Password reset is available in the NovelPlus App.
Use the app to securely reset your password.
Reset in App
Completed
594
Get the app for full experience
BAB 393 — BAYANG-BAYANG SHADOWCRESENT
Ruang pertemuan Kerajaan Veyth kembali dipenuhi oleh suasana serius.
Surat dengan segel hitam dari Klan Vampire masih terletak di atas meja.
Edward mengambilnya sekali lagi dan membaca isinya dengan teliti.
“Kita tidak bisa langsung memberikan jawaban.”
Gloria mengangguk.
“Namun kita juga tidak bisa mengabaikannya.”
Elyon menyandarkan tubuhnya pada kursi.
“Kalau kita menolak tanpa memberikan kesempatan untuk berbicara, mereka mungkin menganggapnya sebagai penghinaan.”
“Dan kalau kita menerima tuntutan mereka begitu saja…”
Tatapannya berpindah kepada Darrien dan Fiona.
“…kita akan menempatkan keduanya dalam wilayah kekuasaan mereka.”
Ace menghela napas.
“Jadi apa pilihan kita?”
Edward menatap surat tersebut.
“Kita meminta pertemuan.”
“Bukan penyerahan diri.”
“Tapi pertemuan resmi antara Veyth dan Klan Vampire.”
Rowan mengangguk.
“Itu lebih masuk akal.”
Elarion menyilangkan tangannya.
“Namun kita tetap harus berhati-hati.”
Elyon mengangguk.
“Kita bahkan belum mengetahui seberapa besar kekuatan Raizen.”
Darrien yang sejak tadi diam akhirnya berbicara.
“Kalau begitu kita cari tahu terlebih dahulu.”
Semua menoleh kepadanya.
Darrien melanjutkan,
“Kita tidak perlu langsung bertarung.”
“Dan kita juga tidak perlu menyerahkan diri.”
“Kita hanya perlu mengetahui apa yang sebenarnya diinginkan Raizen.”
Edward tersenyum tipis.
“Itu keputusan yang masuk akal.”
Gloria menatap Darrien.
“Namun jika pertemuan benar-benar terjadi, kau dan Fiona tidak akan pergi tanpa pengawalan.”
Darrien mengangguk.
“Aku tahu.”
Fiona yang duduk di sampingnya juga mengangguk.
“Aku tidak keberatan.”
Ace mengangkat tangannya.
“Lalu siapa yang akan pergi?”
Edward melihat seluruh kelompok.
“Kita akan menentukan setelah mengetahui lebih banyak mengenai Klan Vampire."
Ruangan kembali hening.
Karena masalah sebenarnya bukan hanya surat tersebut.
Mereka hampir tidak mengetahui apa pun mengenai Klan Vampire.
Mereka hidup berdampingan selama bertahun-tahun—
namun tetap terpisah.
Dan sekarang—
untuk pertama kalinya, kedua dunia itu mungkin akan saling berhadapan.
***
JAUH DARI VEYTH—
SHADOWCRESENT.
Wilayah kuno yang menjadi tempat tinggal Klan Vampire terbentang jauh di balik pegunungan dan hutan gelap.
Kabut tipis menggantung di antara pepohonan.
Menara-menara tua menjulang tinggi di bawah langit malam.
Tidak banyak kerajaan yang benar-benar mengetahui kehidupan di dalam wilayah tersebut.
Bukan karena Shadowcresent selalu bermusuhan.
Justru sebaliknya.
Klan Vampire memilih untuk menjaga jarak.
Mereka memiliki wilayah sendiri.
Hukum sendiri.
Budaya sendiri.
Dan garis keturunan yang telah bertahan selama generasi yang sangat panjang.
Di pusat wilayah tersebut berdiri sebuah istana besar.
Dinding batu hitam dan perak menjulang tinggi, diterangi cahaya bulan yang samar.
Istana itu adalah tempat tinggal pemimpin Klan Vampire.
Raizen.
Raja Shadowcresent.
***
Malam telah sepenuhnya turun.
Di lantai tertinggi istana—
seorang pria berdiri di dekat jendela besar.
Rambut panjang berwarna silver-gray jatuh melewati bahunya, bergerak perlahan mengikuti angin malam yang masuk dari celah jendela.
Wajahnya tampak tenang.
Elegan.
Hampir terlalu sempurna untuk seseorang yang telah hidup selama begitu banyak zaman.
Matanya berwarna merah tua.
Namun tidak ada keganasan yang terlihat di sana.
Hanya ketenangan seorang penguasa yang telah melihat terlalu banyak hal untuk bereaksi secara berlebihan.
Raizen.
Raja Klan Vampire.
Ia berdiri sendirian di hadapan jendela tinggi istananya.
Dari sana, seluruh Shadowcresent terlihat di bawah cahaya malam.
Tatapannya kemudian terangkat.
Sebuah bulan sabit berwarna crimson menggantung tinggi di langit.
Pantulan merahnya terlihat samar di mata Raizen.
Untuk beberapa saat—
ia hanya memandanginya.
Kemudian suaranya terdengar pelan.
“Veyth…”
Jarinya menyentuh sisi jendela.
“Aku ingin tahu…”
Ia berhenti sejenak.
“…apa yang akan kalian jawab untukku.”
Tidak ada kemarahan.
Tidak ada teriakan.
Hanya suara tenang.
Namun aura yang mengelilinginya cukup untuk membuat ruangan terasa lebih dingin.
Dua saudaranya telah meninggal.
Koga.
Kaguya.
Keduanya tidak lagi akan kembali ke Shadowcresent.
Raizen telah berada jauh dari wilayahnya ketika berita itu datang.
Ia kembali dan menemukan—
dua nama yang selama ini berada di sisinya telah berubah menjadi bagian dari sejarah keluarganya.
Dan satu-satunya yang tersisa adalah mencari tahu bagaimana semuanya terjadi.
Tatapan Raizen menjadi sedikit lebih dalam.
“Dua saudara…”
Ia tersenyum tipis.
“Dan sekarang satu surat.”
Angin malam kembali bergerak.
Rambut silver-gray panjangnya bergeser perlahan di belakang bahunya.
Raizen tetap berdiri di sana.
Menunggu.
Veyth akan memberikan jawaban.
Dan apa pun jawaban mereka—
Shadowcresent akan mendengarnya.
Di bawah cahaya crimson half-moon—
raja vampire itu hanya tersenyum kecil.
“Mari kita lihat…”
“…seberapa jauh Veyth akan berdiri untuk melindungi mereka.”
Malam kembali sunyi.
Namun sejak surat itu dikirim—
hubungan antara Veyth dan Shadowcresent tidak lagi akan sama.
