130. Petunjuk Ketiga

Romance Series 382

BAB 130
PETUNJUK KETIGA

Perpustakaan Kerajaan kembali menjadi tempat pencarian mereka.

Rowan, Kevin, dan Ace telah berada di bagian arsip sejak pagi.

Tumpukan dokumen semakin tinggi.

Namun semakin banyak mereka membaca—

semakin banyak pertanyaan muncul.

“Tidak ada apa-apa.”

Ace menjatuhkan satu dokumen ke meja.

“Catatan ini hanya membahas penjagaan istana.”

Kevin mengambilnya.

“Coba yang ini.”

Rowan masih terus mencari.

Ia membuka sebuah lemari arsip yang lebih tua.

Beberapa dokumen di dalamnya bahkan tidak memiliki label yang jelas.

“Ini…”

Rowan menarik sebuah buku catatan tipis.

Sampulnya sudah rusak.

Namun terdapat lambang kerajaan lama di bagian belakangnya.

Kevin mendekat.

“Apa itu?”

“Catatan saksi.”

Rowan membuka halaman pertama.

Sebagian besar isinya telah memudar.

Namun beberapa bagian masih dapat dibaca.

Ia membalik halaman.

Kemudian berhenti.

“Temuan baru.”

Ace segera mendekat.

Rowan membaca perlahan.

“Seorang saksi mengaku melihat seorang anak laki-laki di luar wilayah istana pada malam setelah hilangnya sang pangeran.”

Kevin terdiam.

“Setelah?”

Rowan mengangguk.

“Menurut catatan ini, saksi tersebut melihat seorang anak yang ditemani seseorang.”

Ace mengerutkan kening.

“Siapa orang itu?”

Rowan membaca bagian berikutnya.

“Tidak diketahui.”

Kevin menunjuk catatan tersebut.

“Lalu anak itu?”

Rowan melanjutkan.

“Saksi mengatakan anak tersebut memiliki ciri yang menyerupai sang pangeran.”

Ace langsung menatapnya.

“Menyerupai?”

“Ya.”

Rowan membalik halaman.

Namun halaman berikutnya rusak.

Hanya beberapa kalimat yang masih terlihat.

“Wajah…”

Ia berhenti.

“Apa?”

Rowan membaca kembali.

“Wajah anak tersebut tidak dapat dikenali dengan jelas.”

Kevin mengerutkan kening.

“Kenapa?”

Rowan menunjukkan bagian bawah halaman.

“Menurut saksi…”

Ia menarik napas.

“…wajah anak itu tampak berbeda.”

Ruangan menjadi sunyi.

Ace menatap Kevin.

Kevin menatap Rowan.

“Berbeda bagaimana?”

“Tidak dijelaskan.”

Rowan membalik halaman berikutnya.

Ada catatan tambahan dengan tinta yang lebih baru.

**“Kesaksian dianggap tidak dapat dipercaya karena tidak ada bukti bahwa anak tersebut adalah sang pangeran.”**

Kevin menghela napas.

“Jadi mereka mengabaikannya.”

“Ya.”

Ace mengambil dokumen tersebut.

“Tunggu.”

Ia menunjuk satu bagian kecil.

“Di sini.”

Rowan melihatnya.

Ada kalimat yang hampir tertutup noda tinta.

**“Namun energi anak tersebut dilaporkan memiliki kesamaan dengan aura kerajaan.”**

Ketiganya terdiam.

Kevin perlahan duduk.

“Jadi…”

Ace menyelesaikan kalimatnya.

“Ada seseorang yang melihat anak itu setelah sang pangeran dinyatakan hilang.”

Rowan mengangguk.

“Dan wajahnya berbeda.”

Kevin menatap dokumen tersebut.

“Kalau petunjuk kedua mengatakan energi sang pangeran mungkin ditekan…”

Ia berhenti.

Ace melanjutkan.

“…maka perubahan wajah itu mungkin bukan kebetulan.”

Rowan menutup dokumen.

“Jangan mengambil kesimpulan dulu.”

“Tapi ini terlalu dekat dengan apa yang terjadi pada Darrien.”

Kevin mengangguk.

“Benar.”

Mereka bertiga terdiam.

Petunjuk pertama membuat mereka bertanya apakah Darrien adalah pewaris yang hilang.

Petunjuk kedua menunjukkan kemungkinan adanya sihir penyegelan atau penyamaran.

Dan sekarang—

petunjuk ketiga memberikan sesuatu yang jauh lebih mengganggu.

Seorang saksi pernah melihat seorang anak yang mungkin adalah sang pangeran—

setelah malam kehilangannya.

Namun anak itu memiliki wajah yang berbeda.

Rowan berdiri.

“Kita harus membawa ini kepada Yang Mulia.”

Kevin mengangguk.

“Dan Elarion.”

Ace mengambil salinannya.

“Sekarang kita punya alasan yang lebih kuat untuk membandingkan segel Darrien.”

Rowan menatap dokumen tua itu sekali lagi.

Namun sebelum mereka meninggalkan ruangan—

Kevin berkata,

“Jika saksi itu benar…”

Ia menatap kedua rekannya.

“Berarti sang pangeran mungkin tidak langsung hilang malam itu.”

Tidak ada yang menjawab.

Karena untuk pertama kalinya—

mereka mulai mempertanyakan seluruh kronologi hilangnya sang pangeran.

Dan mungkin—

catatan kerajaan selama bertahun-tahun telah salah sejak awal.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience