Series
877
belum lama abizhar dan aishara berbicara berdua saja, abizhar dan aishara di panggil oleh keluarga mereka karna abi abizhar yang sudah sadar ingin bertemu dengan mereka berdua.
dan di sini lah saat ini abizhar dan aishara berada, di dalam ruang perawatan abi abizhar yang sedang berbaring lemas di atas ranjang dengan tubuh yang terpasang beberapa alat penunjang hidup untuk abi abizhar.
aishara yang berdiri di belakang abizhar yang sedang duduk di kursi yang ada di samping tempat tidur abi abizhar, menatap sendu ke arah abi abizhar yang terlihat begitu lemah tidak bertenaga sama sekali saat ini.
" nikahi aishara di sini di depan abi nak, abi takut tidak bisa melihat mu menikah nak. "
ucap Abi abizhar pada abizhar dengan suara nya yang begitu pelan, yang hampir tidak terdengar oleh abizhar dan aishara.
abizhar dan aishara membeku di tempatnya mereka, karna mereka berdua yang barusan selesai berbicara untuk membatalkan pernikahan mereka berdua secara baik-baik, yang rencana nya akan mereka berdua bicara kan pada kedua orang tua mereka nanti setelah abi dari abizhar sudah benar-benar sembuh dari sakit nya.
" abi aku. "
" aku akan menghubungi Abah Rahman untuk menikah kan abizhar dan aishara abi! tapi setelah itu abi harus bersedia untuk di operasi abi."
ucap kakak laki-laki abizhar, memotong ucapan abizhar, agar abizhar tidak membantah ucapan abi mereka, yang akan membuat keadaan abi mereka yang sedang tidak baik-baik saja menjadi semakin parah nanti nya.
aishara dan abizhar saling tatap dengan tatapan panik mereka, pada saat abizhar dan aishara melihat kakak laki-laki dari abizhar berjalan keluar ruangan tersebut sambil mengotak-atik ponsel nya.
" Azhar ikut Abang sebentar kemari, aisa tolong temani abi sebentar ya, Abang dan kedua orang tua mu tau kamu bisa di andalkan dalam segala hal aisa. "
lanjut kakak laki-laki abizhar lagi berbicara pada aishara dengan penuh isyarat setelah memanggil nama abizhar adik laki-lakinya, agar abizhar tidak bicara apapun pada abi nya nanti nya, karna abizhar tidak sepenuhnya tau keadaan abi mereka saat ini.
" bang. "
panggil abizhar kakak laki-laki nya setelah mereka berdua sampai di luar ruangan abi mereka, yang membuat abizhar langsung memanggil kakak laki-laki nya untuk berbicara secara serius setelah melihat kakak laki-laki nya menutup panggilan telepon nya.
" ada apa Azhar. "
" bang aku. "
abizhar tidak sanggup melanjutkan kata-katanya saat mengingat keadaan abi nya yang membuat abizhar tidak lagi melanjutkan.
kakak laki-laki abizhar berjalan berjalan mendekat pada abizhar yang terlihat tertunduk di depan nya.
" dalam pernikahan cinta saja tidak cukup abizhar, restu orang tua juga di butuhkan di dalam nya! Abang adalah dokter yang mungkin adalah perantara Allah yang Allah izinkan untuk menyembuhkan umat nya abizhar, yang perlu kamu ketahui saat ini adalah umur abi tidak akan lama lagi abizhar, karna itu turuti keinginan terakhir nya yang mungkin saja akan menjadi sesuatu yang berkah yang akan kamu syukuri di kemudian hari Azhar. "
abizhar terpaku di tempatnya dengan mata yang berkaca-kaca saat mendengar ucapan dari kakak laki-laki nya.
" abah Rahman akan segera tiba di sini, persiapkan diri mu, Abang akan pergi menemui ayah aishara untuk memberi tau kalau abah Rahman sebentar lagi akan sampai! ayah aishara saat ini sedang ada di ruangan Abang untuk menghafal apa yang harus dia ucapkan saat menikah kan mu dan aishara, dia sudah melakukan nya dari tadi setelah mendengar permintaan dari abi untuk langsung menikah kan kalian berdua Azhar. "
Share this novel