24. Kekuatan Yang Mulai Terbangun

Romance Series 94

BAB 24
KEKUATAN YANG MULAI TERBANGUN

Hari-hari berlalu.

Musim perlahan berubah, dan kehidupan bersama Elarion semakin terasa seperti rumah bagi Darrien dan Fiona.

Mereka belajar setiap hari.

Berlatih.

Membantu Elarion membuat ramuan.

Menjelajahi hutan.

Dan sedikit demi sedikit, mereka mulai memahami kekuatan yang ada di dalam diri mereka.

Pagi itu, Elarion membawa mereka ke tempat latihan seperti biasa.

Ia menaruh sebuah batu besar di tengah lapangan.

“Darrien.”

Darrien maju.

“Coba gunakan sihirmu.”

Darrien menarik napas.

Ia memejamkan mata.

Dingin mulai bergerak di dalam tubuhnya.

Perlahan.

Tenang.

Ia mengingat semua yang diajarkan Elarion.

Jangan memaksa.

Jangan melawan.

Biarkan sihir bergerak.

Hawa dingin menyebar ke lengannya.

Darrien mengangkat tangannya.

Sebuah kabut hitam yang sangat tipis muncul di telapak tangannya.

Fiona menatap kagum.

“Darrien…”

“Jangan terganggu,” kata Elarion.

Darrien memusatkan perhatian.

Kabut itu semakin jelas.

Namun tidak liar.

Ia tetap berada di telapak tangannya.

Elarion tersenyum kecil.

“Bagus.”

Darrien membuka mata.

“Aku berhasil?”

“Ya.”

Untuk pertama kalinya, Darrien benar-benar melihat kekuatannya sendiri.

Bukan sekadar hawa dingin.

Bukan sekadar bayangan yang muncul ketika ia marah.

Ia bisa mengendalikannya.

Darrien mengepalkan tangan.

Kabut hitam itu menghilang.

Fiona tersenyum lebar.

“Aku bangga padamu.”

Darrien tersenyum tipis.

“Sekarang giliranmu.”

Fiona maju.

Ia mengulurkan tangan.

Cahaya keemasan muncul perlahan.

Namun kali ini, cahaya itu tidak berhenti di telapak tangannya.

Ia bergerak menuju bunga kecil yang tumbuh di dekat batu.

Kelopak bunga yang semula layu perlahan terbuka.

Fiona terkejut.

“Aku tidak melakukan apa-apa!”

Elarion memperhatikan bunga itu.

“Justru itu.”

Fiona menatapnya.

“Apa maksudmu?”

“Cahayamu tidak hanya menghasilkan energi.”

Elarion berjongkok di dekat bunga.

“Sepertinya ia juga merespons kehidupan.”

Fiona menatap tangannya.

“Apakah itu berarti aku bisa menyembuhkan?”

“Mungkin.”

Fiona tersenyum.

Darrien berdiri di sampingnya.

“Kalau begitu kau bisa menjadi lebih kuat.”

Fiona mengangguk.

“Dan kau juga.”

Elarion memperhatikan keduanya.

Dua kekuatan yang berbeda.

Satu dingin dan gelap.

Satu hangat dan terang.

Namun keduanya berkembang berdampingan.

Ia belum tahu dari mana kekuatan itu berasal.

Tetapi satu hal mulai jelas.

Mereka bukan anak-anak biasa.

Sore itu, Darrien kembali mencoba mengendalikan kabut gelapnya.

Kali ini lebih kecil.

Lebih stabil.

Fiona berlatih membuat cahayanya tetap lembut.

Mereka belum tahu seberapa besar kekuatan yang sebenarnya tersembunyi dalam diri mereka.

Namun langkah pertama telah mereka ambil.

Dan tanpa mereka sadari, sesuatu yang jauh lebih besar mulai terbangun bersama pertumbuhan mereka.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience