Series
14685
08:30 wib
pemakaman,,
Gilang berjalan menuju makam giska.kali ini laki-laki itu tidak datang sendiri.dia bersama dengan sang anak,nadia.keduanya tampak membawa sesuatu di tangannya.
"oke.kita udah sampai sayang?" ucap gilang.secara bersamaan keduanya menghentikan langkah mereka tepat di depan pusara Giska.
"jadi ini.tempat tinggal aunty,pah?" Nadia menatap pusara yang ditumbuhi banyak rerumputan namun terlihat sangat bersih dan rapih.
"iya sayang?" Gilang mengelus lembut kepala sang anak.
"sekarang kita kirimkan do'a yuk untuk aunty nya?" Nadia mengangguk pelan.
Keduanya pun segera berjongkok.sebelum mengirimkan do'a baik Gilang dan Nadia terlebih dahulu menabur bunga yang mereka bawa tadi di atas makam.
=============
"amin"
Ucap pelan gilang dan nadia dalam mengakhiri doa mereka.
"papa?"
"iya,sayang?" gilang menoleh ke arah sang anak.
"kira-kira aunty kesepian gak ya disurga sana?" tanya Nadia menatap polos sang papa.Gilang tersenyum lembut,tangannya terulur mengelus pipi chubby Nadia.
"aunty gak akan kesepian,sayang.karena di surga sana banyak yang menemani aunty?" jawabnya.nadia mengangguk paham.
"terus apa nanti nana bisa ketemu sama aunty pah?" tanya anak perempuan itu lagi.
"insyaallah bisa nak.kalau nana jadi anak yang baik plus mengerjakan apa yang diperintahkan sama Allah,insyaallah nanti Nana bakalan ditempatkan di tempat yang sama kayak aunty?" jelasnya.nadia kembali menganggukkan kepalanya.
"kalau gitu Nana janji bakal jadi anak yang baik dan mengerjakan apa yang diperintahkan sama allah.supaya nanti Nana bisa ketemu dan main sama aunty?" ucapnya.
"anak pintar?" gilang cukup terharu dengan keinginan sang anak yang ingin sekali bertemu dengan tantenya yang sudah tiada.
=============
Panti asuhan,,
Cup
Vania sangat terkejut saat bibir ranumnya di kecup oleh seseorang.dia pun segera menoleh ke arah sampingnya untuk melihat siapa pelakunya.
"Revan!!.. kamu ini apa-apaan sih!!...kalau ada yang liat gimana!!" Vania menatap panik sekelilingnya.bagaimana tidak,saat ini dirinya tengah berada di panti asuhan,tepatnya di bagian dapur berukuran sedang.
"siapa suruh melamun di dapur?" untuk kedua kalinya dengan gerakan cepat revan kembali mengecup bibir Vania.
"Revan!!" vania melotot kemudian bersiap-siap mencubit pinggang sang kekasih.namun seperti biasanya Revan dengan cepat menghindar agar tidak mendapatkan serangan tersebut.
"Eits,gak kena?" Revan terkekeh geli melihat raut wajah kesal Vania karena tidak berhasil mencubit perutnya.
"ish..kamu mah,nyebelin banget sih!!" ucap kesal gadis itu lalu kembali mengarahkan pandangannya ke arah jendela dapur,melihat pemandangan asri halaman belakang panti.
"salah sendiri kenapa melamun?" Revan menghentikan kekehannya menatap sang kekasih dari arah berlawanan.
"apa sih yang lagi kamu pikirin,hm?" lanjut laki-laki itu.
"gak ada.aku cuma lagi lihat-lihat pemandangan aja kok?" Vania mengambil secangkir hot cappucino yang dibuatnya tadi lalu meminumnya beberapa teguk.
"yakin hanya itu?"
Vania tersenyum tipis setelah itu menaruh kembali cangkir kopi diatas meja.dia pun kini membalikkan badannya hingga dirinya sekarang berhadapan langsung dengan Revan.
"aku cuma lagi mikirin kamu aja,van.besok kan kamu mau balik ke Surabaya?" ungkapnya.
"Kamu gak mau aku balik,hm?" Vania menggeleng cepat.
"bukannya gitu...hanya aja-"
"Ssuutt..." Revan menempel jari telunjuknya tepat di depan bibir Vania.
"udah ya.buang jauh-jauh pikiran negatif kamu itu.lagian aku cuma dua hari disana gak lebih kok.setelah itu aku cuti sampai hari pernikahan kita?" ucap Revan.
Vania terdiam,Revan yang melihat hal tersebut pun langsung menangkup wajah Vania.
"jangan cemberut gitu,sayang.aku kan cuma sebentar doang kok?" ucap Revan.
"hm"
"jawab yang benar dong sayang.jangan hm doang?" ucap Revan lagi.Vania menghela nafas panjang.
"iya?" jawabnya diakhiri senyuman manis.
"kak Revan?" tiba-tiba saja Khalila masuk ke dapur dan menghampiri kedua orang tersebut.secara bersamaan Revan dan Vania menoleh ke arah gadis kecil tersebut.
"iya,kenapa li?" tanya revan.sememtara di sisi lain Vania yang melihat kehadiran Khalila disana menatap gadis itu dengan tatapan tidak bersahabat.
"ini kak.lampu kamar aku kayaknya mati deh.kak Revan bisa gak pasang lampu baru?" pintanya.
"Mm...gimana ya...?" Revan mencuri pandang ke arah vania yang saat ini tengah melihatnya dengan sinis.
"minta tolong sama pak min aja?" ucap Revan.
"tadi sih mau gitu.cuma pak min lagi di ajak pergi sama ibu kak?" jelasnya.
Revan kini jadi serba salah.disisi lain dia ingin membantu tapi sedari tadi Vania menatapnya dengan sinis.
"ya udah.kakak bantuin pasang ya.ayo kita ke kamar kamu?" seakan tidak percaya Vania tampak terkejut mendengar jawaban dari Revan.
"Van,kamu-"
"sayang.jangan salah paham.aku cuma mau bantu pasang lampu aja kok?" jelas Revan yang tidak ingin Vania salah paham.
"tapi van-"
"kak,tolong jangan lebay ya.orang aku cuma minta tolong kak Revan untuk pasang lampu aja kok?" potong Khalila.
"udah yuk kak revan.kasihan adik-adik yang mau belajar dikamar?" Dengan tidak sopan Khalila langsung menggandeng tangan Revan dan segera melangkah pergi dari sana meninggalkan Vania sendirian.
=============
Setibanya di kamar Revan langsung memposisikan tangga lipatnya tepat dibawah lampu yang akan dia ganti.
"tolong pegang tangga nya ya.kakak mau naik?" titah Revan.
Khalila mengangguk cepat setelah itu memegangi tangga lipatnya kuat-kuat.sementara itu Revan dengan penuh kehati-hatian mulai menaiki tangga.
Revan pun mulai melepaskan lampu yang mati dari tempatnya dan memasangkan lampu yang baru disana.
Semua pergerakan Revan tidak luput dari pandangan Khalila yang berada di bawah sana.bahkan gadis kecil itu sempat membayangkan kalau saat ini Revan adalah suaminya yang sedang membantu memasang lampu.
Tidak butuh waktu lama Revan selesai dengan tugasnya kemudian segera turun ke bawah.
"lampunya udah kakak ganti.semoga lampunya awet ya?" ucap Revan.
Bukannya merespon ucapan Revan,Khalila justru tampak termenung.sepertinya gadis kecil itu masih sibuk dengan lamunannya.
"khalila?" tegur laki-laki itu.
"eh,iya kak.kenapa?" khalila tampak gelagapan serta malu karena sudah bengong di hadapan Revan.
"lampunya udah kakak pasang?" ucapnya.
"oh.makasih ya kak?" Dengan spontan khalila memeluk tubuh Revan dan hal itu tidak sengaja di lihat oleh Vania yang tengah berdiri di ambang pintu.
Revan sangat kaget dengan aksi khalila yang memeluknya tiba-tiba.dia pun berusaha keras untuk melepaskan pelukannya tersebut.
"khem!!" dehem vania.revan segera menoleh ke arah sumber suara.dan betapa terkejutnya dia saat melihat sosok Vania di sana.
"Lila,bisa kamu lepaskan pelukannya?" pinta Revan.
"katanya ganti lampu.kok malah pelukan?" sindir Vania.
"sayang.jangan salah paham dulu.ini gak seperti yang kamu kira?" ucap Revan yang tidak ingin Vania salah paham.
Vania yang merasa cemburu lantas langsung pergi dari sana tanpa mendengar pembelaan diri dari Revan.
"nia!!" Dengan sekali hentakan Revan melepaskan pelukan Khalila dan berlari mengejar Vania.
Share this novel