142. Tanda Di Balik Bahu

Romance Series 382

BAB 142
TANDA DI BALIK BAHU

Latihan pagi akhirnya selesai.

Darrien dan Fiona berjalan menuju danau yang tidak jauh dari tempat latihan.

Airnya tenang.

Angin pagi berembus lembut.

Setelah pertarungan beberapa hari terakhir, suasana tenang seperti ini terasa menyenangkan.

Fiona duduk di tepi danau.

Darrien berdiri tidak jauh darinya.

Ia melepaskan pakaian luarnya yang sudah basah oleh keringat.

Fiona yang sedang menatap danau perlahan menoleh.

Kemudian—

diam.

Tatapannya berhenti pada Darrien.

Wajah yang selama ini tertutup segel kini terlihat jelas.

Garis wajahnya lebih tegas.

Rambutnya sedikit berantakan setelah latihan.

Tubuhnya juga terlihat lebih jelas setelah segel yang selama ini menekan energinya benar-benar hilang.

Fiona berkedip.

Sekali.

Dua kali.

Darrien menyadarinya.

“Kenapa?”

Fiona langsung mengalihkan pandangan.

“Tidak ada.”

“Kau melihatku.”

“Tidak.”

Darrien mengangkat alis.

“Kau jelas melihatku.”

Fiona memalingkan wajah.

“Aku hanya…”

Ia berhenti.

“…sedang melihat sesuatu.”

“Di belakangku?”

Fiona tertawa kecil.

“Bukan.”

Darrien duduk di dekatnya.

“Kalau begitu apa?”

Fiona menatapnya lagi.

Kali ini lebih lama.

Kemudian matanya tertuju pada bagian belakang bahu Darrien.

“Apa itu?”

Darrien menoleh.

“Apa?”

Fiona menunjuk bagian belakang bahunya.

“Di sana.”

Darrien mencoba melihat.

Namun tentu saja ia tidak bisa melihat bagian itu.

“Apa yang kau lihat?”

Fiona mendekat.

Ia mengamati dengan lebih teliti.

Di belakang bahu Darrien—

tepat di dekat tulang belikat—

terdapat sebuah tanda kecil.

Sangat samar.

Warnanya gelap.

Bentuknya aneh.

Fiona mengulurkan tangan.

“Boleh aku melihatnya?”

Darrien mengangguk.

Fiona menyentuh bagian tersebut dengan ujung jarinya.

Tanda itu terasa sedikit hangat.

Ia kemudian memperhatikannya lebih dekat.

Matanya membesar.

“Darrien…”

“Apa?”

“Ini seperti…”

Ia berhenti.

Bentuk tanda tersebut menyerupai sepasang sayap kecil.

Bukan sayap manusia.

Bentuknya lebih halus.

Lebih runcing.

Seperti sepasang sayap kecil milik kaum Elf.

Darrien menoleh.

“Apa maksudmu?”

Fiona menggeleng.

“Aku tidak tahu.”

Ia kembali mengamati tanda tersebut.

“Sepertinya baru muncul.”

Darrien terdiam.

“Baru?”

Fiona mengangguk.

“Aku tidak pernah melihatnya sebelumnya.”

Darrien menyentuh bahunya sendiri.

“Aku juga tidak merasakannya.”

Fiona kemudian berkata,

“Sepertinya muncul setelah segelmu pecah.”

Darrien terdiam.

Keduanya saling memandang.

Tidak ada yang langsung mengatakan apa-apa.

Fiona kembali melihat tanda tersebut.

Entah kenapa—

bentuk kecil itu terasa seperti sesuatu yang pernah ia lihat.

Namun ia tidak dapat mengingat di mana.

“Jangan bilang ke Elarion dulu.”

Darrien menatapnya.

“Kenapa?”

Fiona tersenyum kecil.

“Karena kalau dia tahu, kau akan kembali menjadi bahan penelitiannya.”

Darrien langsung menghela napas.

“Benar juga.”

Fiona tertawa.

Namun beberapa saat kemudian—

tatapannya kembali serius.

Ia menyentuh tanda kecil berbentuk sayap itu sekali lagi.

Ia tidak tahu apa artinya.

Namun tanpa mereka sadari—

tanda kecil tersebut mungkin merupakan salah satu petunjuk paling penting yang pernah muncul sejak pencarian sang pangeran dimulai.

Karena jauh di dalam arsip kerajaan—

terdapat sebuah catatan lama mengenai tanda yang sama.

Tanda kecil berbentuk sepasang sayap—

yang pernah dimiliki oleh pewaris Veyth ketika masih kecil.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience