Completed
22343
Aslan mengetatkan rahangnya sangat marah melihat beberapa mayat yang di susun di hadapan gerbang utama hutan terlarang. Kesemua mayat memiliki kesan gigit di leher mereka dan sudah pasti pekerjaan Clan Arduc dan ini kemungkinan sebagai bentuk cabaran mereka kepada Aslan dan seluruh hutan larangan.
“Kita kembali dulu ke mansion untuk menyusun semula rancangan penyerangan tehadap binatang ni semua.” Perintah Aslan. Kesemua pengawal dan tentera yang di latih Maiden dan Aswin kini berkumpul di depan Mansion Aslan untuk menanti rancangan yang selanjutnya
Sementara Abi terpanggil untuk pergi ke arah pilar di tengah hutan. Seolah ada sesuatu yang memanggilnya di sana. Anak kecil itu berjalan sendirian mengikut gerak hatinya.
Dup! dup! Dup!
Abi mendengar bunyi degupan datangnya dari arah hutan Pine yang kini di bawah kekuasaan pari-pari Freya, namun sekarang pari-pari itu sedang berkumpul bersama dengan yang lain di Mansion utama untuk mendengar langkah seterusnya yang akan di ambil oleh Daddynya.
***
Perang benar-benar akan di mulai, Aslan keluar dari hutan terlarang bersama dengan para pejuangnya yang masih tersisa, menuju ke penempatan Clan Arduc dan Wolfie dan di ketuai Aslan sendiri yang melangkah paling depan.
Sementara Aira tinggal di Mansion di jaga oleh ke empat orang pari-pari penjaga.
“Tuan.. apa kita mampu untuk mengalahkan Arduc?” Aswin bertanya
“Mampu atau tidak sudah masanya untuk kita berjuang dan kita berusaha semampu kita untuk mengembalikan keamanan di sini. Yakin lah pada dirimu Aswin kerana dirimu adalah anak panglima besar kerajaan Elf” bicara Aslan dengan yakinnya
“Maka dengan itu kita akan berjuang bersama, seandainya kita harus mati maka kita akan mati bersama dan setidaknya sebahagian dari mereka juga mati bersama kita” seru Aswin dan mendapat tepukan tangan dari para pejuang yang lainnya.
Perjalanan di percepatkan dengan sihir lintas ruang oleh Aslan dan para Elf yang lain. Pergerakan mereka semakin mudah dengan adanya Freya yang bertindak sebagai pelindung mereka semua.
Setibanya di kubu utama Arduc dan Wolfie ternyata mereka juga bersedia dan tanpa banyak perdebatan langsung sahaja adu kekuatan. Walaupaun para Elf lebih sedikit di banding kedua clan itu namun jangan lupakan mereka adalah makhluk istimewa yang memiliki keistimewaan sendiri dan setiap Elf memiliki sikhir khas mereka sendiri sehingga membuat pertempuran itu terasa seimbang, di tambah dengan kekuatan milik Aslan yang telah pulih sepenuhnya
“Sial, ternyata Aslan lebih kuat dari Ambarato!” umpat Arduc setelah beberapa kali mendapatkan hentaman di dada dan membuat tenaganya juga semakin menurun.
Seina membantu abangnya menentang Aslan bersama sementara Wolfie berhadapan dengan Aswin begitu juga dengan Arkan yang terpaksa menelan kekalahannya di tangan Maiden.
“Aku sangat yakin jantung abadi kita masih ada lagi dan jangan khawatir selagi jantung itu masih belum musnah. Seribu kali mati pun kita akan mampu hidup kembali” beritahu Arduc pada Wolfie yang juga datang membantunya setelah Seina kini berhadapan dengan Aswin.
Freya memainkan peranan sebagai penyembuh buat para Elf yang terluka dan kehilangan tenaga dan kelihatannya Freya juga sudah mulai melemah setelah pertempuran mereka beberapa jam dan masih belum ada tanda-tanda pihak mana yang kalah.
***
Sementara itu Abi sudah mulai fokus dengan pendengarannya dan mengikuti arah bunyi degupan itu. Dengan kuasa sihir yang di milikinya akhirnya Abi mulai melihat sesuatu yang bergantung di tengah hutan. Dua bentuk hati yang berwarna hitam dan di ikat dengan rantai silver dan terlihat rantai itu juga di penuhi kuasa sihir
“Akhirnya.. inilah nadi abadi yang mempunyai aura hitam itu” ucap Abi dan seketika hutan kembali terang benderang dengan cahaya kebiruan yang muncul di puncak pilar dan perlahan keluarlah sebilah pedang yang begitu indah sekali dan tertancap di atas sana.
Tanpa berlengah lagi Abi mulai beraksi dengan mengapungkan badannya dan mencabut pedang pusaka itu kemudian turun semula dan dengan membaca kalimat mentera yang tertulis di bilah pedang itu Abi menghayun dan dengan sekali tetakan, dua jantung itu pun terbelah dua dan aura hitam yang kuat menyelubungi nya tadi juga perlahan menghilang. Bunyi degupan juga sudah tidak kedengaran lagi, yang ada adalah darah hitam kini mengalir dan berbau hanyir memenuhi sebahagian hutan Pine. Segera Abi kembali semula ke mansion untuk memberitahu mummynya tentang kemusnahan jantung kejahatan itu.
Diluar sana Arduc dan Wolfie sudah merasa sesuatu yang aneh dan malah kuasa mereka tiba-tiba menghilang
“Tuanku, putera kecil telah memusnahkan nadi kejahatan!’ jerit Freya membuat Aslan semakin bersemangat untuk menghabiskan musuhnya. Hanya tinggal selangkah sahaja lagi untuk mereka mengakhiri segalanya.
Di saat Arduc dan Wolfie mulai lemah dan tidak mampu bertahan, Aslan dan Aswin mulai menggila dan membunuh satu persatu daripada musuh mereka sehingga pada akhirnya Arduc berakhir di tangan Aslan dan begitu juga dengan Wolfie yang harus berakhir di tangan Aslan juga.
Begitu juga dengan Seina yang turut berakhir di tangan Aswin.
Mayat para vampire dan Wolf kini bergelimpangan di mana-mana dan dengan kuasa sihirnya Freya akhirnya mayat-mayat itu semua bertukar menjadi debu hitam dan menghilang di udara
“Tahniah semua, kita telah berjaya menjaga keseimbangan alam dan sudah saatnya untuk kita semua menutup diri dari manusia” seru Aslan
Mereka segera kembali ke hutan terlarang dengan sihir lintas ruang untuk mempercepat kan pergerakan.
***
Setibanya di Mansion, Aira langsung memeluk suaminya dan sangat bersyukur tenyata mereka kembali dengan kemenangan dan tidak banyak para pejuang yang terkorban.
“Aira bersyukur abang selamat.” Ucapnya dalam tangis
Aslan membalas pelukan isterinya “ jangan menangis sayang, semuanya sudah baik-baik sahaja dan kita boleh hidup tenang seperti dulu.” Pujuk Aslan
Abi juga memeluk daddynya dengan erat dan bersyukur saat daddynya pulang tanpa luka di tubuhnya
“Daddy, Abi dah hapuskan jantung kejahatan tu” lapornya
Aslan menggosok kepala anaknya “daddy tahu dan daddy nak ucapkan terima kasih sebab Abi dah jalankan tanggungjawab Abi dengan baik. Tanpa bantuan Abi dalam menghapuskan jantung itu mungkin daddy juga tidak dapat kembali ke sini dengan selamat”
Suasana haru menyelubungi Mansion itu dan akhirnya berubah meriah menjadi sebuah pesta untuk meraikan kemenangan mereka menumpaskan kejahatan.
***
Seperi janjinya pada isterinya. Akhirnya Aslan menyerahkan tugas menjaga para Elf kepada Freya sementara dirinya kembali lagi meneruskan kehidupan seperti dulu bersama keluarga kecilnya. Begitu juga dengan Aswin dan Maiden memilih mengabdi terus pada Aslan
Setelah kepergian Aslan dan Freya yang kembali memimpin. Ruang Mezanin itu seolah tertutup dan gerbangnya juga tidak kelihatan oleh mata kasar lagi bersamaan dengan tertutupnya kisah wujudnya para Elf yang masuk di dalam daftar makhluk Mitos.
Aslan sudah boleh menjalankan kehidupannya seperti biasa begitu juga dengan Aira yang merasa di beri peluang kedua di dalam hidupnya merasakan hidup yang tenang kembali. Sesekali mereka juga kembali ke Mezanin sekadar melawat melepaskan kerinduan pada keindahan alam di hutan terlarang.
Sementara Aswin dan Maiden sepakat untuk menikah dan memulai keluarga baru mereka mengikut jejak Aslan dan Aira.
Semoga kisah mereka kekal sebagai kisah yang menarik untuk penghantar tidur anak-anak.
*** END***
Terima kasih semua dah baca karya yang banyak kekurangan ni. Ada masa kita jumpa lagi. Salam sayang semua.
Share this novel