Bab 86

Romance Series 14685

Jakarta,,

Dalam tidurnya gilang mendadak gelisah.kepalanya terus menerus menoleh ke kanan dan ke kiri dengan dahi yang sedikit terkerut.

"GAK!!... JANGAN!!!...JANGAN PERGI!!..." Igau Gilang dengan suara cukup keras.

Raisa yang saat itu tidur tepat di samping Gilang sontak langsung terbangun dan menoleh ke arah sang suami.

"Astaga mas?!kamu kenapa?!" Ucap wanita itu panik lalu berusaha menyadarkan Gilang dengan cara menggoyangkan tubuhnya berkali-kali.namun bukannya terbangun Gilang justru tampak semakin resah mengigau.

"maafin aku!!..tolong jangan tinggalin aku lagi!!" lirih laki-laki tersebut.Sedikit demi sedikit keringat terlihat keluar didahi Gilang.

Mendengar rancauan sang suami membuat Raisa semakin terheran-heran.

"apa yang dimimpikan mas Gilang??kenapa dia ngigaunya kayak gitu??" tanya Raisa dalam hatinya.saat ingin membangunkan suaminya lagi,tepat disaat itu juga gilang membuka kedua matanya dengan napas tersengal-sengal.

"Ya tuhan.mimpi itu lagi?" gumam Gilang dalam hati

Raisa bernafas lega setelah melihat Gilang sudah sadarkan diri.

"Alhamdulillah mas, akhirnya kamu bangun juga.kamu mimpi apa sih sampai mengigau gitu??" ucapnya.

Gilang terdiam,sesaat dia menoleh ke arah Raisa.Dan tidak lama dia menyingkap sedikit selimut yang tengah dipakainya saat ini.didalam selimut itu ternyata Gilang tidak mengenakkan sehelai benang pun.

SIAL,gilang baru sadar,semalam dia dan Raisa melakukan percintaan yang cukup panas di kamar ini.

Jujur,gilang merasa sangat bingung.kenapa setiap kali dirinya selesai berhubungan intim dengan Raisa,Gilang selalu memimpikan Vania pergi meninggalkannya.pertanda apakah ini??

Melihat sang suami melamun Raisa pun kembali menggoyangkan tubuh Gilang.

"mas,kamu kenapa??kok bengong gitu sih?" ucap Raisa lagi.gilang kembali menoleh ke arah Raisa kemudian menggelengkan kepalanya.

"saya gak apa-apa?" jawab singkat Gilang.

Setelah menjawab seperti itu Gilang pun segera turun dari ranjangnya dan pergi berjalan menuju kamar mandi.

Melihat sikap suaminya yang sangat aneh,membuat Raisa semakin kebingungan.wanita itu pun kembali teringat dengan apa yang di igaukan oleh Gilang barusan.

"apa ini ada hubungannya dengan wanita itu ya??"

Di detik itu juga ponsel Raisa bergetar.sebuah pesan masuk dikirim oleh nomor yang tidak dia kenal.

Raisa langsung mengambil ponselnya.lalu membuka sebuah pesan berupa foto yang dikirim oleh seseorang itu.

"astaga!!!...ini kan!!!.."

================

Semenjak kedatangan cucu mereka dirumah,hari-hari pak Gunawan dan ibu Hanna jadi lebih hangat dan ceria.nadia,bocah kecil berumur 4 tahun itu selalu saja membuat kedua orang tersebut tertawa bahagia dengan tingkah polahnya.

Contohnya saja seperti saat ini,pak Gunawan pagi-pagi sekali sudah bermain kejar-kejaran dengan cucunya tersebut diruang tengah.

"ayo kek,kejar Nana lagi?" seru Nadia sambil terus berlari dan tertawa.pak Gunawan yang melihat cucunya berlari langsung mengejarnya.

"awas ya kamu.nanti kalau ketangkap kakek kelitikin?" ucap pak Gunawan dengan hati riang

Disisi lain,ibu hanna yang sibuk menyiapkan sarapan dengan dibantu oleh Raisa tersenyum manis melihat apa yang dilakukan oleh sang suami dan cucunya itu.

"liat sa,anak kamu itu.usil banget sama kakeknya?" ucap ibu Hanna.

