon memejamkan mata.
Ia mencoba menggunakan magic sense untuk mendeteksi keduanya.
Beberapa detik kemudian—
ia membuka mata.
“Mereka masih di sana.”
Ace langsung menoleh.
“Di mana?”
Elyon menunjuk.
“…”
Ace melihat ke arah yang ditunjukkan.
Kosong.
Kemudian—
**BOOM!**
Sebuah benturan terdengar dari sisi lain barrier.
Semua langsung menoleh.
Tidak ada siapa pun.
Hanya debu yang bergerak.
Rowan berkedip.
“…”
Kemudian suara benturan lain terdengar dari belakang mereka.
**BOOM!**
Mereka berbalik.
Kosong lagi.
Ace mulai terlihat bingung.
“Apakah mereka benar-benar bertarung?”
Kevin akhirnya tersenyum.
“Ya.”
“Lalu kenapa aku tidak bisa melihatnya?”
“Karena mereka terlalu cepat.”
Ace terdiam.
“…”
Rowan mengangguk.
“Jawaban yang sangat membantu.”
***
Di dalam barrier—
Darrien tidak lagi melihat Fiona dengan jelas.
Ia hanya bisa merasakan keberadaannya.
Magicure Silver Leaf.
Sangat tipis.
Sangat cepat.
Fiona juga tidak lagi mengandalkan penglihatannya.
Ia menggunakan magic sense.
Merasakan aliran dark magic Darrien.
Keduanya bergerak berdasarkan apa yang mereka rasakan.
Bukan apa yang mereka lihat.
Satu bergerak.
Yang lain mengikuti.
Satu menghilang.
Yang lain menemukan.
Tidak ada suara langkah.
Tidak ada suara chanting.
Hanya—
**WHOOSH.**
**WHOOSH.**
**BOOM.**
Kemudian hening.
Beberapa detik kemudian—
keduanya muncul kembali.
Darrien berdiri di satu sisi.
Fiona di sisi lainnya.
Keduanya diam.
Napas mereka sedikit lebih berat.
Namun mata mereka masih penuh semangat.
Darrien tersenyum.
“Kau masih bisa mengikutiku.”
Fiona tersenyum balik.
“Begitu juga kau.”
***
Di luar barrier—
kelima orang itu masih berdiri diam.
Ace akhirnya mengangkat tangan.
“Aku punya satu pertanyaan.”
Rowan menoleh.
“Apa?”
“Kalau mereka terus menjadi lebih cepat…”
Ia melihat ke dalam barrier.
“…kita nanti harus menunggu mereka selesai sendiri, kan?”
Elarion tertawa.
“Sepertinya begitu.”
Kevin mengangguk.
“Biarkan.”
Elyon tersenyum kecil.
“Mereka sedang menemukan batas baru mereka.”
Kevin menatap Darrien.
“Bukan.”
Semua menoleh.
Kevin melanjutkan.
“Darrien sedang mulai melewati batas lamanya.”
Di dalam barrier—
Darrien kembali mengambil posisi.
Magicure di dalam tubuhnya terus bergerak.
Lebih ringan.
Lebih dalam.
Lebih cepat.
Ia tidak tahu sampai mana perubahan ini akan membawanya.
Namun satu hal sudah jelas.
Semakin ia memahami magicure—
semakin tubuhnya mulai mengingat sesuatu yang pernah menjadi bagian dari dirinya.
Dan kali ini—
Fiona berada di sana untuk melihat setiap langkahnya.
