89. Potongan Yang Terhubung

Romance Series 94

BAB 89
POTONGAN YANG TERHUBUNG

Di istana kerajaan, pagi itu berjalan seperti biasa.

Namun di sebuah ruangan yang jarang dimasuki orang lain—

Raja dan Ratu kembali membuka kotak penyimpanan lama.

Di dalamnya terdapat beberapa benda yang telah mereka simpan selama bertahun-tahun.

Potongan-potongan kecil dari sebuah malam yang mengubah segalanya.

Sisa-sisa dari kekacauan yang terjadi pada malam hilangnya pewaris mereka.

Ratu mengambil salah satu benda.

“Bertahun-tahun…”

Ia menatapnya lama.

“Kita masih belum mengetahui bagaimana semuanya bisa terjadi.”

Raja mengangguk.

“Kita hanya menemukan potongannya.”

Ia meletakkan benda lain di atas meja.

“Dan setiap kali kita merasa sudah mendekati jawabannya…”

Ia berhenti.

“…selalu ada bagian yang hilang.”

Ratu menundukkan kepala.

“Termasuk anak kita.”

Ruangan kembali sunyi.

Tidak ada yang perlu menyebut namanya.

Mereka tidak pernah berhenti mengingatnya.

***

Tiba-tiba terdengar ketukan.

“Masuk.”

Seorang pengawal kerajaan memasuki ruangan.

Ia membawa sebuah surat tersegel.

“Yang Mulia.”

Raja menoleh.

“Ada laporan dari jaringan luar.”

“Letakkan di sini.”

Pengawal itu menyerahkan surat tersebut.

Raja membukanya.

Ia membaca beberapa baris.

Kemudian berhenti.

Ratu memperhatikan wajahnya.

“Apa?”

Raja tidak langsung menjawab.

Ia menyerahkan surat itu kepada Ratu.

Ratu membaca.

Matanya perlahan melebar.

“Lambang pewaris…?”

Pengawal itu menundukkan kepala.

“Benar, Yang Mulia.”

“Di mana?”

“Di sebuah kota di luar wilayah Ardika.”

Raja mengerutkan kening.

“Siapa yang menemukannya?”

“Informasi itu berasal dari jaringan yang terhubung dengan dua orang yang pernah menerima perintah langsung dari Yang Mulia.”

Raja langsung memahami.

“Kevin dan Ace.”

“Ya.”

Ratu menggenggam surat tersebut.

“Mereka bersamanya?”

“Ya.”

Raja berdiri.

“Siapa pemuda itu?”

Pengawal tersebut membuka catatan lain.

“Namanya Darrien.”

Ratu membeku.

Nama itu menggema di dalam ruangan.

Nama yang selama bertahun-tahun hanya hidup dalam ingatan mereka.

Namun mereka masih belum berani mempercayainya.

Raja mengambil napas panjang.

“Apakah lambangnya asli?”

“Menurut laporan, ya.”

“Dan pemuda itu?”

“Lambang tersebut bereaksi ketika disentuh olehnya.”

Raja terdiam.

Ratu menatap benda-benda lama di atas meja.

Potongan-potongan yang mereka kumpulkan selama bertahun-tahun.

Tiba-tiba semuanya terasa berbeda.

Ia mengambil salah satu benda dari kotak.

“Kalau begitu…”

Raja menatapnya.

Ratu melanjutkan,

“Bagaimana jika semua yang kita temukan dulu…”

Ia melihat surat itu.

“…memang berkaitan dengannya?”

Raja tidak langsung menjawab.

Ia menatap kembali potongan-potongan lama tersebut.

Selama bertahun-tahun, mereka mengira benda-benda itu hanyalah sisa dari sebuah tragedi.

Namun jika Darrien benar-benar masih hidup—

maka mungkin benda-benda itu bukan hanya jejak masa lalu.

Mungkin semuanya adalah petunjuk.

Petunjuk tentang apa yang sebenarnya terjadi pada malam pewaris mereka menghilang.

“Jangan beri tahu siapa pun.”

Pengawal itu mengangguk.

“Ya, Yang Mulia.”

“Dan jangan bawa dia ke istana.”

Ratu menoleh.

“Kenapa?”

“Jika dia benar-benar anak kita…”

Raja menatap istrinya.

“…kita tidak tahu siapa yang masih mengawasi dari balik semua ini.”

Ratu terdiam.

Ia kemudian menggenggam salah satu benda lama di tangannya.

“Jadi kita mencari kebenarannya dulu.”

Raja mengangguk.

“Dan kali ini…”

Tatapannya menjadi tegas.

“…kita tidak akan kehilangan dia lagi.”

***

Jauh di kota lain—

Darrien masih belum mengetahui apa yang sedang terjadi di istana.

Ia berdiri di depan potret anak elf itu.

Fiona berada di sampingnya.

Kevin dan Ace masih memeriksa dokumen lama.

Darrien menyentuh sisi wajahnya sendiri.

Retakan tipis kembali muncul di dekat rahangnya.

Hanya sesaat.

Namun cukup untuk memperlihatkan sedikit dari wajah elf di balik penyamarannya.

Darrien menatap cermin.

“Siapa sebenarnya aku?”

Fiona menggenggam tangannya.

“Kita akan mengetahuinya.”

Dan tanpa mereka sadari—

di tempat yang sangat jauh,

Raja dan Ratu juga sedang mencari jawaban yang sama.

Hanya saja…

mereka sudah memiliki sebagian potongan jawabannya sejak bertahun-tahun lalu.

Sekarang mereka hanya perlu menemukan bagian yang hilang.

**Darrien.**

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience