38. Kabar Dari Pewaris Yang Hilang

Romance Series 94

BAB 38
KABAR DARI PEWARIS YANG HILANG

Jauh di sebelah utara Lunareth, berdiri sebuah kerajaan yang tersembunyi di balik pegunungan gelap.

Kerajaan bangsa Dark Elf.

Istana Veyth berdiri megah di tengah kota, dikelilingi menara hitam dan kristal ungu yang menerangi malam.

Di salah satu ruang pribadi istana, seorang pria dan wanita sedang duduk bersama.

King Edward Veyth.

Queen Gloria Veyth.

Mereka telah menjadi pasangan selama bertahun-tahun.

Namun ada satu hal yang tidak pernah berubah dalam hidup mereka.

Kehilangan seorang anak.

Seorang pewaris.

Putra mereka yang menghilang bertahun-tahun lalu.

Malam itu, sebuah kristal hitam tiba-tiba menyala di atas meja.

Gloria langsung menoleh.

“Itu kristal komunikasi kerajaan.”

Edward berdiri.

“Dari siapa?”

Cahaya kristal membentuk bayangan seseorang.

Ace.

Ia segera berlutut.

“Yang Mulia.”

Edward mendekat.

“Ace. Apa yang terjadi?”

Ace menundukkan kepalanya.

“Aku menemukan seseorang yang kemungkinan besar adalah…”

Ia berhenti sejenak.

“…Pangeran.”

Ruangan langsung sunyi.

Gloria berdiri.

“Apa?”

Edward tidak bergerak.

Tatapannya menjadi tajam.

“Ulangi.”

Ace menarik napas.

“Aku menemukan seorang anak laki-laki di wilayah dekat Akasia.”

“Usianya sesuai dengan perkiraan usia Pangeran sekarang.”

Edward mengepalkan tangannya.

“Dan kau yakin?”

“Belum sepenuhnya.”

Ace menjawab hati-hati.

“Namun auranya…”

Ia berhenti.

“Memiliki karakteristik yang sangat mirip dengan garis darah Veyth.”

Gloria menutup mulutnya dengan tangan.

Air mata mulai menggenang di matanya.

“Tidak…”

Suaranya bergetar.

“Setelah selama ini…”

Edward menatap kristal itu.

“Ceritakan semuanya.”

Ace menjelaskan apa yang telah ia lihat.

Tentang anak laki-laki itu.

Tentang hawa dingin yang muncul dari tubuhnya.

Tentang kemampuannya.

Tentang bagaimana ia hidup bersama seorang Elf pengembara bernama Elarion.

Dan tentang bagaimana anak itu sendiri tidak mengetahui siapa dirinya.

Edward terdiam lama.

“Apakah dia tahu tentang keluarganya?”

“Tidak.”

Gloria menatap Edward.

“Edward…”

Edward tidak menjawab.

Ia masih menatap kristal.

“Apakah kau melihat tanda kerajaan?”

Ace menggeleng.

“Belum.”

“Apakah ada kemungkinan kau salah?”

“Ada.”

Ace menunduk.

“Itulah sebabnya aku belum meminta siapa pun datang.”

Edward mengangguk perlahan.

“Kau benar.”

Gloria menatap suaminya.

“Tapi bagaimana jika itu benar-benar dia?”

Edward akhirnya menoleh kepadanya.

“Kalau itu putra kita…”

Suaranya sedikit bergetar.

“…maka kita akan menemukannya.”

Gloria menitikkan air mata.

“Setelah bertahun-tahun…”

Edward menggenggam tangannya.

Namun ia tetap tenang.

“Jangan terburu-buru.”

Ia kembali menatap Ace.

“Terus awasi dia.”

“Jangan dekati terlalu jauh.”

“Jangan membuatnya takut.”

Ace mengangguk.

“Baik, Yang Mulia.”

“Dan jangan beri tahu siapa pun sebelum kita mendapatkan kepastian.”

“Dimengerti.”

Edward terdiam sejenak.

Kemudian bertanya,

“Ace.”

“Ya, Yang Mulia?”

“Bagaimana keadaannya?”

Ace tampak sedikit terkejut dengan pertanyaan itu.

“Dia…”

Ia tersenyum tipis.

“Sepertinya baik-baik saja.”

“Dia hidup bersama seorang gadis.”

Edward mengangkat alis.

“Gadis?”

“Namanya Fiona.”

Gloria menatap Ace.

“Apakah gadis itu keluarganya?”

Ace menggeleng.

“Tidak.”

“Mereka hanya tumbuh bersama.”

Gloria terdiam.

Kemudian ia tersenyum samar melalui air matanya.

“Setidaknya… dia tidak sendirian.”

Edward juga tersenyum kecil.

Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, ruangan itu terasa sedikit lebih hangat.

Mereka belum menemukan putra mereka.

Belum sepenuhnya.

Namun untuk pertama kalinya…

mereka memiliki harapan.

Harapan bahwa anak yang selama ini mereka tangisi mungkin masih hidup.

Di sisi lain Lunareth, Ace mematikan kristal komunikasinya.

Ia kembali menatap rumah kecil di tengah hutan.

“Pangeran…”

Ia tersenyum tipis.

“Semoga aku benar.”

Kemudian ia kembali menghilang di antara pepohonan.

Menunggu.

Mengawasi.

Dan memastikan bahwa kali ini…

ia tidak akan kehilangan jejak pewaris yang telah dicari kerajaan selama bertahun-tahun.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience