32. Ketika Giliran Hati Berbicara

Romance Series 94

BAB 32
KETIKA GILIRAN HATI BERBICARA

Beberapa hari setelah kejadian di desa, kehidupan mereka kembali berjalan seperti biasa.

Latihan.

Belajar.

Membantu Elarion.

Dan menghabiskan hampir setiap waktu bersama.

Namun Fiona mulai memperhatikan sesuatu.

Darrien berbeda.

Tidak banyak.

Hanya sedikit.

Ia semakin tinggi.

Bahunya mulai terlihat lebih lebar.

Wajahnya juga tidak lagi seperti anak laki-laki yang dulu selalu berlari di belakangnya.

Kadang-kadang, ketika Darrien sedang berlatih, Fiona tanpa sadar memperhatikannya lebih lama.

Seperti pagi itu.

Darrien sedang berlatih menggunakan pedang di halaman.

Gerakannya semakin cepat dan teratur.

Fiona duduk di bawah pohon sambil memilah daun.

Namun bukannya memperhatikan daun, matanya justru mengikuti setiap gerakan Darrien.

Darrien akhirnya berhenti.

“Kenapa kau melihatku?”

Fiona tersentak.

“Apa?”

“Kau sudah melihatku sejak tadi.”

“Tidak!”

Darrien mengangkat alis.

“Benarkah?”

Fiona segera menunduk dan kembali memilah daun.

“Aku hanya melihat latihanmu.”

“Kenapa?”

“Karena…”

Fiona berhenti.

Ia tidak tahu jawabannya.

“Karena aku ingin tahu apakah gerakanmu sudah benar.”

Darrien tersenyum.

“Begitu.”

Ia kembali berlatih.

Fiona diam-diam menghela napas lega.

Namun beberapa menit kemudian, Darrien berhenti lagi.

“Kau benar-benar aneh hari ini.”

“Diam.”

Darrien tertawa kecil.

Sore harinya, mereka pergi ke sungai untuk mengambil air.

Fiona berjalan di depan.

Darrien membawa dua ember.

Saat mereka tiba, beberapa anak desa sedang bermain di tepi sungai.

Salah seorang anak laki-laki melihat Fiona.

“Kau yang datang bersama Elf itu, kan?”

Fiona mengangguk.

“Namaku Fiona.”

Anak itu tersenyum.

“Aku Rian.”

Darrien langsung memperhatikan.

Rian mendekati Fiona.

“Apakah kau sering datang ke sini?”

“Kadang-kadang.”

“Kalau begitu, besok datang lagi.”

Fiona tersenyum sopan.

“Mungkin.”

Darrien berdiri beberapa langkah di belakang mereka.

Ia tidak mengatakan apa-apa.

Namun Fiona tiba-tiba menoleh kepadanya.

Wajah Darrien terlihat sedikit berbeda.

“Darrien?”

“Hm?”

“Kenapa diam?”

“Tidak apa-apa.”

Rian menatap Darrien.

“Dia kakakmu?”

Fiona membuka mulut.

Namun sebelum menjawab, Darrien berkata,

“Bukan.”

Rian mengangguk.

“Kalau begitu, kau boleh ikut bermain besok, Fiona.”

Darrien langsung menatapnya.

“Dia mungkin sibuk.”

Fiona mengerutkan kening.

“Darrien.”

“Apa?”

“Aku bisa menjawab sendiri.”

Darrien terdiam.

Rian tertawa kecil.

“Baiklah. Sampai jumpa.”

Setelah anak-anak itu pergi, Fiona menatap Darrien.

“Kau melakukan hal yang sama lagi.”

“Apa?”

“Seperti pemuda di desa itu.”

Darrien terdiam.

“Aku hanya…”

Ia tidak menyelesaikan kalimatnya.

Fiona memiringkan kepala.

“Kau cemburu?”

Darrien langsung menatapnya.

“Apa?!”

Fiona tertawa.

“Aku hanya bercanda.”

Darrien memalingkan wajah.

“Jangan bercanda seperti itu.”

Fiona tersenyum.

Namun ketika mereka mulai berjalan pulang, senyum itu perlahan menghilang.

Ia memikirkan sesuatu.

Mengapa ia merasa sedikit senang ketika Darrien terlihat tidak suka melihat orang lain mendekatinya?

Dan mengapa jantungnya terasa sedikit lebih cepat ketika Darrien berdiri di dekatnya?

Fiona menatap tangannya sendiri.

Ia tidak mengerti.

Malam itu, Fiona duduk sendirian di dekat jendela.

Ia memandangi bulan.

“Kenapa aku jadi aneh…”

Di luar, Darrien sedang membantu Elarion memindahkan kayu.

Fiona melihatnya dari kejauhan.

Darrien tertawa kecil ketika Elarion mengatakan sesuatu.

Fiona tersenyum tanpa sadar.

Kemudian ia segera menyadari sesuatu.

Senyumnya terasa berbeda.

Bukan seperti ketika ia melihat seorang teman.

Ia menunduk.

“Jangan-jangan…”

Wajahnya memanas.

Ia segera menutup wajah dengan kedua tangan.

“Tidak mungkin.”

Namun jauh di dalam hatinya, sebuah perasaan kecil mulai tumbuh.

Sangat kecil.

Belum cukup kuat untuk disebut cinta.

Namun cukup kuat untuk membuat Fiona mulai bertanya-tanya—

mengapa Darrien terasa jauh lebih istimewa daripada siapa pun yang pernah ia kenal.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience