Password reset is available in the NovelPlus App.
Use the app to securely reset your password.
Reset in App
Completed
594
Get the app for full experience
BAB 394 — JAWABAN UNTUK SHADOWCRESENT
Pembicaraan di ruang pertemuan Veyth akhirnya mendekati akhir.
Setelah cukup lama berdiskusi, Edward dan Gloria telah mengambil keputusan.
Mereka tidak akan menyerahkan Darrien dan Fiona.
Namun mereka juga tidak akan menolak permintaan Raizen secara langsung.
Jawaban yang akan diberikan adalah sebuah undangan untuk melakukan pertemuan resmi.
Jika Raizen ingin membahas kematian Koga dan Kaguya—
Veyth bersedia berbicara.
Namun bukan melalui penyerahan diri.
Edward meletakkan pena setelah menyelesaikan surat tersebut.
“Kurasa ini sudah cukup.”
Gloria membaca kembali isinya.
“Kita tidak memberikan terlalu banyak informasi.”
“Dan kita juga tidak membuat janji yang tidak bisa kita tepati.”
Elyon mengangguk.
“Itu keputusan yang paling aman untuk saat ini.”
Elarion menyandarkan tubuhnya pada kursi.
“Lalu siapa yang akan pergi ke Shadowcresent?”
Edward menatapnya.
“Itulah yang harus kita tentukan.”
Darrien tetap diam.
Fiona berada di sampingnya.
Ace mengangkat tangan.
“Sebentar.”
Semua menoleh kepadanya.
Ace menunjuk surat di atas meja.
“Kalau kita sudah selesai menulis jawabannya…”
Ia berhenti.
“…surat ini mau dikirim ke mana?”
Hening.
Semua terdiam.
Rowan perlahan menoleh kepada Ace.
Ace melihat satu per satu wajah mereka.
“Apa?”
Tidak ada yang menjawab.
Elyon akhirnya menghela napas.
“Kita tidak mengetahui lokasi Shadowcresent.”
Ace mengedip.
“Oh.”
Rowan menatapnya.
“Pertanyaanmu sebenarnya bagus.”
“Terima kasih.”
“Walaupun agak terlambat.”
“…”
Ace memelototinya.
Edward kembali melihat surat tersebut.
“Benar.”
“Kita tidak memiliki jalur komunikasi langsung dengan Klan Vampire.”
“Dan kita juga tidak mengetahui lokasi pasti wilayah mereka.”
Darrien menyandarkan tubuhnya.
“Kalau begitu…”
Ia menatap surat tersebut.
“Kita tunggu.”
Ace langsung mengangguk.
“Ya.”
“Mungkin mereka akan datang mengambil jawabannya?”
Semua kembali diam.
Ace melihat sekeliling.
“…Mungkin aku benar?”
Elarion mengangguk perlahan.
“Untuk sekali ini.”
Ace tersenyum puas.
Rowan langsung menambahkan,
“Jangan terlalu bangga.”
Ace:
“…”
Fiona tertawa kecil.
Edward akhirnya mengambil keputusan.
“Kita akan menunggu.”
“Jika Klan Vampire memiliki cara untuk mengirim surat kepada kita, kemungkinan besar mereka juga memiliki cara untuk mengambil jawabannya.”
“Dan jika mereka tidak datang…”
Ia berhenti sejenak.
“…kita akan mencari cara untuk menemukan mereka.”
Semua mengangguk.
Untuk sementara—
masalah itu dianggap selesai.
Namun mereka tidak mengetahui bahwa—
jawaban Veyth mungkin bahkan tidak perlu dikirim.
Karena Shadowcresent sudah mengambil langkah berikutnya.
***
SHADOWCRESENT.
Malam kembali menyelimuti wilayah Klan Vampire.
Raizen masih berdiri di dekat jendela tinggi istananya.
Rambut silver-gray panjangnya bergerak perlahan tertiup angin.
Tatapannya masih tertuju kepada langit.
Bulan crimson mulai tertutup oleh awan tipis.
Raizen mengangkat satu tangan.
“Mufasa.”
Tidak lama kemudian—
pintu ruangan terbuka.
Mufasa masuk dan berdiri beberapa langkah di belakangnya.
“Tuanku.”
Raizen tidak langsung menoleh.
“Dua hari lagi.”
Mufasa menunggu.
“Kau pergi ke Veyth.”
Mufasa menundukkan kepala.
“Baik.”
Raizen masih menatap langit.
“Aku ingin jawaban mereka segera.”
Mufasa mengangguk.
“Aku akan membawanya kembali, Tuanku.”
Raizen akhirnya menoleh.
“Tidak.”
Tatapannya tenang.
“Kau akan membawa jawabannya kepadaku.”
“Dan jika mereka sudah siap ketika kau tiba…”
Ia berhenti sejenak.
“…bawa mereka langsung ke sini.”
Mufasa sedikit terdiam.
“Darrien dan Fiona?”
Raizen mengangguk.
“Ya.”
Mufasa menundukkan kepalanya.
“Dimengerti.”
Raizen kembali menghadap jendela.
“Jangan memaksa mereka.”
“Namun pastikan mereka memahami bahwa aku menunggu jawaban.”
Mufasa mengangguk.
“Ya, Tuanku. Aku mengerti.”
Ia kemudian berbalik dan berjalan meninggalkan ruangan.
Pintu tertutup perlahan.
Raizen kembali sendirian.
Tatapannya kembali menuju langit.
“Veyth…”
Suaranya terdengar sangat pelan.
“Kita akan segera bertemu.”
Di luar jendela—
bulan crimson kembali muncul dari balik awan.
Dan dua hari kemudian—
Mufasa akan kembali menuju Veyth.
