Series
94
BAB 23
LUNARETH YANG LEBIH LUAS
Beberapa hari setelah perjalanan mereka ke hutan, Elarion kembali membawa Darrien dan Fiona keluar.
Kali ini mereka tidak pergi mencari tanaman.
Mereka menuju sebuah desa kecil di luar hutan.
Fiona melihat beberapa bangunan dari kejauhan.
“Tempat apa itu?”
“Desa perdagangan.”
“Apakah sebesar Lyrandel?”
“Tidak.”
Elarion tersenyum.
“Jauh lebih kecil.”
Begitu memasuki desa, Fiona kembali melihat sesuatu yang membuatnya penasaran.
Manusia berjalan berdampingan dengan bangsa binatang.
Seorang Elf sedang berbicara dengan pedagang manusia.
Di dekat sebuah toko, seorang anak bertelinga kucing sedang bermain bersama anak manusia.
Fiona memperhatikan mereka dengan mata berbinar.
“Semua orang di sini hidup bersama?”
“Sebagian besar.”
“Tidak ada yang takut?”
Elarion mengangkat bahu.
“Tidak semua tempat damai.”
Darrien memperhatikan beberapa orang yang saling memandang dengan curiga.
“Jadi mereka tetap berbeda.”
“Berbeda bukan berarti harus bermusuhan.”
Elarion berjalan terus.
“Lunareth sudah ada jauh sebelum kalian lahir. Banyak bangsa telah hidup di sini selama ratusan tahun.”
Fiona menatap sekeliling.
“Kalau begitu, kenapa ada orang yang masih saling membenci?”
Elarion terdiam sebentar.
“Karena mereka tidak tahu cara memahami satu sama lain.”
Jawaban itu membuat Fiona diam.
Mereka berhenti di sebuah kedai kecil.
Elarion membeli makanan untuk mereka.
Saat menunggu, seorang anak laki-laki bangsa binatang mendekati Fiona.
Ia memiliki telinga rubah dan ekor yang bergerak-gerak di belakangnya.
“Kau dari mana?”
Fiona tersenyum.
“Akasia.”
“Jauh?”
“Lumayan.”
Anak itu menunjuk daun perak yang terselip di antara barang-barang Fiona.
“Itu cantik.”
Fiona mengeluarkannya.
“Aku mendapatkannya dari hutan.”
Anak itu mendekat.
“Boleh kulihat?”
Fiona mengangguk.
Namun sebelum anak itu menyentuhnya, daun tersebut tiba-tiba memancarkan cahaya perak yang sangat samar.
Keduanya terkejut.
Fiona segera menyimpannya kembali.
“Aneh…”
Darrien memperhatikan daun itu.
Ia juga merasakan sesuatu.
Sangat tipis.
Seperti getaran kecil.
Elarion melihat kejadian tersebut dari kejauhan.
Ia tidak mengatakan apa-apa.
Anak bangsa binatang itu hanya tersenyum.
“Daunmu ajaib.”
“Mungkin.”
Fiona memasukkannya kembali ke dalam saku.
Ketika anak itu pergi, Darrien bertanya,
“Kenapa daun itu menyala?”
“Aku tidak tahu,” jawab Fiona.
Elarion datang membawa makanan.
“Tidak semua benda membutuhkan jawaban segera.”
Darrien menatapnya.
“Kau tahu sesuatu?”
Elarion tersenyum.
“Kalau aku tahu semuanya, hidupku akan membosankan.”
Fiona tertawa.
Mereka makan bersama.
Setelah itu, mereka kembali berjalan melewati desa.
Darrien memperhatikan berbagai orang yang mereka lewati.
Manusia.
Elf.
Bangsa binatang.
Dan beberapa penyihir.
Untuk pertama kalinya, ia menyadari bahwa mereka tidak lagi hidup di dunia kecil yang hanya berisi Akasia dan panti asuhan.
Ada dunia yang jauh lebih besar.
Dunia yang memiliki banyak wajah.
Banyak bangsa.
Banyak aturan.
Dan banyak rahasia.
Saat mereka meninggalkan desa, Fiona berjalan di samping Elarion.
“Elarion?”
“Hm?”
“Apakah semua tempat di Lunareth seperti ini?”
“Tidak.”
“Lalu seperti apa?”
Elarion menatap jalan panjang di depan mereka.
“Itulah yang harus kalian lihat sendiri.”
Fiona tersenyum.
Darrien memandang cakrawala.
Perjalanan mereka baru saja dimulai.
Dan semakin jauh mereka berjalan, semakin banyak dunia yang menunggu untuk mereka kenal.
Share this novel