Raisa pun menolehkan pandangannya ke arah yang dimaksud ibu Hanna.

"nana anaknya emang suka usil bun.kadang bibi dirumah juga dibuat kelimpungan dengan tingkahnya?" secara bersamaan kedua wanita itu tertawa kecil.

"bunda senang banget karena kalian mau menginap di sini.karna jujur selama kalian di Surabaya rumah ini jadi sepi?" ibu hanna membandingkan perubahan suasana rumahnya sebelum keluarga kecil Gilang menginap.

"gak cuma suasana aja yang berbeda,sa.kondisi ayah juga semakin hari semakin membaik?" lanjutnya.

Ibu Hanna kembali teringat akan kondisi suaminya yang sering sakit-sakitan.tidak hanya itu saja.semenjak kepindahan Gilang ke Surabaya pak Gunawan banyak melamun dan malas beraktivitas.

"iya.bunda benar.semoga dengan kehadiran Nana di sini bisa membuat ayah sembuh total ya?" balas Raisa.

============

Gilang tampak berjalan menuruni anak tangga dengan sedikit tergesa-gesa.disisi lain ibu hanna yang tidak sengaja melihat sang anak menuruni tangga langsung menyapanya.

"Gilang?!"

Mendengar namanya di panggil Gilang pun langsung menoleh ke arah sang bunda.

"Kamu mau kemana ,nak?" tanya ibu Hanna.gilang terdiam sejenak.

"Mm...Gilang mau ketemuan sama Adnan,Bun?" jawab Gilang.

"Adnan??" ucap sang bunda.gilang sedikit menganggukkan kepalanya.

"udah lama gak ketemu.mau ngobrol-ngobrol?" jelas Gilang lagi.

Ibu Hanna menatap anak semata wayangnya itu.entah kenapa wanita paruh baya itu merasa ada sesuatu hal yang sedang di sembunyikan oleh sang anak.

"kamu gak sarapan dulu.bunda sama Raisa udah masak makanan kesukaan kamu loh?" ucap ibu Hanna.

"maaf bun.bukanya aku gak mau cuma sekarang aku lagi buru-buru?" Jawabnya.Lagi dan lagi ibu Hanna merasa ada yang aneh dari tingkah Gilang.

"aku jalan dulu ya Bun,assalamualaikum?" Dengan segera Gilang mencium punggung tangan sang bunda lalu pergi meninggalkannya

Tidak lama Gilang pergi,Raisa berjalan keluar dari arah ruang makan lalu menghampiri ibu mertuanya yang sedang berdiri di dekat tangga.

"bunda ngapain ada di sini?" tanya Raisa.

"terus tadi kayaknya aku dengar suara mas Gilang,ada dimana dia Bun?" lanjutnya.

"oh itu.Gilang pergi keluar,sa.baru aja pamitan sama bunda?" jawab sang mertua.

"pergi keluar??pagi-pagi gini??" ucap Raisa keheranan.

"iya,dia bilang mau ketemu sama Adnan?" jawab ibu Hanna.

============

Ruang makan,,

"loh,kok kalian berdua aja??gilangnya mana,sa??" tanya pak Gunawan kebingungan.bukankah tadi Raisa ingin memanggil Gilang untuk sarapan bersama.

"gak ada,yah.kata bunda mas Gilang pergi nemuin Adnan??" jawab Raisa yang kemudian segera menduduki kursi disamping Nadia.

Pak Gunawan pun langsung menoleh ke arah sang istri yang saat itu juga hendak duduk disampingnya.

"benar itu Bun?" ucapnya memastikan.ibu Hanna pun mengangguk pelan.

"Ck!!..anak itu..kenapa gak betah sekali dirumah ini!!" ucap kesal pak Gunawan.

"udah lah yah.jangan marah-marah mulu.mungkin aja mereka mau temu kangen.maklum lah.mereka berdua kan udah lama banget gak ketemuan?" ucap ibu Hanna menenangkan.

Ditengah perdebatan kecil mertuanya itu,Raisa justru tampak termenung.sama halnya dengan pak Gunawan,Raisa juga bertanya-tanya soal kepergian suaminya itu.

"apa yang sedang kamu sembunyikan dari aku,mas?" hati Raisa bertambah gelisah.terlebih lagi saat dirinya mengingat sebuah foto yang dikirim oleh seseorang tadi.

Dimana difoto tersebut terpampang jelas suaminya sedang menemani seseorang di salah satu kamar rawat di rumah sakit.

Raisa memang tidak melihat begitu jelas siapa sosok yang sedang ditemani oleh gilang.tapi Raisa bisa menangkap jelas,kalau sosok itu sangat berarti untuk Gilang.

===========

Surabaya,,,

Rika perlahan membuka matanya.dan hal pertama yang dia lakukan adalah menatap sosok laki-laki yang sedang tertidur pulas di sampingnya.

Seketika Wajah rika langsung bersemu,mengingat malam panasnya bersama jason.

Entah setan apa yang merasukinya semalam.sampai-sampai Rika mau menyerahkan dirinya kepada laki-laki asing yang baru beberapa Minggu dia kenal.

Sesaat Rika menyunggingkan senyuman manisnya.Tanpa sadar wanita itu mengangkat tangan kirinya,menyentuh wajah bule nan tampan milik Jason.

Perlahan tangannya mulai bergerak dari alis,mata,pipi dan terakhir bibir.

"kenapa gue bisa begitu mudahnya nyerahin diri gue ke loe jas??padahal gue sendiri belum ada perasaan sama loe?" gumamnya pelan.

Rika mengelus lembut bibir yang sudah membuat dirinya mabuk kepayang semalam.bibir yang sudah menjelajahi setiap inci tubuh mulusnya.

Saat tengah asik menjamah wajah Jason.tiba-tiba saja sang empunya terbangun.dengan terburu-buru Rika langsung menjauhkan tangannya itu lalu memejamkan kedua matanya kembali.

Detik berikutnya jason membuka matanya.dan bertepatan itu juga dirinya menatap wajah cantik Rika dari jarak dekat.

Jason tersenyum manis.kemudian langsung mendekatkan wajahnya ke wajah Rika dan...

Cup

Jason mengecup kilas kening Rika.tidak lama kemudian ciumannya berpindah ke bibir merah wanita tersebut.

Deg!

Mendapat perlakuan tersebut membuat jantung Rika otomatis berdegup kencang.

"good morning?" ucap Jason dengan suara seraknya.disisi lain rika tampak enggan merespon ucapan Jason.

"saya tau kamu udah bangun Rika?" ucap laki-laki itu lagi yang berhasil membuat Rika terkejut.

"sial!!..dari mana dia tau kalau gue udah bangun?" batin Rika.

Melihat wanita didepannya masih enggan membuka mata,Jason pun membisikkan sesuatu di telinga Rika.

"bangun sayang.atau saya akan melanjutkan aksi panas kita yang semalam?" ucapnya.

Mendengar hal itu sontak saja membuat Rika langsung membuka kedua matanya.

Tatapan keduanya bertemu.jason pun langsung melempar senyuman manisnya kepada wanita tersebut.

Tidak kuasa ditatap intens oleh Jason,Rika pun hendak beranjak dari tempat tidur.

"Awsh!!!..." ringis Rika saat merasakan sakit dibagian intinya.

Melihat Rika meringis kesakitan Jason pun segera bangun dari tempat tidur.

"Shit!!..Jason!!" sontak Rika langsung menutup matanya dengan telapak tangannya saat melihat tubuh polos Jason.

=============

Jakarta,,,

Vania terbangun dari tidurnya saat mendengar dering telepon di ponselnya.dia pun segera mendudukan tubuh lalu mengambil ponselnya yang ada diatas nakas.

"Revan??" cicitnya.Tidak menunggu lama Vania pun mengangkat panggilan telepon sang tunangan.

"halo van?" sapa Vania.

"Alhamdulillah sayang.akhirnya kamu mau angkat telpon dari aku juga?" cecar Revan.

"hm,ada apa?" tanya gadis itu.

"gimana keadaan kamu sayang.tante deana bilang kalau kamu masuk rumah sakit kemarin?" ucap Revan dengan nada penuh kecemasan.

"iya, kemarin aku gak sengaja ketabrak mobil pas mau nyebrang jalan?" jelasnya.

"terus cidera kamu gimana??"

