Bab 84

Romance Series 14685

Dirumah sakit,Gita yang baru saja selesai konsultasi dengan dokter Syahnaz segera mencari keberadaan dokter Efendy.

"endy kemana ya?" gita terus melangkahkan kakinya menelusuri lorong rumah sakit tersebut.

Setelah beberapa menit mencari,akhirnya gita menemukan juga sosok mantan kekasihnya itu.kini langkah Gita beralih ke arah taman rumah sakit,tempat sosok itu berada.

"iya mah.nanti aku pulang kok.urusan aku disini belum selesai?" ucap dokter Efendy pada sang mama disambungan telponnya.

"............"

"sabar ya.aku janji bakal pulang ke rumah dan bawa seseorang?" jawabnya.

"............."

"siap,bye mah?"

Selesai menelpon dokter Efendy pun segera memasukkan ponselnya ke dalam saku.dan hendak berjalan menuju ruangan dokter Syahnaz.

"astaghfirullah ta,kamu bikin aku kaget?" seru dokter Efendy yang terkejut saat mendapati sosok Gita dibelakangnya.

"maaf?" cicit gadis itu sambil tersenyum simpul.

"udah selesai konsultasi nya?" tanya laki-laki itu.

"udah kok.makanya aku langsung cari kamu?" jawabnya.

"ya sudah.kalau begitu kita kembali ke kamar yuk?" dokter Efendy hendak meraih tangan Gita.namun tiba-tiba saja gadis itu menghindari gapaian tangannya.

"dy.aku boleh ngomong sesuatu?" ucapnya.dokter Efendy mengangguk pelan.

"boleh.mau ngomong apa?" tanya laki-laki itu lagi kemudian segera memfokuskan dirinya kepada gita.

"aku...tadi gak sengaja dengar percakapan kamu sama mama kamu.Mmm...apa gak sebaiknya kamu pulang aja ke surabaya.kasihan mama kamu.kayaknya dia kangen sama anaknya?" ucapnya.dokter Efendy tersenyum,tangan kanannya terangkat menyentuh rahang gita.

"aku gak akan pulang sebelum tugas aku disini selesai,ta.lagi pula selain jagain kamu disini.aku juga punya misi lain?" gita terdiam lalu menaikan satu alisnya.

"misi??"

"hm?" dokter Efendy mengangguk pelan lalu melangkahkan kakinya kedepan,mempertipis jaraknya dengan Gita.

"misi meluluhkan hati kamu lagi?" jelasnya dengan sangat amat santai.

Gita yang mendengar penuturan tersebut sedikit tersentak kemudian segera mengalihkan pandangan ke arah lain.

"ngomong apa sih kamu,Dy?" ucap gita.entah kenapa setelah mendengar hal tersebut jantungnya berdetak lebih kencang.

Dokter Efendy kembali tersenyum lalu menggenggam tangan Gita penuh kelembutan.

"aku serius ta.aku cinta sama kamu.kamu mau ya jadi pacar aku lagi?" pintanya.

Gita menolehkan kembali wajahnya ke arah Efendy dan menatap laki-laki itu penuh keseriusan.

"maaf dy.tapi...aku gak bisa.dan gak se-"

"kenapa ta??apa kamu masih-"

"dy...apa kamu lupa.aku ini gadis penyakitan.dan penyakit aku ini-"

"Kamu udah sembuh ta.dokter Syahnaz juga udah bilang itu kok?!" potong laki-laki itu dengan tegas.

"dan kalaupun kamu masih sakit.itu sama sekali gak merubah pendirian aku,ta.aku akan tetap sayang sama kamu dan akan terus mendampingi kamu"

"ta...tolong izinkan aku untuk menebus kesalahanku di masa lalu?" terang laki-laki itu.

"tapi Dy...-"

"sssttt" dokter Efendy menaruh jari telunjuknya tepat di depan bibir Gita.

"aku emang bukan cenayang ta.tapi aku tau dengan jelas kalau kamu juga masih mencintai aku?" ungkapnya dengan penuh percaya diri.

DEG!!

"ka-kamu..." Gita terkejut dengan apa yang dibicarakan oleh Efendy barusan.bagaimana laki-laki itu tau tentang perasaannya saat ini.

Melihat ekspresi gadis didepannya,Efendy pun tersenyum manis.tebakannya pasti benar,pikir laki-laki itu.

"dari awal pertemuan kita,sampai detik ini.aku bisa merasakan perasaan itu ta.dan itu yang menjadi alasan kenapa aku masih tetap sini,temani kamu.aku mau menebus semuanya.dan aku...mau kita kembali bersama seperti dulu.?" ucapnya.

Gita terdiam menyimak semua perkataan mantan kekasihnya itu.dan dia juga tidak ingin menyangkal.apa yang dikatakan tadi memang benar adanya.perasaan cinta itu memang ada.

Pandangan Efendy kini teralih pada bibir gita.walau sedikit pucat,namun bibir itulah yang selalu berhasil menggoda imannya.

glek!!

Gita semakin bersemu saat mengetahui arah pandang Efendy saat ini.dan entah dorongan dari syaitan apa.tiba-tiba saja Gita memejamkan kedua matanya.

Melihat hal tersebut Efendy kembali tersenyum lalu perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah gita hingga akhirnya...

CUP

=============

Handphone Vania kembali berdering.dan ya,lagi-lagi Revan menelpon dirinya.gilang yang memang masih menemani Vania disana sedikit melirik ke arah gadis tersebut.

"kebiasaan.kalau lagi ada masalah pasti gak mau angkat telpon?" sindir Gilang sambil terus mengelus kepala sang anak yang tengah tertidur pulas di pangkuannya.

Vania mendelik tajam ke arah Gilang.kenapa sekarang Gilang jadi sok tau gini,pikirnya.

"aku sama Revan sama sekali gak ada masalah kok?" ucap Vania yang masih mengelak tuduhan tersebut.

"kalau kalian lagi gak ada masalah ya diangkat aja.udah lebih dari sepuluh kali loh dia telpon kamu?" gilang menghela nafas panjang melihat tingkah keras kepala Vania.

"nia.aku emang gak tau persis masalah apa yang sedang kalian hadapi saat ini.tapi sebaiknya rubah sikap keras kepalamu itu.aku juga laki-laki sama seperti dia.aku sangat paham sekali kalau sekarang ini Revan lagi khawatir sama kamu?" gilang memang tidak menyukai hubungan Vania dengan revan.tapi Gilang tidak bisa membenarkan sikap Vania yang mengabaikan Revan seperti ini.

"yang dibilang sama Gilang benar.harusnya gue gak boleh kayak gini.gue sama Revan kan mau nikah.lagi pula kalau gue terus acuhin Revan pasti bocil genit itu bakal kesenengan?" batin Vania.

Untuk kesekian kalinya Gilang menghela nafas panjang melihat keterdiaman gadis tersebut.

"kalau kamu merasa gak nyaman dengan keberadaan aku disini,aku akan pergi?" Gilang pun bersiap-siap menggendong Nadia yang masih tertidur dan segera beranjak dari sofa.

"Kamu mau pulang??tapi kan Nadia masih tidur??apa gak sebaiknya tunggu dia bangun aja??" tanya Vania.

Baik Gilang maupun Vania kini sama-sama melihat ke sosok Nadia yang tertidur pulas di gendong Gilang.

"gak apa-apa.lagi pula nanti kan orang tua kamu mau datang.jujur aku belum siap ketemu sama mereka setelah kejadian itu?" jawabnya.

Seketika keduanya terdiam.perlahan kaki Gilang melangkah mendekati pintu kamar rawat.namun sebelum laki-laki itu keluar Gilang sempat berkata sesuatu kepada Vania.

"maafkan aku yang pengecut ini.tapi aku janji suatu hari nanti aku akan temui mereka dan minta maaf atas rasa kecewa yang mereka rasa dulu?" setelah berkata demikian Gilang pun pergi meninggalkan Vania .

Vania menatap kearah pintu yang sudah tertutup itu.entah kenapa ada perasaan kehilangan saat Gilang pergi meninggalkannya.

"ya Tuhan... perasaan apa lagi ini?" gumam Vania sambil menyentuh dadanya.

============

Surabaya,,

Jason baru saja selesai menghadiri meeting,menggantikan Gilang yang masih cuti.setelah ini dia juga akan menemui rekan bisnis,untuk membicarakan tentang pekerjaan.

Jangan heran dengan kesibukan padat Jason di perusahaan tersebut.gilang sudah memberikan perintah kepadanya untuk menghendel semua pekerjaannya selama dia pergi ke jakarta.

"oke.kita bertemu di resto xxx?" ucap Jason disambungan telepon.

Sebelum memasukan ponselnya kedalam saku,Jason terlihat fokus memeriksa aplikasi WhatsApp nya.

"kemana gadis itu.kenapa dia sama sekali tidak menghubungiku?" gumamnya.

Jason ingin sekali menghubungi rika.namun hal tersebut diurungkannya,mengingat dia harus pergi menemui seseorang.

Jason pun memasukkan kembali ponselnya kedalam saku jas lalu pergi meninggalkan ruangannya dengan membawa laptop di tas.

Sementara dikota lain, tepatnya di jakarta.rika tidak kalah sibuknya dengan jason.sedari pagi kerjaan gadis itu tidak ada selesai-selesainya.

Disaat gadis itu fokus berkutat dengan laptopnya,tiba-tiba saja pandangannya teralih pada cincin berlian yang melingkar di jari manisnya.

Rika pun menghentikan kegiatannya lalu melepaskan cincin pemberian Jason kemarin dan menatapnya penuh Lamat.

flashback,,

"Mmpphh" Rika membalas ciuman Jason tidak kalah ganas.kedua tangannya mulai merambat naik ke leher Jason.

Ciuman panas berlangsung lama.setelah merasa stok udara menipis mereka pun menyudahi ciumannya.

"i love you,rika?" ucap Jason dengan sedikit terengah-engah.

Betapa terkejutnya Rika saat mendengar pernyataan cinta dari Jason.

"jas...l-loe ber-canda kan?" tanya Rika tidak percaya.jason menggeleng cepat.

"saya gak bercanda,saya serius Rika?" jawab laki-laki itu penuh keseriusan.

"t-tapi gimana bisa,jas?" lagi dan lagi Jason menggeleng.

"entahlah.saya juga bingung.tapi yang jelas perasaan saya ini sangat serius?" jelas Jason.

Rika tampak mengerjapkan matanya.menandakan dirinya masih tidak percaya dengan apa yang Jason ungkapkan kepadanya.

Jason yang melihat ekspresi Rika sangat memaklumi hal tersebut.siapa juga yang tidak kaget saat melihat laki-laki yang baru dikenalnya dengan tiba-tiba mengutarakan perasaan cinta kepada dirinya.jason pun juga akan merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan oleh Rika.

"Wait?!" Jason langsung merogoh saku celananya kemudian mengeluarkan sebuah kotak beludru berwarna hitam.

"i-itu a-pa jas?" tanya Rika terbata-bata.

Jason tersenyum manis lalu membuka kotak beludru itu tepat di hadapan Rika.

"ini hadiah kecil dari aku untuk kamu?" seketika Rika melongo saat melihat cincin berlian pemberian Jason.

"gak.ini gak benar?" Rika buru-buru bangun dari pangkuan Jason.

"loe banyak minum alkohol ya.??atau abis ke pukul apa kepala loe sampai ngaco gini?" cecar Rika.

Jason yang mendengar hal tersebut hanya tersenyum setelah itu dirinya berdiri di depan Rika.

"udah aku tebak.pasti kamu bakal anggap aku ini lagi bercanda.tapi...apa yang aku ungkapkan ini jujur,rika.aku...udah jatuh cinta sama kamu?"

"entah sejak kapan,aku pun juga gak tau.tapi yang jelas,semenjak kamu balik ke Jakarta aku ngerasain ada yang hilang di dalam diri aku?" Jason mulai mengambil tangan kiri Rika setelah itu memakaikan cincin berlian tersebut ke jari manis Rika.

"jas...-"

"aku gak maksa kamu untuk jawab pertanyaan aku sekarang kok.aku akan beri kamu waktu untuk memikirkan semuanya baik-baik?" Jason kembali tersenyum saat melihat cincin tersebut sudah melingkar disalah satu jari Rika.

flashback end ,,

Rika memasang kembali cincin tersebut lalu menatap kosong kedepan.

"apa yang harus gue jawab jas??sedangkan gue aja gak tau perasaan gue sekarang??" gumamnya.

Walau Jason memberikannya waktu untuk menjawab pertanyaannya kemarin,tapi tetap saja dirinya merasa bingung.

=============

19:00 wib,,

"aku udah selesai.aku pamit kekamar dulu ya?" ucap Gilang yang kemudian segera pergi meninggalkan ruang makan.Semua orang yang disana pun terdiam melihat kepergian Gilang.

"khem!!...Nana??" ucap pak Gunawan.

"malam ini Nana Bobonya dikamar kakek sama nenek ya?" lanjut laki-laki paruh baya itu.

"beneran boleh kek?" tanya Nadia.

"boleh banget dong.nanti kakek bakalan bacain cerita dongeng si kancil,mau kan?" dengan antusias Nadia menganggukkan kepalanya.

Selesai berbicara dengan Nadia kini pandangan pak Gunawan teralih kepada Raisa.

"sa, pergunakan malam ini untuk lebih dekat dengan gilang.perbaiki hubungan kalian.ayah gak mau liat kalian bertengkar lagi,paham?" titah pak Gunawan.

Raisa tersenyum tipis lalu menganggukkan pelan kepalanya."baik,ayah?" jawabnya.

=============

Raisa perlahan membuka pintu kamarnya lalu masuk ke dalam kamar.wanita itu merasa sedikit keheranan saat tidak mendapati gilang di ranjang.

"mas Gilang kemana ya?" ketika dirinya melangkah mendekati ranjang,disaat itu juga pintu kamar mandi terbuka.tampak gilang keluar dari sana dengan sudah mengenakan piyama.

"Kamu mau langsung tidur mas?" tanya Raisa basa-basi.

"hm"

Hanya itu respon yang Gilang tunjukkan.kemudian laki-laki itu tampak menaiki ranjang dan bersiap untuk tidur.

Melihat sikap dingin Gilang,Raisa hanya bisa terdiam dan segera pergi menuju ruang ganti.

Setelah mengganti bajunya dengan piyama Raisa pun segera merebahkan tubuhnya tepat di samping sang suami.

"m-mas?" Raisa kini menghadapkan tubuhnya ke arah Gilang yang tampak sudah memejamkan matanya.

"hm"

"a-aku boleh minta tolong gak?" Gilang menghela nafas panjang lalu perlahan membuka matanya.

"tolong apa?" tanya Gilang tanpa melihat ke arah Raisa.

"boleh tolong elus perut aku gak mas.kayakya dia lagi kangen sama kamu?" pinta wanita itu.

"Raisa"

"mas.ini anak kamu loh yang mau?" Dengan berat hati gilang pun mengiyakan permintaan sang istri.

"mendekatlah?" titahnya.

Raisa tersenyum lebar,dia merasa senang sekali karena Gilang mau menuruti permintaannya.

Dengan cepat Raisa mendekatkan dirinya,bersamaan dengan Gilang yang memposisikan tubuhnya tidur menyamping.

Gilang pun segera menaruh tangannya di atas perut rata Raisa lalu perlahan mulai mengelusnya.

Raisa benar-benar tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya saat melihat tangan Gilang yang mengelus lembut perutnya.

"makasih ya mas.udah mau ngelakuin ini?" Raisa menoleh ke arah Gilang.kini keduanya saling bertatapan.tanpa izin tangan kiri Raisa menyentuh wajah sang suami.

"kamu benar-benar ayah yang baik mas.aku sangat beruntung bisa memiliki kamu?" bukan Raisa namanya kalau tidak mengambil kesempatan.perlahan wanita itu mendekatkan wajahnya lalu menempelkan bibirnya pada bibir Gilang.

Cup

Sontak Gilang kaget dan langsung menjauhkan wajahnya.namun raisa licik.dengan cepat dirinya menaiki perut Gilang lalu menyerang Gilang dengan ciuman brutal dan menggairahkan.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience