Password reset is available in the NovelPlus App.
Use the app to securely reset your password.
Reset in App
Series
382
Get the app for full experience
BAB 189
KEMBALI KE LUNARIS
Pagi itu—
pengumuman mengenai pewaris Veyth telah selesai disampaikan.
Kerajaan mulai sibuk mempersiapkan perayaan yang akan dilaksanakan satu minggu lagi.
Namun bagi Elyon—
waktunya di Veyth telah berakhir.
Ia berdiri di depan gerbang kerajaan dengan perlengkapannya.
Elarion berdiri tidak jauh darinya.
“Kau benar-benar pergi hari ini?”
Elyon mengangguk.
“Aku harus kembali ke Lunaris.”
“Masih memikirkan kejadian di lembah?”
Elyon tersenyum tipis.
“Bagaimana mungkin tidak?”
Ia menatap ke arah istana.
“Cahaya itu…”
Ia berhenti.
“Aku perlu memeriksa kembali catatan lama.”
Elarion mengangguk.
“Perpustakaan kerajaan?”
“Ya.”
Elyon menaikkan tasnya ke bahu.
“Aku ingin melihat kembali beberapa catatan mengenai Light Magic kuno.”
Kemudian ia menatap Elarion.
“Dan mungkin…”
Tatapannya menjadi serius.
“…aku menemukan jawabannya di sana.”
***
Perjalanan menuju Lunaris berlangsung cukup lancar.
Namun begitu Elyon tiba di wilayah kerajaan—
seseorang langsung berlari ke arahnya.
“Elyon!”
Elyon berhenti.
Sylvester datang dengan napas terburu-buru.
“Ada apa?”
“Kau harus segera kembali ke istana.”
Elyon mengerutkan kening.
“Kenapa?”
Sylvester menatapnya serius.
“Ada pergerakan besar.”
“Di mana?”
“Ruangan Kristal."
Elyon terdiam.
“…”
Sylvester melanjutkan.
“Pergerakannya terjadi kemarin.”
“Energinya sangat besar.”
Elyon langsung teringat sesuatu.
Fiona.
Cahaya itu.
Dan perubahan yang terjadi di lembah.
“Seberapa besar?”
Sylvester menggeleng.
“Sulit dijelaskan.”
Ia menarik napas.
“Raja dan Ratu sudah mengetahuinya.”
“Mereka sedang menunggumu.”
Elyon menatap istana Lunaris di kejauhan.
Kemudian—
matanya perlahan menyipit.
“Kristal itu…”
Ia bergumam.
“Bergerak pada waktu yang sama dengan…”
Ia berhenti.
Tidak menyelesaikan kalimatnya.
Namun pikirannya sudah mulai menghubungkan semuanya.
Cahaya Fiona.
Kristal raksasa.
Pergerakan energi kuno.
Pengendalian Sihir Cahaya.
“Tidak mungkin kebetulan.”
Sylvester menatapnya.
“Apa?”
Elyon menggeleng.
“Tidak ada.”
Ia mulai berjalan.
“Bawa aku kepada Raja dan Ratu.”
***
Sementara itu—
di Veyth.
Darrien sedang berjalan menyusuri koridor.
Ia berhenti.
Menggunakan indranya.
“…”
Ia merasakan aura Fiona.
Namun bukan dari dalam istana.
Darrien mengerutkan kening.
“Dia di luar.”
Ia mengikuti arah auranya.
Semakin dekat—
semakin jelas.
Kemudian ia tiba di taman kerajaan.
Darrien melihat sekeliling.
Tidak ada Fiona.
Ia terus berjalan.
Sampai akhirnya—
ia melihat sebuah pohon besar.
Di bawahnya—
Fiona sedang tidur.
Lagi.
Darrien terdiam.
“…”
Ia menghela napas.
“Tidur lagi.”
Di dekat Fiona—
dua elf kecil sedang terbang.
Mereka bergerak di antara bunga-bunga.
Salah satunya berputar di atas kepala Fiona.
Yang lainnya duduk di sebuah dahan.
Darrien memperhatikan mereka.
Ia belum pernah melihat dua makhluk kecil itu sebelumnya.
Namun Fiona tampaknya tidak terganggu.
Ia tidur dengan tenang.
Darrien berjalan mendekat.
Ia berjongkok di samping Fiona.
“Fiona.”
Tidak ada jawaban.
Darrien tersenyum kecil.
“Benar-benar…”
Ia menghela napas.
Kemudian menyentuh rambut Fiona dengan lembut.
Fiona hanya bergerak sedikit dalam tidurnya.
Salah satu tiny elf terbang mendekat.
Kemudian berputar mengelilingi Darrien.
Darrien menatapnya.
“Kalian lagi?”
Tiny elf itu tertawa kecil.
Darrien mengangkat alis.
Ia tidak mengerti apa yang dikatakannya.
Namun entah kenapa—
makhluk kecil itu tidak terasa asing.
Ia kembali menatap Fiona.
“Bangun.”
Fiona tetap tidur.
Darrien menghela napas.
“Kalau begini…”
Ia bersiap mengangkat tubuh Fiona.
Namun sebelum melakukannya—
dua tiny elf itu saling memandang.
Kemudian terbang bersama menuju bagian taman yang lebih dalam.
Darrien memperhatikan mereka.
“Apa kalian ingin aku mengikuti?”
Mereka berhenti.
Kemudian kembali tertawa kecil.
Darrien menggeleng.
“Belum.”
Ia mengangkat Fiona ke dalam pelukannya.
“Dia harus bangun dulu.”
Fiona bersandar nyaman di dadanya.
Masih tidur.
Tidak tahu bahwa—
di tempat lain,
Elyon baru saja kembali ke Lunaris untuk mencari jawaban tentang cahaya yang keluar dari tubuhnya.
Dan perlahan—
dua kerajaan mulai menyadari bahwa sesuatu yang jauh lebih besar daripada mereka sedang bergerak.
