60. Jamuan Keluarga

Romance Series 94

BAB 60
JAMUAN KELUARGA

Malam itu, kediaman Ardika dipenuhi cahaya lampu.

Para pelayan bergerak dari satu ruangan ke ruangan lain.

Meja panjang telah dipenuhi makanan.

Musik lembut terdengar dari aula utama.

Keluarga Varian akhirnya datang.

Keith Varian berjalan di samping istrinya, Clara.

Di belakang mereka, Clark mengikuti dengan ekspresi tenang.

Surya Ardika menyambut mereka di depan aula.

“Selamat datang.”

Keith mengangguk.

“Terima kasih.”

Clara tersenyum.

“Kami senang akhirnya bisa datang.”

Surya membalas senyuman itu.

“Kami juga.”

Namun keduanya tahu—

malam ini bukan sekadar jamuan.

Malam ini adalah ujian.

Jika keluarga Varian menerima Lola…

maka pernikahan bisa dilanjutkan.

Jika mereka menemukan sesuatu yang mencurigakan…

semuanya akan berakhir.

***

Beberapa saat kemudian, Susanti masuk ke aula.

Di sampingnya berjalan seorang gadis.

Fiona.

Aula menjadi sunyi sesaat.

Semua mata tertuju kepadanya.

Fiona mengenakan gaun yang telah disiapkan keluarga Ardika.

Rambutnya ditata dengan rapi.

Namun wajahnya tetap sama.

Wajah Fiona.

Keith memperhatikannya.

Clara juga.

Clark…

tidak mengatakan apa-apa.

Ia hanya menatap.

Surya tersenyum.

“Perkenalkan.”

Ia menoleh kepada Fiona.

“Putri kami, Lola Ardika.”

Fiona terdiam.

Tangannya mengepal kecil.

Kemudian ia berkata,

“Nama saya Fiona.”

Suasana langsung membeku.

Surya menegang.

Susanti menahan napas.

Marcus yang berdiri di belakang mereka langsung menatap Fiona.

Namun Keith hanya mengangkat alis.

“Fiona?”

Fiona mengangguk.

“Ya.”

Clark menatapnya dengan rasa ingin tahu.

“Kenapa kau dipanggil Fiona?”

Fiona menatapnya.

“Karena itu namaku.”

Clara melirik Surya.

“Surya?”

Surya tertawa kecil.

“Dia masih belum sepenuhnya pulih.”

Fiona langsung menoleh.

“Aku tidak sakit.”

Surya membeku.

Marcus memejamkan mata.

*Gawat.*

Namun Keith justru tertawa kecil.

“Sepertinya putri Anda memiliki kepribadian yang kuat.”

Surya tersenyum kaku.

“Ya.”

Fiona tidak berkata apa-apa lagi.

Ia hanya berdiri.

Clark mendekat beberapa langkah.

“Boleh aku bertanya sesuatu?”

Fiona menatapnya.

“Silakan.”

“Apakah kau benar-benar tidak mengenalku?”

“Tidak.”

Clark tersenyum.

“Bagus.”

Fiona mengerutkan kening.

“Bagus?”

“Aku juga belum mengenalmu.”

Fiona terdiam.

Clark kemudian mengambil sebuah gelas.

“Kalau begitu kita mulai dari awal.”

Fiona tidak menjawab.

Namun untuk pertama kalinya malam itu…

ia tidak merasa sedang berbicara dengan seseorang yang menganggap dirinya benar-benar Lola.

***

Dari sisi ruangan, Marcus memperhatikan keduanya.

Surya berjalan mendekat.

“Bagaimana?”

Marcus menjawab pelan,

“Untuk sementara…”

Ia menatap Fiona.

“…mereka belum mencurigai apa pun.”

Surya menghela napas lega.

Namun Marcus melanjutkan,

“Namun ada masalah.”

“Apa?”

“Gadis itu tidak akan mudah mengikuti peran ini.”

Surya terdiam.

“Aku tahu.”

“Dan kalau keluarga Varian semakin dekat dengannya…”

Marcus berhenti.

Surya mengerti.

Fiona mungkin akan mengatakan kebenaran.

***

Di sisi lain aula, Clark masih berbicara dengan Fiona.

“Jadi kau suka apa?”

Fiona berpikir.

“Kue.”

Clark tertawa.

“Itu saja?”

“Banyak.”

Clark mengangguk.

“Baik.”

Ia mengambil sebuah kue dari meja.

“Ini?”

Fiona mengangguk.

“Enak.”

Clark tersenyum.

“Setidaknya kita punya satu kesamaan.”

Fiona menatapnya.

“Kau suka kue juga?”

“Tidak.”

Fiona mengerutkan kening.

“Lalu?”

“Aku suka melihat orang lain makan dengan bahagia.”

Fiona terdiam.

Kemudian tanpa sadar tersenyum kecil.

Clark melihat senyum itu.

Dan untuk sesaat…

ia lupa bahwa gadis di depannya seharusnya adalah calon istrinya.

Ia hanya melihat seorang gadis yang aneh.

Namun menarik.

***

Di luar kediaman Ardika…

seorang burung pembawa pesan terbang menuju arah yang jauh.

Sebuah surat terikat pada kakinya.

Surat itu bukan untuk Ardika.

Bukan untuk Varian.

Melainkan untuk seseorang yang sedang menjalani latihan keras di sebuah hutan.

Darrien.

Namun surat itu belum sampai.

Dan malam itu…

Darrien masih belum mengetahui bahwa Fiona telah bertemu dengan calon suaminya.

Sementara Fiona juga belum mengetahui…

bahwa seseorang di tempat lain sedang menunggu kabar tentang dirinya.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience