Series
94
BAB 57
KEDATANGAN YANG TIDAK DIINGINKAN
Rombongan keluarga Varian akhirnya memasuki wilayah manusia.
Beberapa kereta besar bergerak melewati jalan utama.
Lambang serigala terpampang jelas pada sisi kereta.
Para penduduk yang melihatnya segera menyingkir.
Klan Varian bukan keluarga Beast biasa.
Pengaruh mereka cukup besar untuk membuat banyak bangsawan manusia memperhatikan kedatangan mereka.
Di dalam kereta utama, Keith Varian duduk dengan tenang.
Clara berada di sampingnya.
Clark memandang keluar jendela.
“Jadi ini wilayah Ardika?”
“Ya,” jawab Keith.
“Lumayan ramai.”
Clara tersenyum.
“Kau belum pernah datang ke sini?”
“Belum.”
Clark kembali melihat jalan.
“Berapa lama kita akan tinggal?”
“Selama yang diperlukan.”
Clark menghela napas.
“Semoga tidak lama.”
Keith menatapnya.
“Kau yang paling banyak mengeluh tentang pernikahan ini.”
Clark mengangkat bahu.
“Aku hanya ingin bertemu gadis yang akan menjadi istriku.”
Clara menatap putranya.
“Jangan membuat masalah.”
“Aku tidak pernah membuat masalah.”
Keith dan Clara saling memandang.
Keduanya hampir tertawa.
***
Di kediaman Ardika, seorang penjaga datang berlari.
“Tuan!”
Surya yang sedang membaca laporan langsung berdiri.
“Apa?”
“Rombongan Varian telah memasuki kota.”
Wajah Surya berubah.
“Secepat itu?”
“Ya.”
Marcus berdiri di sampingnya.
“Berapa banyak?”
“Cukup banyak.”
Surya berjalan menuju jendela.
Dari kejauhan, ia bisa melihat beberapa kereta memasuki jalan utama.
Susanti datang beberapa saat kemudian.
“Mereka datang?”
Surya mengangguk.
Susanti memegang tangannya.
“Surya…”
“Aku tahu.”
“Bagaimana dengan Fiona?”
Surya terdiam.
“Jangan biarkan mereka melihatnya.”
Marcus langsung mengangguk.
“Saya akan memastikan.”
“Dan Lola?”
Susanti menunduk.
“Dia masih di kamarnya.”
Surya menarik napas.
“Kita harus mempertahankan cerita ini.”
***
Di kamar Fiona—
Ia sedang duduk di dekat jendela.
Seorang pelayan masuk.
“Nona Lola.”
Fiona langsung menoleh.
“Aku sudah bilang.”
Pelayan itu menunduk.
“Maaf.”
“Ada apa?”
“Beberapa tamu bangsawan datang.”
Fiona mengerutkan kening.
“Siapa?”
“Tidak tahu.”
Fiona berdiri.
“Aku ingin keluar.”
Pelayan itu langsung menggeleng.
“Tidak bisa.”
“Kenapa?”
“Perintah Tuan.”
Fiona menatapnya.
“Kenapa?”
Pelayan itu tidak menjawab.
Fiona mendekati pintu.
Namun dua penjaga berdiri di luar.
Ia berhenti.
“Jadi sekarang aku bahkan tidak boleh keluar?”
Tidak ada jawaban.
Fiona mengepalkan tangannya.
***
Di ruang utama keluarga Ardika—
Surya dan Susanti menyambut keluarga Varian.
Keith masuk lebih dahulu.
Clara mengikutinya.
Clark berjalan terakhir.
Surya tersenyum.
“Selamat datang di kediaman Ardika.”
Keith membalas dengan sopan.
“Terima kasih.”
Mereka duduk.
Beberapa saat mereka berbicara tentang perdagangan.
Tentang jalur dagang.
Tentang kerja sama kedua keluarga.
Namun semua orang tahu…
bukan itu alasan sebenarnya mereka datang.
Akhirnya Keith meletakkan cangkirnya.
“Surya.”
“Ya?”
“Sudah setahun.”
Ruangan menjadi sunyi.
Surya mempertahankan senyumnya.
“Saya tahu.”
“Kami ingin melihat Lola.”
Susanti menahan napas.
Surya menjawab,
“Keadaannya masih belum sepenuhnya pulih.”
Keith menatapnya.
“Kalau begitu kami akan menemuinya.”
Surya terdiam.
Marcus berdiri di belakangnya.
Clara ikut berkata,
“Kami tidak bermaksud mengganggu.”
“Kami hanya ingin melihat calon menantu kami.”
Surya tidak bisa menolak secara langsung.
Ia mengangguk.
“Tentu.”
Namun dalam hati…
ia panik.
Karena Lola sebenarnya ada.
Tetapi gadis yang akan mereka lihat…
bukan Lola.
***
Sementara itu, di lorong lain—
Fiona mendengar suara orang-orang dari ruang utama.
Ia mendekati pintu.
“Siapa mereka?”
Penjaga tidak menjawab.
Fiona mendengar sebuah nama.
**Varian.**
Ia tidak tahu siapa mereka.
Namun sesuatu dalam dirinya mengatakan…
orang-orang itu penting.
Dan untuk pertama kalinya sejak dibawa ke kediaman Ardika…
Fiona merasa bahwa sesuatu yang lebih besar sedang terjadi.
***
Di ruang utama—
Keith berdiri.
“Kita ingin bertemu Lola sekarang.”
Surya tersenyum kaku.
“Tentu.”
Ia menoleh kepada Marcus.
“Panggil dia.”
Marcus terdiam.
Kemudian mengangguk.
“Baik, Tuan.”
Ia berbalik.
Namun sebelum pergi—
sebuah suara terdengar dari lorong.
“Aku bukan Lola.”
Semua orang menoleh.
Fiona berdiri di sana.
Para penjaga langsung panik.
Susanti membeku.
Surya kehilangan warna di wajahnya.
Marcus menutup matanya.
Keith menatap gadis itu.
Clara juga.
Dan Clark…
berdiri diam.
Karena gadis yang berdiri di lorong itu memiliki wajah yang sangat mirip dengan potret yang pernah ia lihat.
Namun ada satu masalah.
Gadis itu sendiri baru saja mengatakan—
**“Aku bukan Lola.”**
Ruangan menjadi sunyi.
Dan untuk pertama kalinya…
rahasia keluarga Ardika berada tepat di depan keluarga Varian.
Share this novel