157. Simbol Yang Terbangun

Romance Series 382

BAB 157
SIMBOL YANG TERBANGUN

Kerajaan Lunaris masih diselimuti malam.

Di salah satu lorong istana—

Elyon berjalan bersama Sylvester.

Keduanya baru saja meninggalkan Ruang Kristal Kerajaan.

Cahaya di dalam kristal masih terlihat.

Samar.

Namun nyata.

Elyon menoleh ke belakang.

“Sudah berapa lama kristal itu tidak menunjukkan reaksi?”

Sylvester terdiam sejenak.

“Sudah terlalu lama.”

“Berapa lama?”

“Aku tidak bisa memberikan angka pasti.”

Sylvester menghela napas.

“Catatan dari para penjaga sebelumnya hanya menyebutkan bahwa cahayanya telah padam selama beberapa generasi.”

Elyon mengerutkan kening.

“Dan sebelum itu?”

“Tidak ada catatan yang lengkap.”

“Kenapa?”

“Karena sebagian besar catatan lama berada di perpustakaan kuno.”

Elyon berhenti berjalan.

“Perpustakaan kuno?”

Sylvester mengangguk.

“Bagian terdalamnya sudah lama tidak dibuka.”

“Kenapa?”

“Karena sebagian buku di sana tidak lagi bisa dibaca.”

Elyon menatapnya.

“Tidak bisa dibaca?”

“Beberapa menggunakan simbol kuno.”

Sylvester menatap Elyon.

“Bahkan para ahli kerajaan tidak mampu memahami semuanya.”

Elyon terdiam.

Pikirannya langsung kembali kepada sesuatu.

Simbol.

Buku tua.

Light Magic.

Dan Fiona.

Ia tidak mengatakan apa-apa.

Namun langkahnya berubah arah.

Sylvester memperhatikannya.

“Kau mau ke mana?”

“Perpustakaan kuno.”

Sylvester menghela napas.

“Aku sudah menduga.”

***

Beberapa saat kemudian—

pintu besar perpustakaan kuno berdiri di hadapan mereka.

Debu menutupi permukaannya.

Tidak ada seorang pun yang datang ke tempat itu dalam waktu lama.

Sylvester mengeluarkan kunci tua.

**Klik.**

Pintu perlahan terbuka.

Udara dingin langsung keluar.

Elyon melangkah masuk.

Rak-rak buku memenuhi ruangan.

Sebagian bahkan telah tertutup debu.

Cahaya lampu sihir dinyalakan.

Elyon berjalan semakin dalam.

Ia tidak mencari sembarang buku.

Ia mencari sesuatu yang pernah ia temukan sebelumnya.

Sebuah buku tua dengan simbol aneh pada sampulnya.

Ia berhenti di depan sebuah rak.

“Di sini.”

Sylvester mendekat.

“Kau pernah melihat buku itu?”

“Ya.”

Elyon menarik sebuah buku dari rak.

Debu berjatuhan.

Sampulnya berwarna gelap.

Di tengahnya terdapat simbol kuno yang hampir tidak terlihat.

Elyon menyentuhnya.

Tidak terjadi apa-apa.

Ia membuka halaman pertama.

Kosong.

Halaman kedua—

juga kosong.

Kemudian ia membalik beberapa halaman.

Simbol mulai muncul.

Samar.

Seperti tinta yang telah kehilangan warnanya.

Elyon menyipitkan mata.

“Ini…”

Sylvester ikut melihat.

“Apa itu?”

“Simbol yang sama.”

“Simbol apa?”

Elyon tidak langsung menjawab.

Ia mengeluarkan catatan kecil dari sakunya.

Kemudian membandingkannya dengan simbol yang pernah ia salin sebelumnya.

Sama.

Persis.

Namun kali ini—

ada sesuatu yang berbeda.

Salah satu bagian simbol tampak lebih jelas.

Seolah-olah buku itu baru saja kembali mengenali keberadaan seseorang.

Elyon menyentuh halaman tersebut.

Cahaya tipis muncul.

Sylvester langsung mundur.

“Elyon.”

“Aku melihatnya.”

Cahaya itu hanya bertahan beberapa detik.

Kemudian padam.

Elyon menatap halaman tersebut dengan serius.

“Buku ini…”

Ia membalik halaman berikutnya.

Ada tulisan kuno.

Sebagian besar tidak dapat dibaca.

Namun satu kata masih terlihat jelas.

**Heir.**

Elyon terdiam.

Sylvester menatapnya.

“Apa artinya?”

Elyon menutup buku itu perlahan.

“Aku belum tahu.”

Ia tidak mencoba menebak.

Belum.

Namun pikirannya kembali kepada satu orang.

Fiona.

Light Magic yang ia gunakan.

Cara cahayanya bergerak.

Dan perasaan aneh yang ia rasakan ketika mengamatinya.

Elyon mengerutkan kening.

“Sepertinya kita harus membuka lebih banyak buku.”

Sylvester menatap rak-rak tua di sekitar mereka.

“Kalau begitu…”

Ia tersenyum tipis.

“Kurasa malam ini akan menjadi panjang.”

Elyon kembali membuka buku tersebut.

“Tidak masalah.”

Tatapannya menjadi serius.

“Aku ingin tahu apa yang sebenarnya tertulis di sini.”

Jauh di luar perpustakaan—

cahaya samar dari Crystal Hall masih berdenyut.

Dan di dalam perpustakaan kuno—

sebuah buku yang telah tertutup selama bertahun-tahun…

akhirnya terbuka kembali.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience