149. Petunjuk Yang Semakin Dekat

Romance Series 382

BAB 149
PETUNJUK YANG SEMAKIN DEKAT

Di istana Veyth—

waktu telah berlalu cukup lama sejak Rowan, Kevin, dan Ace pertama kali menghadap Yang Mulia.

Namun pembicaraan mereka masih belum selesai.

Beberapa dokumen telah memenuhi meja.

Raja Edward membaca satu demi satu catatan lama.

Ratu Gloria berdiri di sampingnya.

“Jadi…”

Gloria menatap Rowan.

“Segel itu benar-benar pecah ketika Darrien kehilangan kendali?”

“Benar, Yang Mulia.”

“Dan setelah itu?”

Kevin menjawab,

“Kekuatan yang selama ini tersegel keluar sepenuhnya.”

Ace menambahkan,

“Dua vampir langsung hancur.”

Edward mengangkat pandangan.

“Dalam satu serangan?”

Ace mengangguk.

“Ya.”

Edward kembali melihat dokumen.

Kemudian ia berkata,

“Ini jauh lebih besar dari yang kita perkirakan.”

Rowan mengangguk.

“Dan ada hal lain.”

Edward menatapnya.

“Apa?”

Rowan membuka catatan lain.

“Elyon menyadari bahwa energi Darrien memiliki kemiripan dengan energi sihir keluarga kerajaan.”

Gloria terdiam.

Edward juga tidak langsung menjawab.

Beberapa saat kemudian—

Gloria berkata pelan,

“Jadi bukan hanya wajahnya.”

Rowan mengangguk.

“Benar.”

Kevin menambahkan,

“Namun Elyon belum mengetahui hubungan Darrien dengan kerajaan.”

“Bagus,” kata Edward.

Ace mengangkat alis.

“Yang Mulia yakin?”

Edward mengangguk.

“Untuk saat ini.”

Ia menutup salah satu dokumen.

“Kita masih belum memiliki bukti yang cukup untuk mengungkapkannya.”

Gloria mengambil sebuah catatan lama.

“Namun petunjuk yang kita miliki semakin banyak.”

Ia membacanya perlahan.

“Seorang anak yang menghilang…”

“Usia yang sesuai…”

“Penampilan yang berubah…”

“Dan energi yang memiliki hubungan dengan keluarga kerajaan.”

Ia berhenti.

“Semua ini terlalu banyak untuk dianggap kebetulan.”

Rowan menunduk.

“Itulah yang kami pikirkan.”

Edward berjalan menuju jendela.

Ia memandang halaman istana.

“Selama bertahun-tahun…”

Ia berbicara pelan.

“kami mencari anak itu.”

Gloria berdiri di belakangnya.

“Dan sekarang…”

Ia menarik napas.

“mungkin dia sudah berada sangat dekat dengan kita.”

Ruangan kembali sunyi.

Ace akhirnya berkata,

“Yang Mulia…”

Edward menoleh.

“Ya?”

“Jika Darrien memang…”

Ace berhenti.

Ia tidak menyelesaikan kalimatnya.

Edward memahami maksudnya.

“Jangan ucapkan dulu.”

Ace mengangguk.

Edward kembali menatap jendela.

“Kita tidak boleh membuat kesimpulan sebelum waktunya.”

Rowan berkata,

“Lalu apa yang harus kami lakukan?”

Edward berpikir sejenak.

“Teruskan penelitian.”

“Cari semua catatan mengenai sang pangeran.”

“Termasuk catatan tentang segel.”

“Catatan mengenai sihir keluarga.”

“Dan siapa pun yang mungkin mengetahui kejadian pada malam ia menghilang.”

Gloria menambahkan,

“Jangan abaikan petunjuk sekecil apa pun.”

Kevin mengangguk.

“Baik, Yang Mulia.”

Edward kemudian melihat mereka bertiga.

“Dan satu lagi.”

“Jaga Darrien dan Fiona.”

Rowan sedikit terkejut.

“Karena vampir?”

“Bukan hanya vampir.”

Edward menatapnya serius.

“Jika berita mengenai kekuatan Darrien menyebar…”

Ia berhenti.

“Orang-orang lain mungkin akan mulai mencarinya.”

Ketiganya memahami maksudnya.

Rowan membungkuk.

“Kami akan menjaga mereka.”

Edward mengangguk.

“Bagus.”

Ia kembali melihat dokumen di tangannya.

Untuk pertama kalinya—

pencarian sang pangeran tidak lagi terasa seperti mencari seseorang yang telah hilang selama bertahun-tahun.

Kini mereka mungkin hanya sedang mencari cara untuk membuktikan—

bahwa orang yang mereka cari selama ini…

telah kembali.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience