324. Di Mana Fiona

Romance Series 390

BAB 324 — DI MANA FIONA?

Pagi kembali menyelimuti Istana Lunaris.

Matahari perlahan naik di balik menara kerajaan.

Para pelayan mulai menjalankan rutinitas seperti biasa.

Pintu-pintu dibuka.

Makanan disiapkan.

Koridor kembali dipenuhi langkah kaki.

Semuanya terlihat normal.

Namun—

ada satu hal yang berbeda.

Fiona tidak ada.

***

Ruang makan utama Lunaris sudah dipenuhi beberapa orang.

Zeith duduk di salah satu sisi meja.

Seraphine berada di sampingnya.

Elyon, Elarion, Ace, Rowan, dan Kevin juga sudah berada di sana.

Namun—

kursi yang biasanya ditempati Fiona tetap kosong.

Seraphine beberapa kali melirik kursi tersebut.

Akhirnya ia bertanya,

“Belum ada kabar?”

Seorang pelayan segera membungkuk.

“Belum, Yang Mulia.”

Zeith mengerutkan kening.

“Sudah diperiksa ke kamarnya?”

“Sudah.”

“Tidak ada?”

“Tidak ada, Yang Mulia.”

Seraphine menghela napas.

“Dan Darrien?”

Pelayan itu menjawab,

“Pangeran Darrien juga belum sarapan.”

Ace langsung menatap ke arah Darrien.

Darrien duduk diam.

Tidak menyentuh makanannya.

Tatapannya kosong ke arah meja.

Rowan memperhatikannya.

“Sejak tadi malam?”

Darrien mengangguk.

“Ya.”

Kevin bertanya,

“Masih tidak bisa merasakan keberadaannya?”

Darrien menggeleng.

“Tidak.”

Ruangan kembali sunyi.

Elyon menatap Darrien.

“Dia mungkin sengaja menyembunyikan keberadaannya.”

“Aku tahu.”

Darrien menjawab pelan.

“Tapi itu tidak membuatku lebih tenang.”

Elarion menghela napas.

“Dia membutuhkan waktu.”

Darrien tidak menjawab.

Ia hanya menatap kursi kosong di depannya.

***

Seraphine mencoba mencairkan suasana.

“Mungkin dia hanya pergi mencari udara segar.”

Ace mengangguk.

“Mungkin.”

Rowan menambahkan,

“Atau mungkin dia pergi ke tempat yang tenang.”

Kevin berpikir sebentar.

“Danau.”

Darrien langsung mengangkat kepalanya.

“Danau?”

Kevin mengangguk.

“Dia pernah pergi ke sana.”

Darrien terdiam.

Ia mengingat sesuatu.

Namun sebelum ia sempat berdiri—

Elyon berkata,

“Kita belum tahu.”

Darrien kembali duduk.

Seraphine memperhatikan wajahnya.

“Kau belum makan.”

“Aku tidak lapar.”

Ace langsung menatapnya.

“Kalau Fiona ada di sini, dia pasti akan memarahimu.”

Darrien terdiam.

Kemudian—

sudut bibirnya sedikit terangkat.

“Benar.”

Ace tersenyum kecil.

Setidaknya—

ada sedikit reaksi.

***

Makanan mulai disajikan.

Sup hangat.

Roti.

Buah-buahan.

Beberapa hidangan ringan.

Namun kursi Fiona tetap kosong.

Seraphine mengambil sendok.

“Kita tetap makan.”

Zeith mengangguk.

“Dia pasti akan kembali.”

Elyon juga mulai makan.

Elarion mengikuti.

Ace mengambil roti.

Rowan mengambil buah.

Kevin mulai sarapan.

Darrien masih diam.

Ia akhirnya mengambil sedikit makanan.

Namun hanya satu suapan.

Ace meliriknya.

“Kalau kau tidak makan…”

Darrien menatapnya.

“Aku tahu.”

Ace tersenyum.

“Bagus.”

***

Beberapa menit kemudian—

suasana meja perlahan kembali normal.

Percakapan kecil mulai muncul.

Namun tidak ada yang benar-benar merasa tenang.

Karena setiap kali seseorang melihat kursi kosong itu—

mereka kembali teringat Fiona.

Gadis yang baru saja bangun setelah tujuh hari.

Gadis yang pergi tanpa memberitahu siapa pun.

Gadis yang membawa terlalu banyak rahasia di dalam dirinya.

Dan yang paling mengkhawatirkan—

tidak ada seorang pun yang tahu di mana dia berada.

***

Darrien akhirnya meletakkan sendoknya.

“Aku akan mencarinya.”

Elyon menatapnya.

“Tunggu sampai selesai sarapan.”

Darrien menggeleng.

“Aku tidak bisa.”

Seraphine menatapnya dengan lembut.

“Darrien.”

Ia berhenti.

“Berikan dia sedikit waktu.”

Darrien terdiam.

Kemudian kembali duduk.

Namun tatapannya tetap tertuju pada pintu ruang makan.

Menunggu.

Berharap—

Fiona akan muncul di sana kapan saja.

Tetapi pintu itu tetap tertutup.

Dan kursi Fiona—

tetap kosong.

Sementara jauh dari istana—

di bawah cahaya pagi yang baru muncul—

seseorang masih berada di tempat yang tidak diketahui siapa pun.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience