123. Tempat Untuk Berlatih

Romance Series 382

BAB 123
TEMPAT UNTUK BERLATIH

Pagi kembali memenuhi kediaman Rowan dengan kesibukan.

Elarion sudah berada di ruang penelitian sejak pagi.

Beberapa herbal diletakkan di atas meja.

Kristal-kristal baru telah disiapkan.

Catatan penelitian memenuhi hampir seluruh permukaan meja.

Kevin dan Ace juga sibuk membantu mempersiapkan percobaan berikutnya.

Sementara Rowan kembali memeriksa dokumen dari Perpustakaan Kerajaan.

Tidak ada seorang pun yang benar-benar memiliki waktu untuk bersantai.

Darrien memperhatikan mereka semua dari pintu.

Kemudian ia menoleh kepada Fiona.

“Kita juga harus melakukan sesuatu.”

Fiona mengangguk.

“Latihan?”

“Ya.”

Mereka sudah beberapa hari hanya mengikuti penelitian dan perjalanan.

Kemampuan mereka tidak boleh berhenti berkembang hanya karena semua orang sedang sibuk mencari jawaban tentang masa lalu Darrien.

Darrien kemudian mencari Rowan.

“Rowan.”

“Hm?”

Rowan mengangkat kepala dari dokumennya.

“Bolehkah aku bertanya sesuatu?”

“Tentu.”

“Di sekitar rumahmu ada tempat yang cukup luas?”

Rowan mengerutkan kening.

“Untuk apa?”

“Latihan.”

“Latihan?”

Darrien mengangguk.

“Aku dan Fiona ingin berlatih.”

Rowan berpikir sebentar.

“Ada.”

Ia menunjuk ke arah belakang rumah.

“Di belakang kediaman ini ada tanah kosong yang cukup luas.”

“Dulu digunakan sebagai tempat latihan para penjaga.”

Darrien langsung tertarik.

“Masih bisa digunakan?”

“Bisa.”

Rowan kemudian menambahkan,

“Tapi sudah lama tidak digunakan.”

Fiona mendekat.

“Seberapa luas?”

“Cukup untuk latihan dasar.”

Darrien tersenyum.

“Itu sudah cukup.”

Ace yang mendengar percakapan mereka langsung menoleh.

“Kalian mau latihan?”

“Ya.”

Ace berdiri.

“Aku bisa membantu.”

Darrien menatapnya.

“Kau sedang membantu penelitian.”

Ace menunjuk Kevin.

“Dia lebih membutuhkan aku daripada penelitian.”

Kevin langsung menoleh.

“Tidak.”

Ace tertawa.

“Baiklah.”

Kevin kembali memeriksa kristal.

“Kalau kalian ingin latihan, gunakan tempat di belakang.”

Elarion juga tidak mengangkat kepala dari pekerjaannya.

“Jangan sampai terluka.”

Fiona tersenyum.

“Kami akan berhati-hati.”

Elarion mengangguk.

“Bagus.”

Darrien dan Fiona kemudian berjalan menuju halaman belakang.

***

Tanah kosong itu memang lebih luas dari yang mereka bayangkan.

Beberapa pohon tumbuh di sepanjang tepinya.

Rumput menutupi sebagian besar tanah.

Namun di tengahnya terdapat area yang cukup datar.

Fiona melihat sekeliling.

“Tempat ini bagus.”

Darrien mengangguk.

“Cukup luas.”

Ia kemudian berdiri di tengah area.

“Mulai dari mana?”

Fiona berpikir.

“Latihan dasar?”

“Baik.”

Mereka mengambil posisi.

Darrien mengangkat tangannya.

“Pertama, kita periksa kemampuan masing-masing.”

Fiona mengangguk.

Ia menyalurkan sedikit energi.

Cahaya tipis muncul di telapak tangannya.

Tidak besar.

Namun stabil.

Darrien memperhatikannya.

“Lebih baik.”

Fiona tersenyum.

“Benarkah?”

“Ya.”

Ia kemudian mencoba sendiri.

Energinya muncul—

namun sesaat kemudian terasa seperti tertahan.

Darrien mengerutkan kening.

Segel di wajahnya memberikan sedikit tekanan.

Fiona langsung memperhatikannya.

“Kau baik-baik saja?”

“Ya.”

Darrien menurunkan tangannya.

“Sepertinya segel itu masih mengganggu.”

Fiona berjalan mendekat.

“Kalau begitu jangan dipaksakan.”

Darrien tersenyum.

“Kita masih bisa latihan tanpa menggunakan terlalu banyak energi.”

Fiona mengangguk.

Mereka kemudian mulai berlatih gerakan dasar.

Langkah.

Keseimbangan.

Menghindar.

Menyerang.

Kemudian bertukar posisi.

Tidak ada tekanan.

Tidak ada kompetisi.

Mereka hanya ingin menjadi lebih kuat bersama.

***

Dari jendela ruang penelitian—

Elarion sempat melihat mereka.

Ia tersenyum kecil.

“Setidaknya mereka tidak hanya menunggu kami.”

Kevin menoleh.

“Mereka harus berlatih.”

Ace mengangguk.

“Terutama kalau suatu hari segel itu terbuka.”

Rowan yang masih membaca dokumen ikut berkata,

“Dan kita tidak tahu apa yang akan terjadi ketika identitas Darrien akhirnya terungkap.”

Elarion kembali menatap halaman belakang.

“Karena itu mereka harus siap.”

Ia kembali kepada penelitiannya.

Di luar—

Darrien dan Fiona terus berlatih.

Hari itu mereka tidak menemukan jawaban tentang masa lalu.

Namun mereka mendapatkan sesuatu yang lain.

Sedikit lebih banyak kekuatan.

Sedikit lebih banyak kepercayaan diri.

Dan satu lagi alasan untuk terus berjalan bersama.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience