Password reset is available in the NovelPlus App.
Use the app to securely reset your password.
Reset in App
Series
382
Get the app for full experience
BAB 129
DUA PENELITIAN
Pagi kembali dipenuhi kesibukan di kediaman Rowan.
Di halaman belakang—
Darrien dan Fiona kembali berlatih.
Gerakan mereka lebih teratur dibandingkan sebelumnya.
Darrien menghindar.
Fiona mengikuti.
Kemudian mereka bertukar posisi.
“Lebih cepat,” kata Darrien.
Fiona mengangguk.
Ia mempercepat langkahnya.
Kali ini gerakannya jauh lebih baik.
Darrien tersenyum.
“Bagus.”
Fiona tersenyum puas.
“Aku mulai terbiasa.”
“Memang.”
Mereka melanjutkan latihan.
Sesekali Fiona menggunakan sedikit sihir untuk meningkatkan gerakan atau keseimbangannya.
Namun ia tetap berhati-hati.
Setelah beberapa saat—
mereka beristirahat.
Darrien duduk di bawah pohon.
Fiona duduk di sampingnya.
“Kita semakin baik.”
Darrien mengangguk.
“Sedikit demi sedikit.”
Mereka kemudian kembali berlatih.
***
Sementara itu—
di dalam kediaman Rowan—
Elarion, Kevin, Ace, dan Rowan kembali sibuk dengan penelitian.
Beberapa kristal diletakkan mengelilingi sebuah lingkaran sihir.
Catatan lama dari Perpustakaan Kerajaan berada di sampingnya.
Elarion membandingkan catatan tersebut dengan pola energi yang sebelumnya muncul dari tubuh Darrien.
“Coba lagi.”
Darrien tidak ada di ruangan itu.
Untuk sementara, mereka hanya menganalisis hasil sebelumnya.
Elarion menggeleng.
“Belum cocok.”
Kevin menunjuk sebuah bagian dalam catatan.
“Bagaimana kalau bagian ini?”
Elarion membacanya.
“Bisa jadi.”
Ace menyandarkan tubuhnya ke kursi.
“Berarti kita mencoba lagi?”
Elarion menatapnya.
“Kita meneliti.”
Ace mengangkat tangan.
“Baik. Meneliti.”
Rowan tersenyum tipis.
Mereka kembali bekerja.
Namun hasilnya tetap belum memberikan jawaban.
Segel Darrien masih menjadi teka-teki.
***
Jauh dari Veyra—
perjalanan Elyon telah membawanya kembali ke Lunaris.
Begitu tiba di kerajaan, ia tidak menuju kediamannya.
Ia langsung menuju Perpustakaan Kerajaan.
Bangunan itu jauh lebih besar daripada perpustakaan biasa.
Rak-rak kristal menjulang tinggi.
Buku-buku kuno tersimpan di balik penghalang sihir.
Beberapa penjaga mengenali Elyon.
Mereka hanya membungkuk ketika ia lewat.
Tidak ada yang menghentikannya.
Elyon berjalan menuju bagian arsip kuno.
Ia mengambil beberapa buku.
Buku tentang sihir cahaya.
Buku tentang ras manusia.
Buku tentang penyembuhan.
Dan beberapa catatan lama mengenai hubungan antara manusia dan bangsa Elf.
Ia duduk di sebuah meja.
Kemudian mulai membaca.
Satu demi satu.
Namun tidak ada jawaban yang langsung muncul.
Sebagian besar catatan hanya menjelaskan bahwa manusia dapat mempelajari berbagai jenis sihir melalui latihan dan pendidikan.
Namun—
Elyon mencari sesuatu yang berbeda.
**Sihir cahaya yang muncul secara alami.**
Ia membalik halaman.
Tidak ada.
Buku berikutnya.
Tidak ada.
Catatan ketiga—
masih tidak ada.
Elyon menyandarkan tubuhnya.
“Manusia dengan afinitas cahaya…”
Ia mengetuk meja dengan jarinya.
“Pasti pernah tercatat.”
Ia mengambil sebuah arsip yang jauh lebih tua.
Debunya tebal.
Elyon membersihkannya.
Ketika membuka halaman pertama—
simbol kuno muncul.
Ia terdiam.
“…”
Tatapannya menjadi lebih serius.
Namun sebelum membaca lebih jauh—
Elyon menutup buku itu kembali.
Ia menatap sekeliling perpustakaan.
“Ini terlalu tua.”
Ia tersenyum kecil.
“Justru menarik.”
Ia membuka kembali arsip tersebut.
Penelitiannya baru dimulai.
***
Di Veyra—
Darrien dan Fiona masih berlatih.
Di kediaman Rowan—
Elarion dan trio masih mencari cara memahami segel.
Dan di Lunaris—
Elyon mulai menggali sejarah sihir cahaya yang bahkan hampir dilupakan.
Tiga penelitian.
Tiga arah berbeda.
Namun semuanya perlahan bergerak menuju pertanyaan yang sama.
Sesuatu tentang Fiona—
tidak sesederhana yang terlihat.
