Series
94
BAB 103
SERIBU KEGAGALAN
Menjelang sore—
mereka semua kembali ke kediaman Rowan.
Meja ruang penelitian segera dipenuhi bahan-bahan yang dibeli dari Veyra.
Herbal.
Kristal.
Serbuk sihir.
Beberapa alat pengukur aura.
Dan tentu saja—
catatan yang semakin banyak.
Rowan duduk di satu sisi meja bersama Ace.
Di depan mereka terdapat beberapa buku tua.
“Kita mulai dari jenis segel.”
Rowan membuka halaman pertama.
“Kalau kita bisa menentukan struktur dasarnya, kita mungkin bisa menemukan siapa yang menggunakannya.”
Ace mengangguk.
“Aku akan mencari catatan tentang penyamaran ras.”
“Dan aku akan mencari ritual penyegelan.”
Mereka mulai bekerja.
***
Di sisi lain—
Elarion sudah menyiapkan beberapa bahan.
Kevin berdiri di sampingnya.
Darrien duduk di tengah lingkaran kecil yang dibuat dari kristal.
Fiona berdiri tidak jauh.
“Tidak perlu tegang,” kata Elarion.
Darrien menatapnya.
“Kalau kau mengatakan itu, biasanya sesuatu akan meledak.”
Elarion tertawa.
“Pengamatan yang bagus.”
Kevin menghela napas.
“Mulai.”
Elarion menyalurkan energi ke kristal pertama.
Cahaya muncul.
Kemudian—
**PFFFT!**
Kristal itu padam.
Kevin menatapnya.
“Gagal.”
Elarion mengangguk.
“Ya.”
Percobaan pertama selesai.
***
Percobaan kedua.
Herbal berbeda.
Kristal berbeda.
Hasilnya—
Darrien bersin.
Fiona langsung tertawa.
Elarion menutup mata.
“Bukan reaksi yang kita cari.”
Kevin menulis sesuatu.
“Efek samping.”
Darrien menatap mereka.
“Aku mulai merasa seperti kelinci percobaan.”
Ace yang mendengar dari meja sebelah menjawab,
“Setidaknya kelinci tidak harus membaca semua ini.”
Darrien menatapnya.
“Tidak membantu.”
***
Percobaan ketiga.
Gagal.
Keempat.
Gagal.
Kelima—
kristal pecah.
Keenam—
herbal berubah menjadi abu.
Ketujuh—
tidak terjadi apa-apa.
Kedelapan—
Darrien tertidur selama lima menit.
Fiona tertawa sampai hampir jatuh dari kursi.
“Maaf!”
Darrien membuka mata.
“Jangan tertawa.”
“Maaf…”
Fiona menutup mulut.
Namun bahunya masih bergetar.
***
Beberapa jam kemudian—
tumpukan bahan gagal sudah memenuhi satu sudut ruangan.
Rowan mengangkat kepala dari bukunya.
“Aku menemukan sesuatu.”
Semua menoleh.
“Ada beberapa jenis segel yang dapat menyembunyikan karakteristik ras.”
Kevin langsung mendekat.
“Berapa lama?”
“Catatan tertua yang kutemukan…”
Rowan membalik halaman.
“…lebih dari tiga ratus tahun.”
Elarion mengerutkan kening.
“Tiga ratus?”
“Ya.”
Ace menatapnya.
“Apakah sama dengan segel Darrien?”
Rowan menggeleng.
“Tidak.”
Ia menunjuk catatan tersebut.
“Strukturnya terlalu sederhana.”
Kevin menghela napas.
“Berarti bukan itu.”
Rowan mengangguk.
“Belum.”
Ia membuka buku berikutnya.
“Kita cari lagi.”
***
Malam semakin larut.
Percobaan kesembilan.
Gagal.
Kesepuluh.
Gagal.
Kesebelas—
gagal dengan sangat menyedihkan.
Elarion akhirnya bersandar pada kursinya.
“Kurasa kita membutuhkan pendekatan lain.”
Kevin mengangguk.
“Setuju.”
Ace menutup buku.
“Tidak ada catatan yang cocok.”
Rowan menghela napas.
“Aku juga belum menemukan ritual yang sesuai.”
Darrien menatap mereka.
“Jadi?”
Semua diam.
Fiona tersenyum.
“Berarti hari ini kita gagal.”
Darrien menatapnya.
“Bukan hari ini.”
Ia melihat tumpukan bahan.
“Kita gagal berkali-kali.”
Fiona tertawa.
“Benar.”
Elarion ikut tertawa.
“Setidaknya kita tahu beberapa hal yang tidak berhasil.”
Kevin mengangguk.
“Itu tetap informasi.”
Ace menatap tumpukan catatan.
“Kalau begitu besok kita coba lagi.”
Rowan menutup bukunya.
“Dengan teori yang berbeda.”
Elarion tersenyum.
“Dan bahan yang berbeda.”
Darrien menghela napas.
“Baiklah.”
Fiona menggenggam tangannya.
“Kita akan menemukan jawabannya.”
Darrien tersenyum.
“Suatu hari.”
Malam itu—
mereka tidak menemukan cara membuka segel.
Tidak menemukan siapa yang membuatnya.
Tidak menemukan alasan mengapa wajah Darrien disembunyikan.
Mereka bahkan tidak menemukan jenis sihir yang tepat.
Namun mereka mendapatkan sesuatu yang sama pentingnya.
**Mereka tahu bahwa segel itu jauh lebih rumit daripada sihir penyamaran biasa.**
Dan untuk sekarang—
itu sudah cukup.
Di atas meja, Rowan menulis satu kalimat terakhir sebelum menutup catatannya:
**“Penelitian dilanjutkan.”**
Karena mereka belum menyerah.
Share this novel