"cuma cidera ringan kok.mungkin besok udah dibolehin pulang?" mendengar hal itu Revan menghela nafas lagi.

"maafin aku ya,aku belum bisa ke Jakarta sekarang.masih ada kerjaan yang harus aku selesaikan?" jelasnya.

"gak apa-apa van.kamu selesaikan kerjaan Kamu disana.yang fokus.kamu tenang aja,disini aku banyak yang jagain kok?" untuk kesekian kalinya Revan menghela nafas panjang.

"sayang,soal kemarin.aku sama khali-"

"van.udah dulu ya.aku mau ke toilet dulu?" potong vania.revan terdiam sejenak.

"baiklah.aku tutup teleponnya.cepat sembuh sayang,bye?"

"bye?"

Vania termenung menatap ponselnya begitu panggilan berakhir.gadis itu terpaksa berbohong kepada Revan karena moodnya jadi drop begitu mendengar nama bocil pelakor itu.

Vania menatap sekeliling kamar rawat.dia baru tersadar kalau mamanya tidak ada disana.

Ting,

Sebuah pesan WhatsApp masuk.ternyata itu dari sang Mama.

_From : mama cantik _
"sayang, maafin mama ya.mama harus ke cafe sebentar.ada urusan penting.tapi kamu tenang aja.mama udah minta bela buat temani kamu di rumah sakit".

Vania menghela nafas panjang."sendirian lagi gue?" gumamnya.sedetik kemudian sebuah ide terlintas di otak nya.

"ke taman aja kali ya,sambil nunggu bela?"

Detik berikutnya Vania langsung menurunkan satu persatu kakinya.namun di saat Vania menapakan kakinya dilantai.tiba-tiba saja kaki yang. cidera terasa sangat-sangat sakit sekali.

Sontak saja tubuh Vania terhuyung ke depan.vania pikir dia akan terjatuh.tapi ternyata salah.karena dengan tiba-tiba saja ada seseorang yang menahan tubuhnya dari arah samping.

"Sshh...makasih ya?"

Sambil menahan sakit Gadis itu menoleh ke arah sampingnya.dan betapa terkejutnya Vania saat melihat siapa sosok yang menolongnya tersebut.

"GILANG!!"

===============

Flashback,,

Pagi ini Gilang pergi ke sebuah tempat.namun bukan untuk menemui Adnan seperti apa yang dia bilang ke bundanya tadi.melainkan pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Vania.

awalnya Gilang sempat ragu untuk pergi ke rumah sakit.karena besar kemungkinan dia akan bertemu dengan keluarga Vania atau pun para sahabat Vania di sana.

Tapi setelah mendapat mimpi tentang Vania semalam.entah kenapa Gilang merasa sangat bersalah kepada gadis tersebut

Itulah sebabnya mengapa dia berbohong kepada sang bunda dengan membawa nama Adnan kedalam alasannya.

Flashback off,,

"kamu ngapain kesini lang?" vania tampak terkejut serta was-was melihat keberadaan Gilang dikamar rawatnya.

Gilang yang memahami keterkejutan Vania hanya bisa tersenyum simpul lalu menyerahkan paper bag bawaannya kepada Vania.

"untuk kamu.aku sengaja beli ini kerena aku tau kamu itu gak suka sama makanan rumah sakit yang hambar?" ucapnya.

Vania menatap paperbag bawaan gilang.seketika itu juga dirinya kembali teringat akan kejadian dirumah sakit beberapa tahun lalu saat masih bersama dengan Gilang.

"lang,please.cepat pergi dari sini.sebentar lagi bela datang?" ucap Vania sambil membalikkan tubuh Gilang menghadap ke arah pintu kamar rawat.

Bukannya mengiyakan,Gilang justru tampak enggan beranjak dari sana.dengan cepat Gilang meraih jemari tangan Vania lalu menggenggamnya penuh kelembutan.

"untuk kali ini jangan usir aku vania.aku sangat merindukan kamu?" ucap lirih Gilang.

Keduanya kini saling bertatapan,seakan sedang menyelami makna pertemuan mereka di pagi ini.

Tidak berselang lama kemudian Gilang mendekati Vania, mempertipis jarak diantara mereka berdua dan...

Cup

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience