Season 2 chapter 12

Romance Completed 249540

Tiga hari mummy dan daddynya berpindah ke rumah Alif dan Feli sedikit lebih ceria di sebabkan kehadirannya di terima dengan baik oleh Kela dan Alex malah janji Alif untuk mempertemukan Azizi dengan Feli juga sudah di penuhinya

“Feli…Mummy nak tanya sikit boleh?” Kela mengambil pisau dari tangan Feli yang di gunakan menantunya itu memotong bawang

“Ya mummy?”respon Feli

“Feli sayang tak dengan Alif? Mummy tahu Feli dengan Alif menikah atas sebab wasiat dan bukan sebab cinta” ayatnya terdengar sedikit tergantung

Feli terdiam “Feli mungkin dah sayang dengan abang..tapi Feli takut untuk terjebak dengan rasa sayang ni mummy. Feli takut terluka. Apalagi sekarang cik Tasha masih berharap abang kembali padanya “ jawap Feli berterus terang.

Kela menarik nafas dan faham dengan situasi yang di hadapi menantunya. Kalau dulu dia menghadapi Zara dengan tenang mungkin di sebabkan Zara masih ada hati nurani. Tapi sekarang yang di hadapi oleh menantunya kini adalah seorang yang terkenal dan ratu drama untuk memutarbalikkan fakta demi kerjaya dan juga demi percintaannya.

“Feli…mummy minta maaf..tapi mummy mohon sangat Feli jangan tinggalkan Alif sebab mummy lihat sekarang Alif sayang sangat kat Feli. Tengok sampai ambik pembantu banyak ni..” tunjuk Kela pada dua orang pembantu baru yang di upah oleh anaknya.

Feli tertawa mendengar ucapan mertuanya “InsyaAllah mummy..Feli tak akan tinggalkan abang melainkan dia yang tinggalkan Feli lagi pun arwah ayah dah amanahkan Feli pada abang jadi Feli kena ikut amanah arwah ayah biar arwah tenang di sana” jawap Feli sekaligus membuat Kela tenang

“Hai sayang…masak apa?” Alif yang tiba tiba datang tanpa segan silunya memeluk Feli dari arah belakang

“Eh..abang malu lah ada mummy dengan watie ni” Feli berusaha melepaskan pelukan suaminya

Cup!

“Abang peluk isteri abang..bukan peluk perempuan lain. Nak malu apa?” selamba jawapan Alif membuat mummynya menepuk halus belakang kepalanya.

“Nak bersayang sayang bukan kat dapur Lif..” usik Kela

“Jom sayang masuk bilik” ucap Alif laju

Feli menoleh “nak masuk bilik buat apa?” sedikit bingung dengan permintaan suaminya

“Nak bersayang sayang lah, mummy kata tak boleh sayang sayang kat dapur..kita masuk bilik je.” Beritahu Alif sambil tersengih

Alex yang datang entah dari mana menumbuk halus bahu anaknya “gatalnya lah Alif ni”

“Gatal macam daddy…” timpal Alif

Kela dan Feli saling berpandangan kemudian tersenyum seolah mereka berinteraksi melalui pandangan dan saling memahami

“Dah..abang balik makan tengahari kan? “ Feli mengalihkan fokus suaminya yang sangat suka berdebat dengan sang daddy.

Alif mengangguk “sini abang tolong sayang potong bawang..nak masak apa ni?” tanya Alif sekali lagi

“Mummy nak masak tom yam seafood Lif..” kela yang menjawap bagi pihak Feli

“Biar Alif yang masak..mummy dengan sayang duduk tepi” lelaki itu segera melonggarkan tali lehernya dan meminta isterinya melipat lengan kemeja dan membuka terus tali lehernya

Alex merasa tercabar melihat anaknya menawarkan diri untuk memasak “Daddy bantu Alif masak” tawarnya

Alif merenung daddynya lekat ‘Daddy tak pandai masak tak payah tolong..lama tak jadi masakan Alif” tolak Alif sambil menggeleng kepalanya laju

“Daddy pandai masak lah Alif”

“Alif pernah dengar cerita atuk dengan nenek kisah daddy mask telur rebus!” Alif mengulum senyum teringat akan daddynya yang pernah menyebabkan kecoh satu rumah di sebabkan telur rebus yang tak di basuh terlebih dahulu.

“Alif!” mata Alex membulat sementara Kela sudah berusaha semampunya untuk menahan ketawa.

Feli hanya memandang bingung suami dan mertuanya yang sekali lagi mulai berdebat “Daddy…sini tolong Feli potong bawang” pujuk Feli sambil menarik tangan mertuanya yang tadinya sudah bercekak pinggang.

“Tengok..menantu daddy yang paling baik. Sekarang daddy anak tirikan Alif, “rajuk Alex

“daddy…..” panggil kela

“Tak jadi…daddy anak kandungkan Alif” Alex menarik balik kata katanya tadi membuat Alif dan Feli saling pandang dan ketawa perlahan

Sedang mereka sibuk bergurau senda dan saling menyakat sesama sendiri salah satu pembantu Alif datang dari luar membawa satu kotak yang terikat riben berwarna merah darah.

“Puan..ini untuk puan Feli di hantar oleh seorang rider tadi katanya dari kawan puan” beritahu pembantu barunya sambil menyerahkan kotak yang sederhana besar itu pada Feli

“Azizi…tapi Azizi tak pernah bagi hadiah pun selama ni” gumam Feli dan tangannya tetap juga menyambut huluran kotak tadi.

Kela dan Alex hanya memandang Feli yang terlihat bingung

“Sayang ada kawan lain lagi tak selain Azizi?” Alif juga turut memandang isterinya

Feli menggeleng “tak ada”

“Feli buka lah dulu, mana tahu Azizi nak bagi surprise” Alex berusaha untuk berfikiran positif biarpun hatinya sedikit sangsi dengan tujuan sang pengirim kotak yang tidak menulis namanya di sana

Tangan halus Feli mulai menarik simpulan riben dan dengan ucapan Bismillah gadis itu membuka kotak tadi dan

“srrrrr”

“tepak!”
Dengan gerakan yang pantas Alex memukul kotak tadi dari hadapan menantunya dengan sudip dan terpelanting agak jauh di atas lantai

Feli terkejut sampai tak mampu sekadar untuk menjerit. Alif yang melihatnya segera mengangkat tubuh Feli dan membawa nya segera pergi dari sana

“U-u-u-ular” Feli tergagap dengan wajah yang pucat

“Tenang sayang, tenang, sayang dengan mummy dekat sini. Abang nak tolong daddy tangkap ular tu”

Alif menenangkan isterinya dan mencium dahi Feli sebelum meninggalkan isterinya itu bersama mummynya di ruang tamu untuk membantu daddynya menangkap ular tedung yang terjatuh ke atas lantai akibat dari pukulan daddynya tadi.

Belum sempat Alif memberikan bantuan, Alex telah Berjaya menangkap dan memotong ular itu berkat bantuan dari tukang kebun yang di panggil oleh pembantu Alif tadi

“Daddy..” panggil Alif melihat daddynya yang sedikit kotor terkena darah ular yang di potongnya

“Alif..ular ni tadi masih ada bisa. Lain kali pesan kat pembantu dan penjaga gate Alif hati hati terima barang yang tak jelas siapa pengirimnya.” Nasihat Alex kemudian berlalu ke singki untuk mencuci tangan

“Baik daddy..sekarang daddy pergi mandi. Biar Watie yang kemas sini” Alif menarik daddynya supaya cepat membersihkan diri kerana percikan darah ular tadi ada yang terkena baju daddynya.

Sementara itu di ruang tamu depan,
“Assalamualaikum….”

“Wa’alaikumusalam” jawap Kela yang dari tadi sampai sekarang masih memeluk Feli untuk meredakan ketakutan menantunya itu

Mata Kela membulat dan bibirnya terlopong melihat seorang wanita cantik dengan mata bulatnya kini sedang berdiri tepat di depannya begitu juga Feli.

Maaf lambat up

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience