Password reset is available in the NovelPlus App.
Use the app to securely reset your password.
Reset in App
Series
382
Get the app for full experience
BAB 176
SAAT DIA JATUH
Langkah mereka berhenti.
Rowan menatap ke depan.
Penghalang besar masih menutup seluruh lembah.
Namun bukan itu yang membuatnya membeku.
Sebuah tekanan kuat tiba-tiba menyebar dari balik penghalang.
Kevin mengangkat kepalanya.
“Itu…”
Ace menatapnya.
“Darrien.”
Aura Dark Magic yang begitu pekat membuat udara di sekitar mereka terasa berat.
Kevin mengepalkan tangannya.
“Dia sedang bertarung.”
Rowan menyentuh permukaan penghalang.
“Kalau begitu kita harus masuk.”
Ace mencoba menggunakan sihir.
**BOOM!**
Sihirnya terpental kembali.
“Tidak bisa.”
Kevin mengerutkan kening.
“Penghalangnya terlalu kuat.”
Rowan berpikir cepat.
“Kita butuh bantuan.”
Ace menatapnya.
“Kerajaan?”
Rowan mengangguk.
“Pergilah.”
Kevin langsung menoleh.
“Aku?”
“Kau yang paling cepat.”
Kevin mengangguk.
“Baik.”
Ia berbalik.
“Aku akan mencari bantuan.”
Sementara itu Rowan dan Ace tetap berada di depan penghalang.
Mereka terus mencoba mencari celah.
“Harus ada titik lemahnya.”
Ace mengangguk.
“Kita cari.”
***
Di dalam lembah—
pertarungan semakin brutal.
Darrien bergerak di antara dua lawan.
Koga dan Musaka.
Dark Magic meledak setiap kali serangan bertabrakan.
**BOOM!**
**CRACK!**
**BOOM!**
Koga menghindari satu serangan.
Namun matanya semakin tertarik pada sihir Darrien.
“Menarik…”
Darrien menyerang lagi.
Koga menahan.
Dark Magic menyebar di sepanjang lengannya.
Koga tersenyum.
“Ini bukan sihir Dark Elf biasa.”
Darrien tidak menjawab.
Ia kembali menyerang.
Musaka ikut bergerak.
“Koga!”
Koga menghindar.
Namun tatapannya masih tertuju pada Darrien.
“Semakin menarik.”
***
Tidak jauh dari sana—
Elyon juga memperhatikan.
Bahkan ketika ia sedang bertarung melawan para vampire, matanya sesekali tertuju pada Darrien.
Dark Magic itu—
terlalu dalam.
Terlalu padat.
Dan berbeda dari apa yang pernah ia lihat sebelumnya.
“Bagaimana…”
Elyon bergumam.
Salah satu vampire menyerangnya.
Elyon langsung mengangkat tangannya.
**BOOM!**
Ia menghentikan serangan itu.
Namun pikirannya tetap tertuju pada Darrien.
***
Elarion semakin terdesak.
Ia mengusap darah dari pelipisnya.
“Ini sudah terlalu lama…”
Vampire di depannya kembali menyerang.
Elarion mengangkat penghalang.
**CRACK!**
Retakan muncul.
Ia mengerutkan kening.
Mereka tidak memberi kesempatan untuk bernapas.
***
Darrien kembali menyerang.
Dark Magic membentuk bilah di tangannya.
Ia menebas.
Koga menahan.
**CLANG!**
Musaka datang dari sisi lain.
Darrien menghindar.
Namun—
Koga sudah menunggunya.
Sebuah mantra tingkat tinggi terbentuk di tangan Koga.
Darrien menyadarinya.
Terlambat.
**BOOOOM!**
Serangan itu menghantam tubuhnya.
Darrien terpental jauh.
Tubuhnya menghantam tanah.
“Darrien!”
Fiona berteriak.
Darrien mencoba bangkit.
Tangannya bergerak sedikit.
Namun tubuhnya tidak lagi mengikuti perintahnya.
Ia jatuh kembali.
Fiona langsung berlari.
“Darrien!”
Ia berlutut di sampingnya.
Kemudian menarik tubuhnya ke dalam pelukannya.
“Darrien…”
Tidak ada jawaban.
Fiona menyentuh wajahnya.
“Darrien?”
Tubuhnya tidak bergerak.
Fiona menahan napas.
Ia mencoba merasakan auranya.
Lemah.
Sangat lemah.
Dadanya naik turun dengan sangat pelan.
“Tidak…”
Tangannya mulai gemetar.
Pemandangan itu—
terlalu familiar.
Lembah.
Darah.
Tubuh seseorang yang tidak bergerak dalam pelukannya.
Ingatan lama kembali muncul.
Fiona teringat hari ketika ia pernah kehilangan kesadaran dalam pelukan Darrien.
Namun kali ini—
posisinya terbalik.
Dan rasa sakitnya jauh lebih dalam.
“Jangan…”
Fiona memeluk Darrien lebih erat.
“Jangan lakukan ini padaku.”
Tidak ada jawaban.
***
Koga berdiri diam.
Musaka tersenyum.
Namun—
senyum itu perlahan menghilang.
Karena sesuatu berubah.
Udara di sekitar mereka—
berubah.
Sangat perlahan.
Tekanan yang berbeda mulai memenuhi lembah.
Bukan Dark Magic.
Bukan sihir vampire.
Bukan pula Light Magic biasa.
Elarion menghentikan gerakannya.
Elyon menoleh.
Koga menyipitkan mata.
Musaka membeku.
Fiona masih memeluk Darrien.
Ia perlahan mengangkat kepala.
Rasa dingin menjalar di seluruh tubuhnya.
Sesuatu—
ada di sekitar mereka.
Sesuatu yang jauh lebih dalam.
Jauh lebih tua.
Dan jauh lebih berat daripada apa pun yang mereka rasakan sebelumnya.
Fiona tidak tahu apa itu.
Namun untuk pertama kalinya—
bahkan para vampire berhenti bergerak.
Lembah menjadi sunyi.
Dan sebuah kehadiran yang tidak dikenal…
perlahan mulai terasa.
