210. Dukungan Dari Sisi Lain

Romance Series 382

BAB 210
DUKUNGAN DARI SISI LAIN

Latihan masih berlangsung.

Di dalam barrier—

Darrien kembali berhadapan dengan Kevin.

Keduanya bergerak cepat di tengah arena.

Darrien menggunakan Dark Magic untuk memperkuat tubuhnya.

Kevin terus menekan.

Namun kali ini Darrien tidak lagi hanya bertahan.

Ia mulai membaca ritme pertarungan.

Satu langkah.

Satu serangan.

Satu perubahan arah.

Kemudian—

Darrien berhasil menghindari serangan Kevin dan bergerak ke samping.

Kevin tersenyum.

“Bagus.”

Darrien tidak menjawab.

Ia langsung menyerang.

Kevin menangkis.

Keduanya kembali saling berhadapan.

***

Di luar barrier—

Fiona berdiri di tempat yang aman.

Ia tidak berniat masuk ke dalam arena.

Setelah melihat latihan Darrien selama dua hari—

ia sudah cukup pintar untuk mengetahui bahwa tempat terbaik untuknya adalah di luar.

Jauh dari Kevin.

Jauh dari serangan.

Dan jauh dari kemungkinan dirinya ikut menjadi korban latihan.

Fiona mengangkat tangannya.

Cahaya kecil muncul di telapak tangannya.

Ia mencoba mengalirkan Light Magic ke kakinya.

Perlahan—

tubuhnya terasa sedikit lebih ringan.

Fiona tersenyum.

“Berhasil.”

Elarion yang berdiri di sampingnya memperhatikan.

“Tidak buruk.”

Fiona mencoba melangkah.

Satu langkah.

Kemudian dua.

Cahaya di kakinya berkedip.

Tubuhnya bergerak sedikit lebih cepat.

Fiona langsung tertawa kecil.

“Ini menyenangkan.”

Elarion mengangguk.

“Kau belajar dengan cepat.”

Fiona kembali melihat arena.

“Aku hanya meniru prinsip gerakan mereka.”

“Tidak benar-benar meniru sihir Darrien.”

“Tentu saja.”

Elarion tersenyum.

“Dark Magic dan Light Magic memiliki sifat yang berbeda.”

“Namun cara mengendalikan energi pada tubuh bisa saja memiliki prinsip yang sama.”

Fiona mengangguk.

“Itu yang kupikirkan.”

Kemudian ia melihat Darrien.

Darrien baru saja menghindari serangan Kevin.

Fiona langsung mengangkat tangannya.

“Semangat, Darrien!”

Darrien menoleh sekilas.

Fiona tersenyum dan mengacungkan kepalan tangannya.

“Jangan menyerah!”

Darrien tertawa kecil.

“Terima kasih!”

Kevin langsung memanfaatkan momen tersebut.

**BAM!**

Serangannya mengenai pertahanan Darrien.

Darrien terdorong beberapa langkah.

Ia menatap Kevin.

“…Kau sengaja, kan?”

Kevin tersenyum.

“Jangan kehilangan fokus.”

Fiona menutup mulutnya.

“Ah…”

Elarion tertawa.

“Sepertinya dukunganmu justru membuatnya lengah.”

Fiona mengerutkan kening.

“Kalau begitu aku akan diam.”

Ia menutup mulutnya dengan kedua tangan.

Beberapa detik kemudian—

“Semangat!”

Darrien langsung menoleh.

Fiona tertawa.

“Aku tidak bisa diam.”

Elarion menggeleng sambil tersenyum.

***

Darrien kembali berdiri.

Napasnya mulai berat.

Namun mendengar suara Fiona membuatnya kembali tersenyum.

Ia mengangkat tangannya.

Dark Magic kembali mengalir.

Kevin memperhatikannya.

“Masih bisa?”

“Bisa.”

“Bagus.”

Kevin kembali mengambil posisi.

Darrien menarik napas.

Kali ini—

ia tidak hanya ingin bertahan.

Ia ingin menunjukkan bahwa semua latihan Kevin benar-benar membantunya.

Dan di sisi lain barrier—

Fiona terus mengamati.

Ia memperhatikan cara Darrien menggunakan kekuatannya.

Cara Kevin bergerak.

Cara energi digunakan untuk memperkuat tubuh.

Sedikit demi sedikit—

Fiona mulai menemukan cara untuk menerapkan semua itu pada Light Magic miliknya sendiri.

Ia tidak perlu berada di tengah medan pertempuran untuk belajar.

Cukup dengan memperhatikan.

Dan dari tempatnya yang aman—

ia tetap bisa menjadi orang yang memberikan dukungan.

“Semangat, Darrien.”

Suara Fiona terdengar lagi.

Darrien tersenyum.

Kemudian kembali menyerang.

Sementara Kevin—

tersenyum lebih lebar.

Latihan masih jauh dari selesai.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience