140. Malam Yang Panjang

Romance Series 382

BAB 140
MALAM YANG PANJANG

Malam semakin larut.

Setelah pembicaraan panjang mengenai kejadian di hutan, akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat.

Besok—

Rowan, Kevin, dan Ace harus kembali menghadap Yang Mulia.

Sementara penelitian Elarion juga masih menunggu.

Satu per satu mereka meninggalkan ruang utama.

Darrien dan Fiona berjalan berdampingan menuju kamar.

Tangan mereka masih saling menggenggam.

Tidak ada yang berbicara.

Namun suasana di antara mereka terasa berbeda setelah kejadian malam itu.

Begitu sampai di depan kamar—

Fiona hendak melepaskan tangannya.

Namun Darrien tidak melepaskannya.

Fiona menoleh.

“Darrien?”

Darrien hanya menatapnya.

“Apa?”

“Aku ingin bersamamu sedikit lebih lama.”

Fiona tersenyum kecil.

“Bukankah kita sudah bersama sepanjang hari?”

“Belum cukup.”

Fiona tertawa pelan.

“Kau aneh.”

“Mungkin.”

Darrien menariknya perlahan ke dalam pelukannya.

Fiona tidak menolak.

Ia menyandarkan kepala di dadanya.

Beberapa saat mereka hanya diam.

Tidak ada pembicaraan mengenai segel.

Tidak ada mengenai kerajaan.

Tidak ada mengenai vampir.

Hanya mereka berdua.

Darrien mengusap rambut Fiona perlahan.

“Tadi…”

Ia berhenti.

Fiona mendongak.

“Apa?”

“Ketika mereka membawamu pergi…”

Suaranya menjadi lebih rendah.

“Aku benar-benar takut.”

Fiona terdiam.

Kemudian ia memeluknya lebih erat.

“Aku juga takut.”

Darrien memejamkan mata.

“Maaf.”

“Untuk apa?”

“Aku tidak bisa melindungimu sejak awal.”

Fiona menggeleng.

“Kau datang.”

“Ya.”

“Dan kau menemukan aku.”

Fiona tersenyum kecil.

“Itu sudah cukup.”

Darrien menatapnya.

Kemudian memeluknya lagi.

Lebih erat.

“Kalau begitu…”

Ia menghela napas.

“Biarkan aku memelukmu sedikit lebih lama.”

Fiona tersenyum.

“Baik.”

Mereka tetap seperti itu beberapa saat.

Sampai akhirnya Fiona menguap.

Darrien tertawa kecil.

“Sudah mengantuk?”

“Sedikit.”

“Kalau begitu tidur.”

Fiona masih tidak melepaskan pelukannya.

“Besok kau juga harus tidur.”

“Aku tahu.”

“Jangan berpikir terlalu banyak tentang segel.”

“Akan kucoba.”

“Dan jangan memaksakan kekuatanmu.”

Darrien tersenyum.

“Aku akan mencoba.”

Fiona menatapnya.

“Kau selalu bilang begitu.”

“Karena kau selalu mengingatkanku.”

Fiona tertawa kecil.

Akhirnya mereka masuk ke kamar.

Malam itu—

untuk pertama kalinya setelah kekacauan panjang,

mereka tidak membicarakan masa lalu.

Tidak mencari jawaban.

Tidak memikirkan kerajaan.

Mereka hanya beristirahat.

Besok—

akan menjadi hari yang panjang lagi.

Karena trio penjaga kerajaan harus kembali menghadap Yang Mulia.

Dan kali ini—

mereka membawa lebih banyak rahasia daripada sebelumnya.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience