136. Segel Yang Terlepas

Romance Series 382

BAB 136
SEGEL YANG TERLEPAS

Cahaya dari daun perak perlahan meredup.

Kilauannya hanya bertahan beberapa saat sebelum akhirnya menjadi sangat samar.

Pemimpin vampir memperhatikan benda itu dengan penuh minat.

“Hanya itu?”

Ia tertawa kecil.

“Trik kecil yang cukup bagus.”

Fiona menatapnya dengan ketakutan.

Ia mencoba menarik tangannya, namun ikatan sihir masih menahannya.

“Pergi…”

Pemimpin vampir mendekat.

“Jangan takut.”

“Jangan sentuh aku!”

Suara Fiona bergetar.

Ia berusaha mundur, namun tidak bisa.

“Darrien!”

Darrien langsung menoleh.

Ia masih bertarung melawan dua vampir lainnya.

Namun ketika mendengar suara Fiona—

gerakannya berhenti sesaat.

“Fiona!”

Salah satu vampir langsung menyerang.

Darrien menahan serangannya.

“Jangan ganggu!”

Vampir itu tertawa.

“Fokus pada kami.”

Darrien menggertakkan gigi.

Namun pandangannya tetap tertuju kepada Fiona.

Pemimpin vampir kembali mendekati Fiona.

“Tenanglah.”

“Jangan!”

Fiona mencoba menarik diri.

“Jangan sentuh aku!”

Darrien mendengar suaranya.

Sesuatu di dalam dirinya mulai berubah.

Napasnya menjadi berat.

Energi di sekitar tubuhnya bergetar.

Salah satu vampir menyadarinya.

“Pemimpin…”

Ia melirik Darrien.

“Ada yang aneh.”

Pemimpin vampir menoleh.

Darrien berdiri diam.

Terlalu diam.

Kemudian—

sebuah suara retakan terdengar.

**Krek.**

Darrien memegang wajahnya.

Rasa sakit luar biasa menghantam kepalanya.

“Ah…”

Energi yang selama ini terkunci mulai keluar.

Sangat besar.

Salah satu vampir mundur.

“Apa itu?”

Darrien menundukkan kepala.

Segel di wajahnya berdenyut.

Garis-garis gelap mulai menyebar.

**Krek.**

Retakan kedua muncul.

Pemimpin vampir akhirnya berhenti tersenyum.

“Apa…”

Darrien mengangkat wajahnya.

Matanya berubah.

Energi yang keluar dari tubuhnya semakin kuat.

Tanah di bawah kakinya mulai retak.

Fiona menatapnya.

“Darrien…”

Darrien tidak menjawab.

Ia hanya menatap pemimpin vampir.

Tatapannya dipenuhi kemarahan.

“Jauh…”

Suaranya rendah.

“…dari Fiona.”

Pemimpin vampir terdiam.

Kemudian energi besar meledak dari tubuh Darrien.

**BOOOOM!**

Dua vampir yang berada di dekatnya langsung terpental.

Pohon-pohon berguncang keras.

Tanah hutan bergetar.

Fiona menatap dengan mata membesar.

Segel di wajah Darrien—

retak.

Kemudian—

**pecah.**

Cahaya dan energi yang selama bertahun-tahun tersegel akhirnya keluar tanpa kendali.

Pemimpin vampir mundur beberapa langkah.

“Apa sebenarnya kau…?”

Darrien berdiri di tengah pusaran energi.

Tidak ada lagi tekanan dari segel.

Tidak ada lagi batas yang menahannya.

Energinya terus meningkat.

***

Jauh dari hutan—

di kediaman Rowan—

Elarion tiba-tiba menghentikan tangannya.

Kristal di atas meja bergetar.

“Apa itu?”

Rowan langsung berdiri.

Kevin dan Ace menoleh bersamaan.

Energi yang sangat kuat terasa dari kejauhan.

Elarion menatap ke arah hutan.

“Itu…”

Ia langsung mengambil perlengkapannya.

“Darrien.”

***

Di Lunaris—

Elyon yang sedang berada di dalam Perpustakaan Kerajaan tiba-tiba berhenti membaca.

Kristal-kristal di sekitar rak bergetar.

Ia mengangkat kepala.

Aura besar terasa dari arah yang jauh.

Namun yang paling membuatnya terkejut—

energi tersebut bukan sekadar ledakan sihir.

Ada sesuatu yang telah terlepas.

Elyon menatap ke arah jendela.

“Segelnya…”

Ia langsung berdiri.

“Sudah pecah?”

***

Kembali ke hutan—

Darrien perlahan mengangkat kepalanya.

Energi yang selama ini tersembunyi akhirnya memenuhi seluruh tubuhnya.

Pemimpin vampir tidak lagi tertawa.

Untuk pertama kalinya—

ia terlihat benar-benar waspada.

Fiona masih berdiri dalam ikatan sihir.

Namun kini—

bahkan para vampir mulai menyadari bahwa mereka mungkin telah membuat kesalahan.

Mereka tidak sedang memburu dua manusia biasa.

Mereka baru saja memaksa sesuatu yang telah tersegel selama bertahun-tahun—

untuk bangun.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience