Beri I masa

Romance Completed 6699

Pejam celik , pejam celik dah seminggu aku kerja di sini .

Aku suka bekerja kat sini . Dapat jumpa dengan kawan lama yang sengal tu dan hospital ni dekat dengan rumah dan bengkel Leya . Senang aku nak pergi jumpa dia .

" Nina , Dr. Aaron nak jumpa ", kata jururawat yang tua 5 tahun dari aku .

" Terima kasih kak . Nina pergi dulu ya ? ", pamitku sopan .

Aku jalan ke arah elevator dan tekan tingkat 18 . Kalau nak tahu rumah diorang ni bersambung dengan hospital dan rumah hospital ni pun ada bilik bawah tanah ada lima tingkat jadi keseluruhannya ialah 23 tingkat . Tapi aku seorang aja yang tahu hospital ni bersambung dengan rumah .

Aku seorang sahaja pekarja yang dibenarkan pakai lif itu . Sebabtu pekarja lain takut dengan aku dan ada diantara mereka yang cemburu sebab aku rapat dengan dua pengarah itu .

Tapi aku buat tak perduli ajalah . Yang penting aku buat kerja ikhlas dan bersungguh . Aku mengetuk pintu rumah mereka dan memberi salam .

Dengan ajaibnya pintu itu terbuka sendiri . Ada ramai maid beratur untuk sambut aku . Rasa macam puteri raja tetapi aku sedar diri cepat - cepat . Yalah , tak kan disebabkan duit kita jadi orang lain . Rasulallah selalu cakap besederhana itu lebih baik sebabtu bapa dia pesan jangan sesekali jadi tamak harta haloba .

Aku cepat - cepat beristigfar dalam hati .

Depan aku sekarang ada tangga , Aaron dan Aariz menuruni tangga dan aku terpengun sekejap selepas melihat ketampanan mereka .

Aaron dengan matanya yang berwarna amber yang membuatkan dia nampak menarik . Aariz pula ada bulu mata yang lentik dan panjang kalah perempuan. Kalau Aaron ada kulit yang sawo matang Aariz pula sebaliknya . Aariz memiki kulit seputih salju .

Aku dapat tahu Aariz tak pernah duduk Malaysia sebelum ni dan dia pula jenis tak boleh berjemur .

" Assalammualaikum ", aku memberi salam dan menundukkan sedikit kepalaku tanda hormat .

" Waalaikumsalam ", balas dua beradik itu serentak .

" You dah makan ? ", ujar Aariz tanpa senyumannya itu .

" Dah , Encik Aa.. Maksud saya Aariz dah makan ? Aaron ? ", aku terus tanya pasal Aaron lepas dia menikam anak mata aku cemburu .

" Bagus . Walaupun I lagi tua tapi I nak biasakan diri you bila dengan I ", kata Aariz senada .

" Baik , I faham maksud you tu . Tapi kalau I tak pilih you kita masih kawan kan ? ", kataku sedikit lemas dengan situasi sekarang .

" But let's hope for the better ", dan buat pertama kalinya dia tersenyum kecil tetapi senyuman itu dah cukup buat aku cair.

" Kitaorang dah makan dah ", kata Aaron meleraikan tautan mata aku dan Aariz . Aku tersentak .

" Erk , baguslah kalau macamtu ".

" Dah lah . Jom kita masuk perpustakaan ni kitaorang ada benda nak cakap dengan you ", kata Aaron dan dia senyum . Senyuman Aaron dilengkapi dengan lesung pipit itu membuat aku tersenyum sendiri .

Kalau macamni macammana aku nak pilih ? Dua - dua ada kelebihan dan kelemahan tersendiri . Tapi kedua - duanya sekarang sedang main tarik - tarik dengan hati aku ni .

Aduh , payah !

Aku akur dan memasuki ruangan perpustakaan yang luas itu . Mungkin ini sebabnya diaorang ni jadi bijak pandai . Tapi disebabkan selalu rasa kesunyian mereka menjadi bergini . Seorang introvert yang sangat pendiam dan tertutup dan seorang lagi extrovert yang banyak bercakap dan terbuka .

Aku mengambil tempat duduk selepas melihat mereka duduk .

" Nak cakap apa ? ", aku dalam diam merasakan debaran di dada . Kadar denyutan jantung aku meningkat dengan butir bicara yang akan keluar dari mulut mereka .

" You dah buat keputusan ? ", tanya Aaron lembut . Mata ambernya yang bulat itu bersinar macam kucing . Comel sangat !

" I masih tak tahu lagi . I ragu - ragu . Lagipun kita baru jumpa balik . Tak rasa ke benda ni terlalu mengejut buat I ? Beri I masa ", ujarku separuh merayu .

Mata bundar Aariz memandangku dan aku masih memberikan tatapan rayu itu .

" I nak kenal hati budi korang dulu sebelum I buat keputusan yang melulu ", sambungku lagi .

" But Nina , we know each other over 10 years now. How did you say like we never meet before ? You mad me sad ", aku jadi serba salah dengan ayat Aaron .

" Aaron look . I know that we know each other for so long , but I can't make decision right away without think what will happen . To me , if I make a rush decision I have to make sure it did well . I don't wanna hurt myself , you and your brother . I hope you understand me ", ujarku sedikit panjang . Aku tak mahu menyakiti perasaan sesiapa dan juga perasaan sendiri .

" We all understand that but make sure you make it happen with who between us . We want to know and yeah take your time , dear ", ujar Aariz dan aku lega .

Tapi Aaron nampaknya yang tak boleh sabar .

" You mine . I love you even when we still in high school and I love you ... still ", Aaron kata dengan nada yang romantis . Aku terpana sekejap .

" Tapi you berubah hati masa dekat u kan ? ", aku mempersoalkan perempuan yang kami bicara tempoh hari .

" Maybe I berubah hati tapi nama you tak pernah padam dalam hati I ", katanya bersungguh - sungguh . Aku tak nampak satu penipuan pun di dalam mata itu .

" Kita ni sahabat baik . Aku macam susah nak terima kau . Aku harap kau faham apa yang aku maksudkan ni ", aku gunakan panggilan kau , aku kalini supaya ayat aku menusuk sikit dan kedengaran jujur .

" Habis kalau bukan aku , kau nak kahwin ngan babun ni ke ? ", soal Aaron sambil menunjuk abangnya di sebelah .

" Kalau aku babun kau apa ? Babi ? ", soal Aariz geram . Mukanya turut memerah .

Aku ketawa kecil dengan perangai tak matang diorang ni .

" Okay bagi I masa . Kita keluar sama - sama . Dalam erti kata lain date supaya kita kenal hati budi masing - masing ", kataku memberi idea .

Mereka kelihatan seperti berfikir dan selang beberapa minit mereka berpandangan sesama sendiri lalu pandang ke arah aku dan angguk setuju .

Okaylah Cara bagi chance up bab baru tapi ni mungkin chapter terakhir dan Cara akan sibuk lepas ni . Kalau Cara ada masa terluang Cara janji untuk update , okay ? Jangan marah dan enjoy tiga chapter ni dulu . Terima kasih semua yang baca dan suka dengan karya Cara !

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience