200. Tekanan Yang Meningkat

Romance Series 382

BAB 200
TEKANAN YANG MENINGKAT

Darrien berdiri di dalam barrier.

Napasnya masih teratur.

Namun ia sudah mulai memahami satu hal—

Kevin tidak akan membiarkannya beristirahat terlalu lama.

Kevin berdiri beberapa langkah di depannya.

“Siap?”

Darrien menghela napas.

“Ya.”

“Bagus.”

Kevin langsung bergerak.

Tidak ada peringatan.

Darrien segera mengangkat tangannya.

**BAM!**

Serangan Kevin mengenai pertahanannya.

Darrien terdorong beberapa langkah.

Ia segera menstabilkan tubuhnya.

“Cepat sekali…”

Kevin sudah berada di depannya lagi.

Darrien menghindar.

Serangan kedua melewati sisi tubuhnya.

Darrien memutar tubuh dan membalas dengan pukulan.

Kevin menangkis.

Kemudian menyentuh bahu Darrien dengan dua jari.

“Kalau ini serangan sungguhan, kau sudah terluka.”

Darrien mendengus.

“Aku tahu.”

“Bagus.”

Kevin mundur.

“Sekali lagi.”

Darrien menatapnya.

“Kau benar-benar menikmati ini, ya?”

Kevin tersenyum.

“Sedikit.”

Di luar barrier—

Rowan langsung tertawa.

“Dia mulai menyadarinya.”

Ace mengangguk.

“Sudah terlambat.”

Fiona menutup mulutnya untuk menahan tawa.

Elarion hanya menghela napas.

“Kasihan Darrien.”

***

Darrien kembali mengambil posisi.

Kali ini ia tidak menunggu.

Dark Magic mengalir di sekitar kakinya.

Ia melesat maju.

Kevin menghindar.

Darrien mengubah arah.

Serangan kedua.

Kevin menangkis.

Darrien memanfaatkan jarak dekat itu untuk mengirimkan Dark Magic kecil dari telapak tangannya.

Kevin mundur.

Namun sebelum Darrien sempat mengejar—

Kevin sudah kembali menyerang.

Darrien mengangkat pertahanannya.

**BOOM!**

Tubuhnya terdorong.

Namun ia tetap berdiri.

Kevin mengangguk.

“Bagus.”

Darrien menarik napas.

“Kali ini aku tidak jatuh.”

“Memang.”

Kevin tersenyum.

“Karena kau mulai menggunakan kakimu dengan benar.”

Darrien melihat ke bawah.

Ia baru menyadari bahwa posisi kakinya memang jauh lebih stabil.

Kevin melanjutkan,

“Kekuatanmu besar.”

“Namun kalau tubuhmu tidak mampu mengikuti kekuatan itu…”

“kau akan tetap kalah.”

Darrien mengangguk.

“Aku mengerti.”

Kevin langsung berkata,

“Bagus.”

Ia mengambil posisi lagi.

“Sekarang ulangi.”

Darrien terdiam.

“…Apa?”

“Gerakan tadi.”

Darrien menghela napas.

“Kau tidak bisa memberiku waktu istirahat?”

“Bisa.”

Darrien langsung tersenyum.

“Benarkah?”

“Setelah sepuluh putaran.”

Darrien menatapnya kosong.

“…”

Di luar barrier—

Fiona langsung tertawa.

Rowan dan Ace juga ikut tertawa.

Elarion menggeleng.

“Dia benar-benar menemukan monster yang tepat untuk melatihnya.”

Darrien menatap mereka semua.

“Kalian tidak membantu!”

Fiona tersenyum.

“Semangat!”

Darrien menghela napas panjang.

Kemudian kembali mengambil posisi.

“Baik.”

Ia menatap Kevin.

“Sekali lagi.”

Kevin tersenyum puas.

“Begitu seharusnya.”

Latihan kembali dimulai.

Dan tanpa Darrien sadari—

setiap serangan, setiap langkah, dan setiap kesalahan yang diperbaikinya perlahan membuat tubuh dan sihirnya semakin terbiasa dengan kekuatan Dark Elf yang telah kembali.

Namun—

Kevin belum menunjukkan seluruh kemampuannya.

Belum.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience