102. Pasar Yang Hidup

Romance Series 94

Pagi itu, Veyra sudah ramai.

Begitu keluar dari penginapan, Fiona langsung berhenti.

“Wow…”

Jalan utama yang kemarin hanya mereka lewati sebentar kini terlihat jauh lebih hidup.

Seorang beastfolk bertelinga kelinci sedang menjual buah-buahan berwarna biru yang mengeluarkan cahaya lembut.

Di seberangnya, seorang dwarf sedang berdebat dengan pedagang manusia mengenai harga sebuah kotak logam.

Dua anak manusia berlari melewati mereka sambil tertawa, dikejar seekor makhluk kecil berbulu yang memiliki dua ekor.

Fiona langsung menunjuk.

“Darrien! Lihat!”

Darrien menoleh.

Makhluk kecil itu melompat ke atas kepala seorang beastfolk tua.

Pria itu menghela napas.

“Turun.”

Makhluk itu malah menjilat telinganya.

Fiona tertawa.

“Lucu sekali.”

Elarion tersenyum.

“Veyra memang seperti itu.”

“Banyak sekali ras.”

“Karena Veyra adalah kota perdagangan.”

Elarion menunjuk ke jalan di depan.

“Manusia, beastfolk, Elf, dwarf, penyihir…”

Ia berhenti.

“Dan beberapa makhluk yang bahkan tidak kalian kenal.”

Fiona semakin penasaran.

***

Namun kali ini Elarion tidak membawa mereka berjalan tanpa tujuan.

“Kita membutuhkan beberapa bahan.”

Kevin langsung tahu.

“Untuk penelitian segel?”

Elarion mengangguk.

“Benar.”

Ia mengeluarkan daftar kecil.

“Moonroot.”

“Silverthorn.”

“Dried starflower.”

“Dan beberapa kristal penahan aura.”

Ace membaca daftar itu.

“Banyak.”

“Karena kita tidak tahu jenis sihir yang digunakan pada Darrien.”

Elarion tersenyum.

“Jadi kita harus menguji beberapa kemungkinan.”

Fiona memandang daftar tersebut.

“Aku ikut.”

Darrien langsung mengangguk.

“Tentu.”

***

Mereka masuk ke distrik bahan sihir.

Aromanya langsung berubah.

Herbal kering tergantung dari langit-langit.

Botol-botol berisi cairan berwarna aneh memenuhi rak.

Beberapa akar tanaman bergerak sendiri.

Fiona menatap salah satu botol.

“Yang itu hidup?”

Pedagang Elf di belakang meja tertawa.

“Sedikit.”

Fiona mundur.

“Sedikit?”

“Jangan khawatir. Ia hanya menggigit kalau lapar.”

Darrien menarik Fiona menjauh.

“Kita tidak membeli itu.”

Fiona tertawa.

***

Elarion berjalan dari satu toko ke toko lain dengan sangat santai.

Ia mengenali hampir semua bahan.

“Ini bukan Moonroot.”

Pedagang itu mengerutkan kening.

“Bukan?”

“Ini Nightroot.”

Elarion mengambilnya.

“Bentuknya mirip, tapi efeknya berbeda.”

Kevin memperhatikan.

“Kau bisa membedakannya hanya dari bentuk?”

“Dari aroma.”

Ace menatap Elarion.

“Sejak kapan kau bisa melakukan itu?”

Elarion tersenyum.

“Sejak kalian masih belum bisa membedakan daun obat dari rumput.”

Kevin mendengus.

Fiona tertawa.

***

Di toko berikutnya, mereka bertemu seorang dwarf tua yang sedang membuat kristal kecil.

Elarion menyerahkan daftar.

“Kami membutuhkan kristal penahan aura.”

Dwarf itu membaca.

“Untuk eksperimen?”

“Ya.”

Ia menatap Darrien.

Kemudian melihat wajahnya.

Retakan kecil terlihat samar di dekat rahangnya.

Dwarf itu mengangkat alis.

“Segel?”

Elarion mengangguk.

“Benar.”

Dwarf itu tidak bertanya lebih jauh.

Ia hanya mengambil sebuah kristal dari rak.

“Yang ini.”

Kevin memeriksanya.

“Bagaimana kau tahu?”

Dwarf itu tertawa.

“Aku sudah membuat kristal selama empat puluh tahun.”

Ia menunjuk kristal tersebut.

“Benda itu bisa menahan aura yang mencoba keluar dari tubuh.”

Darrien menatapnya.

“Jadi bisa membantu?”

“Mungkin.”

Dwarf itu mengangkat bahu.

“Kalau segelnya terlalu kuat, kristal ini hanya akan pecah.”

Ace menatap Darrien.

“Jangan terlalu berharap.”

Darrien mengangguk.

“Aku tahu.”

***

Setelah beberapa jam—

tas Elarion sudah penuh.

Herbal.

Kristal.

Serbuk sihir.

Beberapa alat penelitian.

Fiona bahkan membawa sekantong kecil permen yang dibelinya dari seorang beastfolk.

Darrien menatapnya.

“Kita datang untuk membeli bahan penelitian.”

“Aku juga membeli bahan.”

“Permen bukan bahan penelitian.”

Fiona memeluk kantongnya.

“Bisa menjadi penelitian rasa.”

Ace tertawa keras.

Kevin menutup wajahnya.

Elarion hanya tersenyum.

“Biarkan dia.”

Mereka berjalan kembali melewati jalan utama Veyra.

Kali ini Fiona tidak hanya melihat manusia.

Ia melihat dunia.

Seorang Elf membantu seorang manusia tua membawa barang.

Seorang dwarf sedang memperbaiki roda kereta beastfolk.

Anak-anak dari berbagai ras bermain bersama di sebuah air mancur.

Seorang penyihir muda membuat burung cahaya untuk menghibur anak-anak.

Veyra tidak sempurna.

Beberapa orang masih saling memandang dengan curiga.

Beberapa bahkan bertengkar.

Namun sebagian besar hanya hidup seperti biasa.

Berbeda.

Berdampingan.

Fiona tersenyum.

“Lunareth benar-benar besar.”

Elarion menatapnya.

“Dan kalian baru melihat satu kota.”

Fiona langsung menatapnya.

“Berarti masih banyak?”

“Banyak sekali.”

Darrien tersenyum.

“Kalau begitu kita lihat perlahan.”

Elarion mengangguk.

“Begitulah seharusnya.”

Mereka terus berjalan.

Di antara manusia, Elf, beastfolk, dwarf, penyihir, dan makhluk-makhluk kecil yang tidak pernah Fiona lihat sebelumnya.

Untuk beberapa jam—

tidak ada kerajaan.

Tidak ada perang.

Tidak ada rahasia.

Hanya kehidupan.

Dan Veyra terasa seperti bagian kecil dari dunia yang jauh lebih besar.

Sementara di dalam tas Elarion—

bahan-bahan baru yang mereka kumpulkan mulai menunggu untuk menjawab satu pertanyaan:

**Apa sebenarnya yang tersegel di dalam diri Darrien?**

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience