15

Drama Completed 1089

" Kau yakin ke Ifra tak menipu ? " Soal Qil pada Suri Delaila.
" Sebentar nanti saya datang balik. " Balas Suri Delaila buntu sambil membawa kerusi masuk ke dalam bilik.

Sehelai jubah bewarna hitam dikeluarkan sebelum diletakkan di atas katil. Ifra Mikayla memandang Suri Delaila keliru.

" Awak mandi dulu. Tenangkan fikiran. Nanti saya cerita. " Kata Suri Delaila lembut sambil membantu Ifra Mikayla bangun.
" Zairil bunuh mak saya ke ? " Soal Ifra Mikayla melulu.
" Taklah. Kenapa cakap macam itu ? " Soal Suri Delaila terkejut.
" Tadi dia ada ugut untuk bunuh mak kalau betul saya berzina. Saya takut dia bunuh mak saya. Saya cuma ada mak sahaja. Kalau dia bunuh , saya dah tak ada sesiapa. " Kata Ifra Mikayla lirih.
" Sayakan ada. Awak jangan fikir sangat. " Pujuk Suri Delaila sambil membantu Ifra Mikayla duduk di atas kerusi.
" Awak mandilah. Nanti cuci dan balut luka itu. Apa - apa panggil saya ya. " Kata Suri Delaila lembut sebelum keluar mendekati Qil di ruang tamu.

Kelihatan Qil serius berbual di telefon. Berkerut - kerut dahinya. Suri Delaila duduk diam termenung di sofa.

" Okey , baiklah. " Kata Qil sebelum memutuskan talian.
" Kau rasa macam mana ? " Soal Qil tiba - tiba.
" Haa. Rasa apa ? " Soal Suri Delaila keliru.
" Ifra itu jujur ke ? " Soal Qil mengingatkan.
" Oooo. " Balas Suri Delaila sebelum termenung kembali.
" Aku tanya bukan suruh kau termenung. " Marah Qil.
" Oh , maaf. Aku rasa dia jujur. Sebab secara logiknya macam mana dia nak ada kekasih gelap sedangkan dia tak tahu dia di mana ? Bukan ada telefon untuk dia hubungi sesiapa. Lagipun dia murung sangat dari pertama kali saya jumpa dia. Dan kalau dia perempuan macam itu , mesti dia dah goda Zairil dulu. Tapikan ... " Balas Suri Delaila sebelum terdiam berfikir.
" Tapi apa ? Jangan cakap sekerat - sekerat boleh tak ? Kau fikir apa ? " Marah Qil lagi.
" Hmmm. Betul ke Zairil yang bunuh mak Ifra ? " Soal Suri Delaila takut - takut.
" Mana ada. Mak dia dibunuh ah long. Selama ini dia mempergunakan Ifra untuk membayar segala hutang yang dia ada. Zairil cerita pada aku sebab dah lama dia perhati Ifra. " Terang Qil terkejut.
" Ooo. Kenapa dia culik kami ? " Soal Suri Delaila lambat - lambat.
" Tak tahulah. Dah pergilah buat kerja kau. Mengumpat sahaja tahunya. " Balas Qil malas.
" Buat apa ? " Soal Suri Delaila bingung.
" Pergi tengok keperluan Ifra yang tak adalah. Apa hal kau ini ? " Marah Qil.

Suri Delaila menggangguk.
" Nak tulis di ? " Soalnya lagi.
" Aduh kau ini.Rak bawah televisyen itu ada buku memo dengan pen. Gunalah. " Marah Qil.
" Dah tak tahu tak payahlah marah. " Rungut Suri Delaila perlahan.
" Apa kau kata ? " Soal Qil geram.
" Tak ada apa. Saya lapar sahaja. " Balas Suri Delaila cuak.
" Pergilah makan. Itu pun nak kena ajar ? " Soal Qil sinis seraya baring di sofa.
Suri Delaila menggelengkan kepala sebelum berlalu melakukan kerjanya.

Sedang Suri Delaila sibuk memusing memeriksa barang dapur Ifra Mikayla , tiba - tiba dia terfikir sesuatu.

" Qil. Memang dapur Ifra ini cuma ada makanan ringan sahaja ke ? Habis dia makan apa ? " Soal Suri Delaila.
" Hah , kau biar betul ? Aku tak tahu. Sumpah tak tahu. " Kata Qil terkejut.
" Yalah. Tak percaya tengok sendiri. Gas nak masak pun tak ada. Tak payah kata gas. Air masak pun tak ada. " Balas Suri Delaila serius.
" Aku pergi cari nasilah sebentar. Dah pukul sebelas setengah pagi. Kau ada alergik tak ? Ifra itu ada alergik tak ? Cuba pergi tengok dia. " Kata Qil sambil bangun dari pembaringan.

Suri Delaila segera masuk ke dalam bilik melihat keadaan Ifra Mikayla. Kelihatan Ifra Mikayla terlena di atas katil sambil memeluk sekeping gambar. Kakinya dibalut kemas. Suri Delaila berpaling kepada Qil sebelum memberi isyarat bahawa Ifra Mikayla sedang tidur.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience