107. Catatan Yang Terlalu Muda

Romance Series 382

BAB 107
CATATAN YANG TERLALU MUDA

Malam semakin larut.

Ruang penelitian Rowan kembali dipenuhi buku, catatan, kristal pecah, serta sisa-sisa bahan sihir dari berbagai percobaan.

Di tengah ruangan—

Elarion menatap sebuah kristal yang baru saja kehilangan cahayanya.

Sekali lagi.

Gagal.

Ia menghela napas panjang.

“Tidak berhasil.”

Kevin memeriksa catatan di tangannya.

“Percobaan yang ini juga?”

“Ya.”

Ace melihat tumpukan kristal yang sudah tidak terpakai.

“Kalau begini terus, persediaan kristal di Veyra bisa habis.”

Rowan menutup buku di hadapannya.

“Dan kita masih belum menemukan satu pun catatan yang cocok.”

Elarion mengusap pelipisnya.

“Bukan hanya tidak cocok.”

Ia mengambil salah satu buku tua.

“Semua teori yang kita gunakan terlalu baru.”

Kevin mengerutkan kening.

“Bahkan catatan tiga ratus tahun?”

Elarion mengangguk.

“Bahkan itu.”

Ia menunjuk beberapa halaman.

“Sihir yang tercatat di sini memiliki struktur yang berbeda dengan segel Darrien.”

Darrien yang duduk di dekat Fiona menoleh.

“Jadi bahkan sihir tiga ratus tahun lalu tidak cukup?”

“Tidak.”

Elarion menghela napas.

“Segel di tubuhmu jauh lebih rumit daripada yang kita perkirakan.”

Fiona memegang tangan Darrien.

“Lalu apa yang kita butuhkan?”

Elarion menatap tumpukan buku.

“Catatan yang lebih tua.”

Rowan langsung memahami maksudnya.

“Perpustakaan Kerajaan.”

Kevin mengangguk.

“Bagian arsip terdalam.”

Ace bersandar di kursinya.

“Kalau begitu kita sudah tahu ke mana harus pergi.”

Rowan menggeleng.

“Tidak semudah itu.”

“Kenapa?”

“Bagian arsip terdalam tidak bisa dimasuki sembarang orang.”

Kevin menatapnya.

“Bahkan kita?”

“Bahkan kita.”

Ace menghela napas.

“Kalau begitu kita perlu meminta izin langsung kepada Yang Mulia.”

Kevin mengangguk.

“Kita punya alasan resmi.”

Ia mengambil dokumen penelitian.

“Penelitian mengenai sihir penyegelan yang tidak teridentifikasi.”

Rowan mengangguk.

“Itu seharusnya cukup untuk mengajukan permohonan.”

“Semoga.”

Ace menatap pintu ruangan.

“Kalau kita mendapatkan izin, aku akan mengurus pengamanan perjalanan.”

Kevin menatapnya.

“Dan aku akan memeriksa bagian sihirnya.”

Rowan mengangkat dokumen.

“Aku akan mencari catatan yang berhubungan dengan segel kuno.”

Darrien memperhatikan mereka bertiga.

Baru kali ini ia menyadari bahwa ketiganya sebenarnya bekerja dengan cara yang berbeda.

Namun ada sesuatu yang masih belum pernah dibicarakan.

“Boleh aku bertanya sesuatu?”

Ketiganya menoleh.

“Kenapa kalian bertiga yang melakukan semua ini?”

Ruangan menjadi sedikit lebih tenang.

Kevin dan Ace saling bertukar pandang.

Rowan akhirnya berkata,

“Kurasa sudah waktunya kami memperkenalkan diri dengan benar.”

Darrien mengangkat alis.

Kevin berdiri lebih tegak.

“Namaku Kevin.”

Ia menunjuk dirinya sendiri.

“Aku adalah pengawal kerajaan.”

Ia kemudian tersenyum kecil.

“Selain menjaga keamanan, aku memiliki keahlian dalam sihir. Itu sebabnya aku ikut menangani penelitian dan membantumu memahami kemampuanmu.”

Ace kemudian memperkenalkan diri.

“Aku Ace.”

Ia mengangguk.

“Aku juga pengawal kerajaan.”

“Tugasku lebih banyak di lapangan. Pengamanan, pengumpulan informasi, pengawasan, dan memastikan kalian tetap aman.”

Darrien mengangguk.

“Jadi itu sebabnya kau selalu memperhatikan keadaan sekitar.”

Ace tersenyum.

“Sudah menjadi kebiasaan.”

Rowan kemudian menutup buku di tangannya.

“Dan aku Rowan.”

“Aku juga bagian dari pengawal kerajaan.”

“Tapi tugasku berbeda.”

Ia menunjuk tumpukan buku.

“Aku menangani arsip, sejarah kerajaan, silsilah, dokumen lama, dan informasi yang tidak mudah ditemukan melalui penyelidikan biasa.”

Darrien menatap Rowan.

“Itu sebabnya kau bisa menemukan banyak catatan tentang masa lalu.”

“Benar.”

Rowan terdiam sejenak.

Kemudian berkata,

“Termasuk catatan tentangmu.”

Darrien langsung menatapnya.

Fiona ikut memperhatikan.

Kevin menarik napas.

“Ada sesuatu yang harus kau ketahui.”

Darrien mengangguk.

Kevin melanjutkan.

“Alasan kami dikirim oleh kerajaan bukan hanya karena kami membutuhkan bantuanmu.”

“Lalu?”

Rowan menjawab dengan hati-hati.

“Karena ada kemungkinan bahwa kau adalah seseorang yang telah lama dicari.”

Darrien terdiam.

“Siapa?”

Ace menjawab,

“Pewaris yang hilang.”

Ruangan menjadi sunyi.

Fiona menggenggam tangan Darrien sedikit lebih erat.

Rowan melanjutkan,

“Kami belum bisa memastikan.”

“Namun beberapa petunjuk yang kami temukan cocok.”

“Usia.”

“Ciri fisik.”

“Energi.”

“Dan beberapa catatan lama.”

Kevin menambahkan,

“Semua mengarah pada kemungkinan bahwa kau mungkin adalah putra Raja Edward dan Ratu Gloria Veyth yang telah hilang bertahun-tahun lalu.”

Darrien tidak langsung menjawab.

Ia menatap tangannya sendiri.

“Jadi…”

Ia mengangkat wajah.

“Mereka adalah raja dan ratu yang kalian maksud selama ini.”

Kevin mengangguk.

“Ya.”

“Dan mereka tahu tentang aku?”

“Melalui laporan.”

Ace menjawab.

“Mereka belum pernah bertemu denganmu secara langsung.”

Darrien terdiam.

Fiona juga.

Itu membuat semuanya terasa lebih nyata.

Mereka telah mendengar tentang kerajaan.

Mereka telah melihat lambang kerajaan.

Mereka bahkan telah menerima bantuan dari orang-orang yang dikirim oleh kerajaan.

Namun Darrien belum pernah berdiri di hadapan orang-orang yang mungkin merupakan orang tuanya sendiri.

Rowan berkata pelan,

“Karena itu kami tidak pernah memanggilmu sebagai pewaris.”

“Kami masih mencari kebenaran.”

Darrien mengangguk perlahan.

“Aku mengerti.”

Ia kemudian melihat kembali pada tumpukan buku.

“Kalau begitu…”

Darrien tersenyum tipis.

“Cari jawabannya.”

Kevin tersenyum.

“Itu memang rencana kami.”

Elarion, yang sejak tadi mendengarkan dari meja penelitian, akhirnya tertawa kecil.

“Bagus.”

Ia mengambil kristal baru.

“Kalau begitu kalian urus Perpustakaan Kerajaan.”

Ia meletakkan kristal di tengah lingkaran.

“Dan aku akan terus mencoba dari sini.”

Ace menatap tumpukan kristal.

“Masih mau?”

Elarion tersenyum.

“Belum menyerah.”

Darrien menghela napas.

“Percobaan kedua belas?”

“Kenapa tidak?”

Fiona tertawa.

“Semoga kali ini berhasil.”

Elarion mengangkat alis.

“Jangan memberi tekanan.”

Darrien tersenyum.

Malam itu mereka belum mendapatkan jawaban.

Namun setidaknya sekarang—

mereka tahu ke mana harus mencari.

Perpustakaan Kerajaan.

Catatan yang lebih tua.

Dan mungkin, di antara sejarah yang telah terkubur selama ratusan tahun—

jawaban tentang segel Darrien.

Serta identitas pewaris yang mungkin selama ini mereka cari.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience