137. Wajah Yang Terungkap

Romance Series 382

BAB 137
WAJAH YANG TERUNGKAP

Hutan yang tadi dipenuhi suara tawa kini berubah menjadi sunyi.

Sangat sunyi.

Pemimpin vampir berdiri beberapa langkah dari Darrien.

Wajahnya tidak lagi menunjukkan kesombongan.

Kedua bawahannya bahkan sudah tidak mampu bergerak.

Darrien mengangkat tangannya.

Energi gelap mengalir di sekeliling tubuhnya.

Bukan sekadar sihir biasa.

Sihir yang jauh lebih tua.

Lebih berat.

Lebih liar.

Dan terasa asing bagi para vampir tersebut.

Pemimpin vampir mundur.

“Apa…”

Darrien menghilang dari tempatnya.

Dalam sekejap—

ia sudah berada di depan salah satu vampir.

Satu gerakan tangannya.

Sebuah tebasan energi gelap melintas.

**CRAAASH!**

Vampir itu bahkan tidak sempat berteriak.

Tubuhnya lenyap dalam ledakan energi.

Vampir kedua membeku.

“Apa yang—”

Darrien sudah berada di belakangnya.

Satu tebasan lagi.

**BOOM!**

Sosok kedua menghilang ke dalam kegelapan.

Pemimpin mereka menatap kedua tempat tersebut dengan wajah pucat.

“Mustahil…”

Ia berbalik.

Berlari.

Namun Darrien muncul di hadapannya.

Pemimpin vampir berhenti mendadak.

Darrien menatapnya.

Tatapannya dingin.

Tidak ada sedikit pun belas kasihan.

“Bukankah tadi kau ingin memakanku?”

Pemimpin vampir mundur.

“Tu-tunggu…”

Darrien mengangkat tangannya.

Energi gelap berkumpul.

Namun sebelum ia menyerang—

“Darrien!”

Suara Fiona terdengar.

Darrien berhenti.

Fiona telah berhasil melepaskan diri dari ikatan sihir.

Ia langsung berlari ke arahnya.

“Darrien!”

Ia memeluknya erat.

Darrien membeku.

Energi di sekeliling tubuhnya masih berputar liar.

Namun Fiona tidak melepaskannya.

“Aku aman.”

Ia menangis.

“Aku baik-baik saja.”

Darrien menunduk.

“Fiona…”

“Aku di sini.”

Tangannya menggenggam pakaian Darrien.

“Aku tidak apa-apa.”

Napas Darrien perlahan berubah.

Energi yang mengamuk di sekeliling tubuhnya mulai berkurang.

Fiona tetap memeluknya.

“Sudah…”

Ia menangis di dadanya.

“Jangan marah lagi.”

Darrien menutup matanya.

Beberapa saat kemudian—

energi gelap itu akhirnya mereda.

Hutan kembali sunyi.

Pemimpin vampir yang tersisa tidak berani bergerak.

Darrien membuka mata.

Tatapannya kembali lebih tenang.

Namun ketika ia menoleh kepada vampir tersebut—

satu gelombang energi kecil membuat vampir itu langsung mundur.

Darrien tidak mengejarnya.

Ia hanya berkata,

“Pergi.”

Pemimpin vampir tidak membutuhkan perintah kedua.

Ia langsung menghilang ke dalam kegelapan.

***

Beberapa saat kemudian—

suara langkah kaki terdengar dari kejauhan.

Elarion tiba lebih dulu bersama Rowan, Kevin, dan Ace.

Mereka berhenti ketika melihat keadaan hutan.

Pohon-pohon tumbang.

Tanah retak.

Bekas energi gelap masih memenuhi udara.

Elarion terdiam.

“Apa yang terjadi di sini…?”

Kevin melihat sekeliling.

“Mana vampirnya?”

Ace menunjuk bekas ledakan.

“Sepertinya mereka sudah tidak ada.”

Rowan kemudian melihat Darrien dan Fiona.

“Kalian berdua…”

Fiona masih memeluk Darrien.

Namun ketika mereka melihat wajah Darrien—

keempatnya terdiam.

Elarion melangkah maju.

“Darrien…”

Darrien mengangkat kepala.

Fiona perlahan melepaskan pelukannya.

Dan saat itulah—

mereka semua melihatnya.

Wajah Darrien telah berubah.

Tidak ada lagi bayangan sihir yang selama ini menutupi wajahnya.

Rambutnya masih sama.

Namun bentuk wajahnya kini terlihat lebih tajam.

Telinganya sedikit meruncing.

Mata yang sebelumnya tampak seperti mata manusia kini memiliki kilau yang berbeda.

Dan aura yang keluar darinya—

jelas bukan aura manusia biasa.

Elarion membeku.

Kevin tidak berkata apa-apa.

Ace bahkan lupa menutup mulutnya.

Rowan menatap Darrien dalam diam.

Kemudian—

suara langkah lain terdengar dari belakang mereka.

Elyon tiba.

Ia berhenti begitu melihat Darrien.

Untuk beberapa detik—

bahkan Elyon tidak mengatakan apa-apa.

Tatapannya tertuju pada wajah Darrien.

Kemudian pada energi gelap yang masih tersisa di udara.

Elyon menarik napas perlahan.

“Jadi…”

Ia menatap Darrien.

“Ini wajah aslimu.”

Darrien menatap mereka semua.

Ia sendiri masih terlihat bingung.

“Aku…”

Tangannya menyentuh wajahnya.

“Kenapa?”

Elarion tidak menjawab.

Ia hanya menatapnya.

Karena untuk pertama kalinya—

mereka tidak lagi melihat wajah seorang pemuda yang diselimuti segel.

Mereka melihat wajah yang selama ini tersembunyi.

Wajah seorang Dark Elf.

Dan pada saat yang sama—

semua petunjuk tentang sang pangeran yang hilang terasa semakin dekat.

Namun belum ada seorang pun yang berani mengucapkan kesimpulan.

Malam itu—

mereka akhirnya melihat Darrien yang sebenarnya.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience