Password reset is available in the NovelPlus App.
Use the app to securely reset your password.
Reset in App
Series
382
Get the app for full experience
BAB 141
JEJAK YANG TERTINGGAL
Pagi kembali menyelimuti Veyra.
Seperti hari-hari sebelumnya—
kediaman Rowan kembali dipenuhi kesibukan.
Di halaman belakang—
Darrien dan Fiona kembali berlatih.
Seolah kejadian mengerikan malam sebelumnya tidak pernah terjadi.
Darrien bergerak maju.
Fiona menghindar.
Kemudian mereka bertukar posisi.
Namun kali ini—
Darrien jauh lebih berhati-hati.
“Jangan terlalu memaksakan diri,” kata Fiona.
Darrien tersenyum.
“Aku tahu.”
“Kau selalu mengatakan itu.”
“Aku memang belajar.”
Fiona tertawa kecil.
Mereka kembali melanjutkan latihan.
***
Sementara itu—
Rowan, Kevin, dan Ace telah berangkat menuju istana.
Mereka membawa beberapa dokumen penting.
Termasuk laporan mengenai kejadian malam sebelumnya.
Di hadapan Yang Mulia—
ketiganya berdiri dengan serius.
Raja Edward menerima laporan tersebut.
“Jadi segelnya benar-benar pecah?”
Rowan mengangguk.
“Ya, Yang Mulia.”
Ratu Gloria menatapnya.
“Dan wajahnya?”
“Sudah terlihat sepenuhnya.”
Ruangan menjadi sunyi.
Edward membaca laporan tersebut kembali.
“Bagaimana dengan vampir?”
Kevin menjawab,
“Dua di antaranya menghilang setelah terkena serangan Darrien.”
“Yang ketiga melarikan diri.”
Gloria menghela napas.
“Dan tidak ada yang tahu dari mana mereka datang?”
Ace menggeleng.
“Belum.”
Edward menatap mereka.
“Pastikan kejadian ini tidak menyebar ke masyarakat.”
“Baik, Yang Mulia.”
Rowan kemudian menyerahkan dokumen lain.
“Selain itu…”
Ia menjelaskan mengenai kemiripan energi Darrien dengan sihir kerajaan.
Edward dan Gloria saling memandang.
Namun mereka tidak mengatakan apa-apa.
Hanya satu hal yang semakin jelas.
Petunjuk yang mereka temukan sebelumnya bukan kebetulan.
***
Di kediaman Rowan—
Elarion sibuk mempersiapkan eliksir.
Beberapa botol kecil berjajar di atas meja.
Herbal yang telah dikumpulkan sebelumnya dimasukkan satu demi satu.
Ia mengaduk cairan dalam sebuah wadah kristal.
“Sedikit lagi…”
Ia memeriksa warnanya.
Kemudian menambahkan bahan terakhir.
Cairan tersebut berubah menjadi warna keemasan.
Elarion mengangguk puas.
“Berhasil.”
Ia menutup botol itu.
“Setidaknya persiapan berikutnya sudah selesai.”
***
Jauh dari kediaman Rowan—
Elyon kembali ke hutan.
Tempat yang sama.
Tempat kejadian malam sebelumnya.
Ia berdiri di antara pohon-pohon yang tumbang.
Matanya mengamati tanah.
Bekas pertarungan masih terlihat jelas.
Retakan.
Pohon yang patah.
Dan sisa energi gelap yang belum sepenuhnya menghilang.
Elyon berjongkok.
Ia menyentuh tanah.
Energi samar langsung terasa di ujung jarinya.
“…”
Ia menutup mata.
Mencoba merasakan kembali apa yang terjadi.
Ledakan besar.
Sihir gelap.
Energi yang sangat kuat.
Kemudian—
sesuatu yang lain.
Elyon membuka mata.
“Energi vampir…”
Ia berdiri.
Namun kemudian mengerutkan kening.
Ada sesuatu yang tidak cocok.
Sisa energi vampir memang ada.
Namun ada juga jejak lain.
Sangat tipis.
Hampir tidak terlihat.
Elyon berjalan menuju salah satu pohon yang tumbang.
Ia menyentuh batangnya.
“Ini bukan milik mereka.”
Ia mengamati bekas tebasan yang dalam.
Kemudian melihat ke arah hutan yang lebih dalam.
“Lalu…”
Ia berhenti.
“Energi siapa ini?”
Elyon tidak menemukan jawabannya.
Namun ia tidak pergi.
Ia tetap berdiri di sana.
Mengamati.
Mencari.
Karena kejadian malam sebelumnya meninggalkan sesuatu yang tidak bisa ia abaikan.
Sementara itu—
di tempat lain,
Darrien dan Fiona masih berlatih.
Elarion masih mempersiapkan eliksir.
Dan trio penjaga kerajaan sedang menyampaikan kabar kepada Yang Mulia.
Hanya Elyon—
yang masih berdiri sendirian di tengah hutan.
Mencari jawaban dari jejak yang tertinggal setelah kekacauan malam sebelumnya.
