Password reset is available in the NovelPlus App.
Use the app to securely reset your password.
Reset in App
Series
382
Get the app for full experience
BAB 153
AKHIRNYA KEMBALI
Latihan masih berlangsung.
Fiona bergerak ke samping.
Cahaya keemasan mengikuti gerakannya.
Darrien segera mengejar.
Bayangan gelap muncul dari bawah kakinya.
Fiona melompat.
Sebuah penghalang cahaya muncul tepat di tempat ia sebelumnya berdiri.
**BOOM!**
Sihir Darrien menghantam penghalang tersebut.
Fiona tersenyum.
“Lambat.”
Darrien tertawa.
“Kau semakin cepat.”
“Karena aku berlatih.”
“Begitu juga aku.”
Darrien kembali bergerak.
Fiona mengangkat tangannya.
Cahaya dan kegelapan kembali bertabrakan.
***
Tidak jauh dari sana—
Elarion berdiri dengan kedua tangan terlipat.
Ia sudah cukup lama melihat mereka.
Sesekali ia menghela napas.
Namun ada senyum kecil di wajahnya.
Mereka memang berubah.
Enam tahun latihan membuat gerakan keduanya jauh lebih matang.
Dan sekarang—
mereka bahkan bisa menggunakan sihir sambil tetap menjaga ritme satu sama lain.
Elarion menggeleng.
“Kalau mereka terus seperti ini…”
Ia melihat ledakan kecil di depan.
**BOOM!**
“…area latihan akan rusak.”
***
Di tempat lain—
Elyon masih mengamati dari kejauhan.
Ia tidak lagi hanya memperhatikan Fiona.
Kini ia juga memperhatikan interaksi antara Light Magic dan Dark Magic.
Setiap kali cahaya Fiona bertemu dengan sihir Darrien—
reaksinya berbeda.
Tidak seperti dua energi yang saling menghancurkan.
Mereka justru seperti saling mendorong dan menyesuaikan.
Elyon menyipitkan mata.
“Menarik…”
Ia kembali mengamati.
***
Kemudian—
suara langkah kaki terdengar dari arah jalan utama.
Beberapa orang muncul dari kejauhan.
Rowan berjalan paling depan.
Kevin di sampingnya.
Ace mengikuti dari belakang.
Ketiganya terlihat—
sangat lelah.
Rowan menghela napas panjang.
“Akhirnya…”
Kevin menjawab dengan suara lemah.
“Aku tidak ingin melihat istana lagi.”
Ace mengangguk.
“Setuju.”
Mereka berjalan beberapa langkah lagi.
Kemudian mendengar suara ledakan.
**BOOM!**
Ketiganya berhenti.
Mereka menoleh.
Di area latihan—
Fiona dan Darrien masih bertarung.
Cahaya dan kegelapan memenuhi udara.
Rowan terdiam.
Kevin berkedip.
Ace menghela napas.
“Setidaknya mereka bersenang-senang.”
Kevin melihat mereka.
“Kita pergi berhari-hari?”
Rowan menggeleng.
“Tidak.”
“Rasanya seperti berbulan-bulan.”
Ace mengangguk.
“Benar.”
Mereka bertiga hampir berjalan melewati area tersebut.
Namun Fiona melihat mereka.
“Rowan!”
Fiona menghentikan gerakannya.
Darrien juga berhenti.
Ketiganya mengangkat tangan dengan lemah.
“Halo…”
Fiona tersenyum.
“Kalian akhirnya pulang.”
Kevin menghela napas.
“Jangan tanyakan apa yang terjadi di istana.”
Elarion yang berdiri tidak jauh dari sana tertawa kecil.
“Sepertinya sangat melelahkan.”
Rowan menatapnya.
“Kau tidak tahu.”
Kevin menunjuk Elarion.
“Dan kami membawa berita.”
Elarion mengangkat alis.
“Berita?”
Ketiganya saling berpandangan.
Kemudian Rowan berkata,
“Dari Yang Mulia.”
Darrien dan Fiona saling menatap.
Latihan mereka akhirnya benar-benar berhenti.
Elarion juga menjadi serius.
Elyon dari kejauhan ikut memperhatikan.
Setelah berhari-hari berada di istana—
akhirnya trio kembali.
Dan mereka membawa sesuatu yang mungkin akan mengubah arah penelitian mereka berikutnya.
