Password reset is available in the NovelPlus App.
Use the app to securely reset your password.
Reset in App
Completed
594
Get the app for full experience
BAB 370 — KEMBALI KE VEYTH
Pagi akhirnya tiba.
Cahaya matahari perlahan menyinari Istana Lunaris.
Hari terakhir mereka di Lunaris telah berakhir.
Semua persiapan sudah selesai.
Barang-barang telah dikumpulkan.
Tidak ada yang tertinggal.
Satu demi satu—
mereka mulai berkumpul di pusat teleportasi Istana Lunaris.
Zeith dan Seraphine sudah berada di sana.
Keduanya berdiri di depan lingkaran teleportasi sambil memandang rombongan yang akan segera pergi.
Ace dan Rowan memastikan tidak ada barang mereka yang tertinggal.
Elarion berdiri dengan santai.
Darrien berada di samping Fiona.
Dan Elyon—
berdiri dengan tenang sambil membawa barang-barangnya sendiri.
Zeith kemudian menatap Elyon.
“Kau ikut mereka ke Veyth?”
Elyon mengangguk.
“Untuk sementara.”
Zeith tersenyum.
“Baik.”
Ia kemudian menatapnya beberapa saat.
“Setelah semua bantuanmu dalam memperbaiki sejarah Lunaris dan Veyth…”
Zeith menghela napas.
“…kau berhak mendapatkan liburan panjang.”
Elyon terdiam.
“Liburan?”
Seraphine tersenyum.
“Anggap saja sebagai hadiah.”
Elyon mengangkat alis.
“Berapa lama?”
Zeith tertawa kecil.
“Selama yang kau perlukan.”
Ace langsung menoleh.
“Yang Mulia, saya juga membantu.”
Zeith menatap Ace.
“Dalam hal apa?”
Ace terdiam.
Rowan langsung menjawab.
“Dia membantu membuat suasana lebih ramai.”
Elarion tertawa.
Zeith mengangguk serius.
“Kalau begitu kau juga sudah melakukan pekerjaanmu.”
Ace tersenyum puas.
“Benar.”
Zeith melanjutkan,
“Dengan cara tidak sengaja.”
Ace:
“…”
Semua tertawa.
***
Fiona kemudian berdiri di tengah lingkaran teleportasi.
Ia melihat semua orang.
“Sudah siap?”
Darrien mengangguk.
“Ya.”
Ace dan Rowan juga masuk.
Elarion mengikuti.
Elyon berdiri di belakang mereka.
Darrien kemudian melihat lingkaran teleportasi Lunaris.
Namun Fiona menggeleng.
“Kita tidak akan menggunakan itu.”
Darrien menatapnya.
“Tidak?”
Fiona tersenyum.
“Aku yang akan membawa kita.”
Ia mengangkat tangan.
Silver Leaf magic mulai muncul.
Cahaya lembut perlahan menyebar di sekitar mereka.
Darrien mengenali aura itu.
Magicure Fiona terasa begitu bersih.
Begitu tenang.
Namun—
begitu kuat.
Ia memperhatikan cara Fiona mengendalikan sihirnya.
Tidak ada gerakan berlebihan.
Tidak ada ketegangan.
Hanya satu rangkaian chanting.
Lembut.
Namun jelas.
Fiona menarik napas.
Kemudian mengucapkan mantra teleportasi.
“Silver Leaf…”
Cahaya semakin terang.
Angin berputar di sekitar mereka.
Zeith dan Seraphine mundur beberapa langkah.
Seraphine tersenyum.
“Hati-hati di perjalanan.”
Fiona mengangguk.
“Kami akan baik-baik saja.”
Zeith melihat Darrien.
“Jaga mereka.”
Darrien tersenyum.
“Aku akan.”
Kemudian—
Fiona menyelesaikan chanting-nya.
**WHOOSH!**
Cahaya Silver Leaf memenuhi seluruh area.
Tubuh mereka menghilang.
***
VEYTH
Di tempat lain—
lingkaran teleportasi Veyth telah disiapkan.
Edward dan Gloria sudah menunggu.
Mereka berdiri di dekat pusat teleportasi.
Sudah tiga hari sejak mereka kembali dari Lunaris.
Hanya tiga hari.
Namun keduanya tetap merasa seolah-olah sudah cukup lama menunggu.
Gloria tersenyum.
“Sebentar lagi.”
Edward mengangguk.
“Ya.”
Ia melihat lingkaran teleportasi.
“Mereka seharusnya tiba hari ini.”
Gloria tersenyum semakin lebar.
“Aku ingin melihat mereka.”
Edward tertawa kecil.
“Padahal baru tiga hari.”
Gloria menatapnya.
“Dan?”
Edward mengangkat tangan.
“Aku tidak mengatakan apa-apa.”
Gloria tersenyum puas.
Mereka kembali menunggu.
Kemudian—
sebuah cahaya lembut mulai muncul.
Silver Leaf magic.
Edward langsung berdiri lebih tegak.
Gloria tersenyum.
“Mereka datang.”
Cahaya semakin terang.
Angin berputar.
Dan—
**WHOOSH!**
Satu demi satu sosok muncul dari dalam teleportasi.
Fiona.
Darrien.
Elyon.
Elarion.
Ace.
Rowan.
Semuanya tiba dengan selamat.
Edward dan Gloria langsung menyambut mereka.
“Selamat datang kembali.”
Fiona tersenyum.
“Terima kasih.”
Gloria kemudian langsung melihat Darrien.
“Anakku.”
Darrien tersenyum.
“Ibu.”
Gloria langsung memeluknya.
Darrien sedikit terkejut.
Namun kemudian ia tertawa dan membalas pelukannya.
Edward juga mendekat.
Tangannya menepuk bahu Darrien.
“Bagaimana perjalanan kalian?”
Darrien mengangguk.
“Baik.”
Ace menjawab dari belakang.
“Selain latihan.”
Rowan langsung menambahkan,
“Dan memancing.”
Edward berkedip.
“Memancing?”
Ace mengangguk serius.
“Kami tidak mendapatkan apa pun.”
Gloria menahan tawa.
“Benarkah?”
Rowan mengangguk.
“Tidak satu pun.”
Edward tertawa.
“Setidaknya kalian bersenang-senang.”
Elarion mengangguk.
“Benar.”
Elyon tersenyum.
“Perjalanan ini cukup menyenangkan.”
Gloria memandang mereka satu per satu.
Kemudian—
senyumnya menjadi lebih hangat.
“Selamat datang kembali di Veyth.”
***
Darrien melihat sekeliling.
Udara Veyth terasa familiar.
Namun setelah beberapa hari di Lunaris—
ia merasa ada sesuatu yang berbeda.
Mungkin karena ia sekarang membawa lebih banyak pengalaman.
Lebih banyak pertanyaan.
Lebih banyak potongan mimpi.
Dan lebih banyak pemahaman mengenai dirinya sendiri.
Ia melirik Fiona.
Fiona juga melihat ke arahnya.
Tidak ada kata-kata.
Hanya senyum kecil.
Mereka sudah kembali ke Veyth.
Dan perjalanan berikutnya—
baru saja dimulai.
