SM.10

Fantasy Completed 22343

Demi keselamatan istrinya kini Aslan mengajak Aira berpindah ke salah satu lagi mansion nya sebagai langkah berjaga jaga kerana perasaannya kuat mengatakan akan ada sesuatu yang buruk bakal terjadi sebentar lagi

“Casper..”

“Ehem! Aira..jangan panggil casper boleh tak? Punya suami tampan macam ni kenapa harus di samakan dengan casper yang botak tu” potong Aslan yang tidak mahu Aira terus menerus memanggilnya casper

“Habis?”

“Panggil nama ke panggil sayang ke yang penting jangan casper” jawab Aslan cepat sementara Aswin yang mendengar harus menahan senyumnya untuk mengelak dari amukan Aslan

“Kenapa kita pindah sini?” tanya Aira tanpa memperdulikan ucapan Aslan sebentar tadi

“Sayang, kita pindah demi keselamatan awak dan semua orang di sini juga bersedia menjaga keselamatan awak dan jika kita Berjaya melepasi malam ini bersama maka untuk sebulan ke depan awak masih lagi selamat..kecuali..” Aslan menggantung kalimatnya sambil memandang Aira lekat

“Kecuali apa?”tanya Aira

“Kecuali kalau kita itu..”

“Itu apa?”

“Erm…” Aslan menggaru kepalanya yang tidak gatal dan memikirkan kata-kata yang tepat dan tiba-tiba sahaja lelaki bijak itu menjadi bodoh seketika

“Itu apa?...” balik Aira bertanya kembali

Aswin mendekat membisikkan sesuatu di telinganya Aslan dan membuat wajah lelaki tampan itu berubah merah seketika dan Aira masih lagi setia menanti jawapan dari soalannya.

“Mengawan!” ucap Aslan dengan wajah tanpa dosanya

Mata Aira membulat sempurna dan “Aslan!!!!!!!! “

Merasakan alarm tanda bahaya kini berdengung di kepalanya membuat Aslan sedikit menjauh dan benar sahaja Aira sudah pun berlari mengejarnya dan menghajarnya tanpa ampun setelah mendapatkan suaminya itu

“Ingat kucing ke cakap mengawan? Hah!” marah Aira dan Aslan baru sedar akan kesalahannya dan menatap Aswin dengan tatapan membunuh

“Sial kau Aswin, sengaja kenakan aku. Tak nak hidup lama agaknya”monolog Aslan di dalam hatinya

Semua pelayan termasuk Maiden tercengang dan menatap tidak percaya melihat seorang Aslan kini di bantai habis habisan oleh istri kecilnya itu

“Sayang, okey…maaf, maaf okey. Ini salah Aswin.. abang ikut jer” pujuk Aslan setelah Aira berhenti mengamuk

“jangan sentuh, saya masih marah” bentak Aira

“Sayang…please.. sorry okey”

“Pergi mengawan dengan lembu.” Marah Aira lagi

Glup!

Aslan menelan ludahnya dengan kasar “ okey sorry, maksud abang..”

Aslan kehilangan kata-kata dan lelaki itu akhirnya menggunakan kuasanya untuk membuat Aira tertidur dan mengangkat tubuh istrinya ala Bridal style dan sebelum melangkah pergi Aslan menatap tajam ke arah Aswin

“Aswin, kau pergi mengawan dengan lembu” marahnya dan bukannya marah malah Aswin tertawa terpingkal pingkal begitu juga dengan Maiden

Aslan memasuki lift menuju ke lantai atas di mana bilik pengantinnya di sediakan dan akan menjadi bilik utama mereka setelah berpindah ke mansion baru itu.

Setelah meletakkan tubuh istrinya di atas tempat tidur Aslan kembali menyedarkan Aira dan perlahan kelopak mata cantik mengerjap

“Sayang..” panggil Aslan

Pemandangan pertama yang Aira dapat setelah membuka matanya adalah wajah tampan suaminya yang entah kenapa begitu mempesona dan membuat gadis itu lupa akan kemarahannya sebentar tadi dan sekaligus melupakan hakikat kalau suaminya itu bukannya manusia normal seperti dirinya.

Melihat tiada reaksi dari istrinya Aslan mulai memberanikan diri mengecup lembut bibir soft pink istrinya, dan mata Aira terpejam saat merasakan bibir basah suaminya itu mengecup lembut lehernya dan semakin menurun ke bawah

“Izinkan abang ya” bisik Aslan lembut di telinga Aira dan gadis itu hanya mengangguk perlahan menahan satu rasa yang aneh mulai menjalar di seluruh tubuhnya di saat mendapat sentuhan demi sentuhan dari Aslan

Bilik tidur dan segala isinya menjadi saksi bisu di saat Aslan mengambil kehormatan istrinya. Aira hanya mampu meramas cadar menahan rasa sakit yang teramat sangat di bawah sana sehingga membuat wanita itu mengalirkan air mata.

Sementara Aslan yang sudah terbuai nafsu masih lagi menuntun istrinya menuju permainan yang sebenar sehinggalah berakhir dengan satu desahan yang panjang dari keduanya menandakan permainannya sudah sampai di penghujung dan menemukan titik noktahnya.

***

Sementara itu,

“Tuan, ternyata para penghisap darah itu telah berpindah ke mansion yang lain” lapor salah satu dari orang kepercayaan Arkan

Prang!!!

“Sial!” Arkan melempar sesuatu dan mengenai dinding kaca mansion lama yang di tinggalakan oleh Aslan sehingga membuatkan satu bunyi pecah yang sangat kuat.

Arkan menunjukkan seringai jahatnya “Dia lupa kalau kita dengan senangnya menemukan jejak mereka” ucap Arkan

“Tuan, saya sudah menemukan Mansion terbaru Aslan” lapor salah satu lagi orang suruhannya

“Pimpin jalan” arah Arkan dan mereka segera berlari dengan pantas dan berubah menjadi wujud serigala.

Tidak memerlukan waktu yang lama mereka sudah pun menemukan mansion baru Aslan dan ternyata kedatangan mereka malah di sambut oleh sekumpulan pengawal elite milik Aslan yang di ketuai oleh Aswin sehingga membuat Arkan mendengus kasar

“Panggil Aslan keluar dan serahkan perempuan itu pada aku maka aku tidak akan mengganggu kalian lagi” Arkan mencuba membuat penawaran meski pun tau kalau semuanya sia-sia.

“Tuan sedang menikmati malam pertama yang indah bersama istrinya, jadi sangat tidak wajar untuk saya menganggu malam indah mereka bukan?” jawap Aswin dengan seringai mengejek menatap Arkan yang terlihat sedikit terkejut

“Dasar drakula bodoh! Mati kau!” marah Arkan dan lelaki itu mengamuk dan terus menerus menyerang Aswin bertubi tubi sehingga memaksa Aswin berada di posisi bertahan dan masih belum mampu melawan kembali.

Maiden yang baru sahaja muncul dan menghadiahkan Arkan satu tumbukan Berjaya membuat lelaki itu terjengkang ke belakang beberapa langkah

“Thanks Maiden” ucap Aswin dan dengan secepat kilat Aswin membalas kembali serangan Arkan dan kali ini keadaan memihak kepada Aswin dan Arkan sudah beberapa kali mendapat tumbukan tumbukan padu dari Aswin sehingga membuat Arkan sedikit babak belur

Sementara itu di dalam bilik pengantin Aslan mendapat pesanan telepati dari Aswin mengatakan kalau Arkan datang membawa sepasukan woflnya menyerang mereka.

“Auwwwww!!!!!!”

Aira yang awalnya terlelap kini terbangun dan menggigil ketakutan saat mendengar bungi lolongan yang begitu dekat sekali. Aslan berusaha menenangkan istrinya dan membawa wanita itu masuk ke dalam pelukannya.

Di saat mendongak dan menatap ke arah cermin tingkap yang masih belum tertutup langsir, Aslan tersenyum melihat bulan sudah mengambang penuh

“Kita berhasil sayang, masa genting kini sudah berlalu” bisik Aslan namun tidak mampu di dengar oleh Aira kerana wanita itu menutup telinganya. Ngeri mendengar lolongan yang begitu menakutkan itu.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience