Password reset is available in the NovelPlus App.
Use the app to securely reset your password.
Reset in App
Completed
594
Get the app for full experience
BAB 380 — KECEPATAN DAN SIHIR
Latihan belum berakhir.
Setelah beberapa saat hanya mengandalkan kecepatan dan movement—
Fiona mengubah ritme pertarungan.
Kali ini—
ia tidak hanya bergerak.
Silver Leaf magic mulai berkumpul di telapak tangannya.
Darrien yang sedang bergerak tiba-tiba merasakan perubahan itu.
Ia berhenti.
Matanya sedikit melebar.
“…”
Fiona tersenyum.
“Apa?”
“Kau akan menggunakan magic?”
“Ya.”
“Ketika bergerak secepat itu?”
Fiona mengangguk.
“Kenapa tidak?”
Darrien terdiam.
Ia baru saja mulai memahami bagaimana bergerak tanpa membuang magicure.
Dan sekarang Fiona ingin menambahkan serangan?
Ia menarik napas.
“Baik.”
Fiona mengangkat tangannya.
Sebuah bola Silver Leaf magic terbentuk di telapak tangannya.
Namun—
bukannya melemparkannya langsung—
Fiona menghilang.
**WHOOSH!**
Darrien langsung menghilang juga.
***
Di luar barrier—
kelima orang yang sejak tadi tidak dapat melihat mereka tiba-tiba merasakan perubahan besar.
Gelombang magicure muncul.
Kemudian—
keduanya terlihat.
Hanya sesaat.
Darrien berdiri dengan satu kaki menyentuh tanah.
Tubuhnya sedikit condong ke depan.
Sementara Fiona berdiri beberapa langkah di depannya.
Dengan santai—
ia memainkan bola Silver Leaf magic di tangannya.
Ace membeku.
Rowan membeku.
Elarion mengangkat alis.
Elyon menatap serius.
Kevin—
hanya tersenyum.
Ace menunjuk mereka.
“Mereka…”
Rowan melanjutkan,
“…baru saja muncul?”
Elarion mengangguk.
“Sepertinya.”
Darrien sendiri masih terlihat terkejut.
Ia menatap Fiona.
Fiona hanya tersenyum.
Kemudian memainkan bola magic itu di antara kedua tangannya.
“Lambat.”
Darrien terdiam.
“Apa?”
Fiona memiringkan kepalanya.
“Gerakanmu masih lambat.”
Ace langsung menutup mulutnya.
Rowan menahan tawa.
Elarion tersenyum.
Elyon menggeleng kecil.
Kevin tertawa pelan.
Darrien menatap Fiona dengan ekspresi tidak percaya.
“Lambat?”
Fiona mengangguk.
“Sedikit.”
Darrien menghela napas.
“Kau sengaja memancingku.”
“Berhasil?”
Darrien tersenyum.
“…Sangat.”
Fiona mengangkat bola magic di tangannya.
“Kalau begitu…”
Senyumnya semakin lebar.
“Kejar aku.”
**WHOOSH!**
Fiona menghilang.
Darrien—
menghilang menyusul.
***
**BOOM!**
Ledakan kecil terdengar dari sisi kiri barrier.
Kemudian—
**WHOOSH!**
Cahaya Silver Leaf melintas.
Dark magic menyusul.
Keduanya bergerak begitu cepat sehingga mata kelima orang di luar tidak mampu mengikuti.
Namun kali ini—
ada sesuatu yang berbeda.
Magicure ikut bergerak bersama mereka.
Silver Leaf magic muncul di satu tempat—
kemudian langsung menghilang.
Dark magic muncul dari arah lain—
kemudian berpindah.
Serangan terjadi di tengah perpindahan.
Tidak ada waktu untuk berhenti.
Tidak ada waktu untuk mengambil posisi.
Mereka menyerang sambil bergerak.
Menghindar sambil mengeluarkan magic.
Berpindah sambil mengubah arah serangan.
***
Ace menatap dengan mulut terbuka.
“Sekarang mereka pakai magic juga.”
Rowan mengangguk.
“Dan mereka masih bergerak secepat itu.”
Elarion tertawa kecil.
“Fiona memang tidak memberinya waktu untuk santai.”
Elyon mengamati jejak magicure.
“Ini sudah bukan sekadar latihan kecepatan.”
Kevin mengangguk.
“Benar.”
Ia tersenyum.
“Mereka sedang menggabungkan movement dengan magic.”
***
Di dalam barrier—
Darrien menghindari sebuah bola Silver Leaf magic.
Bola itu melintas di samping wajahnya.
**WHOOSH!**
Darrien menghilang.
Muncul di belakang Fiona.
Tangannya mengarah ke bahunya.
Namun—
Fiona sudah menghilang.
Sebuah bola magic muncul di belakang Darrien.
Darrien merasakan keberadaannya.
Ia berputar.
**BOOM!**
Dark magic menghancurkan serangan itu.
Darrien tersenyum.
“Kali ini hampir.”
Suara Fiona terdengar dari kejauhan.
“Masih lambat.”
Darrien:
“….”
Ia langsung bergerak.
**WHOOSH!**
Fiona tertawa.
Kemudian—
keduanya menghilang lagi.
***
Di luar barrier—
Ace menghela napas.
“Dia benar-benar memprovokasi Darrien.”
Rowan mengangguk.
“Dan Darrien memakannya.”
Elarion tertawa.
“Setidaknya mereka belajar.”
Elyon tersenyum.
“Justru karena mereka saling memaksa.”
Kevin menyilangkan tangan.
Tatapannya tetap tertuju pada barrier.
“Ini yang ingin kulihat.”
Ace menoleh.
“Apa?”
“Darrien mulai menggunakan apa yang ia pelajari tanpa memikirkannya.”
Kevin menunjuk ke dalam.
“Gerakan.”
“Magic sense.”
“Silent chant.”
“Dark magic.”
“Semuanya mulai menyatu.”
Rowan tersenyum.
“Jadi…”
Ia melihat ke arah barrier.
“…Fiona sebenarnya membantu latihanmu juga.”
Kevin mengangguk.
“Ya.”
Kemudian sebuah ledakan besar terdengar.
**BOOM!**
Semua menoleh.
Kevin tersenyum.
“Dan dia melakukannya dengan cara yang sangat Fiona.”
***
Di dalam barrier—
Darrien akhirnya muncul kembali.
Fiona berdiri beberapa meter di depannya.
Bola Silver Leaf magic masih berputar di tangannya.
Darrien menarik napas.
Kemudian tersenyum.
“Baiklah.”
Ia menurunkan tubuhnya sedikit.
Dark magic mulai mengalir.
“Kali ini…”
Matanya menajam.
“…aku tidak akan lambat lagi.”
Fiona tersenyum puas.
“Bagus.”
Kemudian—
keduanya menghilang bersamaan.
**WHOOSH!**
Kali ini—
bukan hanya kecepatan.
Bukan hanya movement.
Bukan hanya magic.
Tetapi—
**kecepatan, magic sense, dan serangan sihir bergerak dalam satu kesatuan.**
Dan kelima penonton di luar barrier hanya bisa berdiri diam—
menunggu siapa yang akan muncul lebih dulu.
