Series
94
BAB 25
CAHAYA YANG MENYEMBUHKAN
Pagi itu, Elarion kembali membawa mereka ke hutan.
Namun kali ini mereka tidak sedang mencari tanaman.
Mereka sedang mengumpulkan bahan untuk ramuan.
Fiona berjalan beberapa langkah di depan sambil membawa keranjang kecil.
Darrien mengikuti di belakangnya.
“Jangan terlalu jauh,” kata Darrien.
“Aku hanya beberapa langkah.”
“Beberapa langkah bisa berubah menjadi jauh.”
Fiona tertawa kecil.
“Aku tahu.”
Mereka terus berjalan.
Tiba-tiba Fiona berhenti.
“Darrien.”
“Apa?”
Ia menunjuk ke balik semak.
Ada suara kecil.
Seperti rintihan.
Darrien segera mendekat.
Di sana terdapat seekor makhluk kecil yang terbaring di tanah.
Tubuhnya berbulu cokelat dengan sepasang telinga panjang.
Salah satu kakinya terluka.
Fiona langsung berjongkok.
“Kasihan…”
Darrien melihat sekeliling.
“Jangan sentuh dulu.”
“Kenapa?”
“Mungkin masih takut.”
Fiona berhenti.
Ia hanya duduk di dekat makhluk itu.
“Tidak apa-apa.”
Makhluk kecil itu bergerak sedikit.
Elarion akhirnya datang.
Ia melihat keadaan makhluk tersebut.
“Lukanya tidak terlalu parah.”
Fiona menatapnya.
“Bisa disembuhkan?”
“Bisa.”
Elarion mengambil salah satu ramuan dari tasnya.
Namun sebelum ia sempat menggunakannya, Fiona sudah menyentuh kepala makhluk itu.
Cahaya keemasan muncul.
Sangat lembut.
Tidak menyilaukan.
Makhluk itu berhenti gemetar.
Lukanya perlahan menutup.
Fiona langsung menarik tangannya.
“Aku…”
Elarion memperhatikan kaki makhluk itu.
Lukanya hampir sepenuhnya sembuh.
Darrien menatap Fiona.
“Kau menyembuhkannya.”
Fiona tampak terkejut.
“Aku tidak sengaja.”
Elarion berjongkok.
“Cahayamu merespons kehidupan.”
Fiona melihat tangannya.
“Berarti aku bisa menyembuhkan semua orang?”
Elarion menggeleng.
“Tidak.”
Fiona menatapnya.
“Kenapa?”
“Karena penyembuhan memiliki batas.”
Elarion menyentuh luka lama pada tubuh makhluk itu.
“Cahaya tidak bisa memperbaiki sesuatu yang sudah tidak memiliki kehidupan.”
Fiona terdiam.
“Jadi…”
“Jangan pernah berpikir bahwa kekuatanmu bisa mengalahkan kematian.”
Nada Elarion menjadi lebih serius.
“Tidak ada kekuatan yang boleh membuatmu merasa seperti itu.”
Fiona mengangguk perlahan.
“Aku mengerti.”
Darrien menggenggam tangannya.
“Kau sudah menyelamatkannya.”
Fiona tersenyum kecil.
Makhluk itu akhirnya berdiri.
Ia memandang Fiona beberapa saat sebelum berlari kembali ke dalam hutan.
Fiona melihatnya pergi.
“Semoga dia baik-baik saja.”
“Dia akan baik-baik saja,” kata Elarion.
Mereka melanjutkan perjalanan.
Namun sejak hari itu, Fiona mulai memahami bahwa cahayanya bukan sekadar cahaya.
Ia bisa menyembuhkan.
Ia bisa menenangkan.
Dan mungkin, suatu hari nanti, kekuatan itu akan menjadi jauh lebih besar.
Sementara Darrien diam-diam memperhatikan Fiona.
Ia merasa lega.
Selama Fiona memiliki kekuatan untuk menyembuhkan…
ia merasa sedikit lebih tenang.
Ia belum tahu bahwa suatu hari nanti, ada luka yang bahkan cahaya Fiona mungkin tidak mampu sembuhkan.
Dan hari itu akan mengubah hidup mereka selamanya.
Share this novel