15_Tak suka dikongkong

Drama Series 42375

Menjadi pasangan Adam tidak semudah yang Arin fikirkan.Adam sudah mulai mengekang pergerakan Arin.Kesana tak boleh, kesini juga tak boleh.Hanya baru
rasmi dua hari sebagai kekasihnya Adam, Arin sudah ada keluhan.Bagaimana nanti tumbuhnya bibit - bibit cinta kalau awal permulaannya jadi seperti ini.

"Adam..Kok aku dicuekin?" Kata Arin yang mulai menggunakan dengan kata sebutan 'aku' sebagai kata ganti dirinya yang dulunya 'saya'.Kini Arin tidak lagi
formal seperti awal pertemuannya dengan Adam.

"Ya lihatin terus cowok - cowok yang lewat depanmu.
Apa aku belum cukup ganteng? Awas aja kalau kau masih melirik ke pria lain.Cukup pandang wajahku sahaja?" Adam serius mengatakannya pada Arin.
Dan Arin yang mendengarkan itu, membulatkan bola matanya merasa jengkel pada ucapan Adam.Bagi Arin,
Ucapan Adam itu terdengar ada cemburunya.

Hih ! Kemarin saja Arin ingin belanja ke mall, Adam tak diberi izin.Tunggu lepas Adam selesai jam kerjanya, akan menemani Arin juga.Sedangkan Arin sudah meminta izin baik - baik pada Adam.Lagi pula perginya tak akan lama.Pada akhirnya Arin jadi kesal dan niatnya untuk keluar belanja diurungkan saja.Benar - benar Adam tidak menyuruhnya keluar sendirian tanpa lelaki yang telah pun jadi kekasihnya itu.

"Uh ! Kau cemburu ya Dam?" Tanya Arin tidak puas hati.
Adam tergelak sesaat.

"Wajar dong kalau aku cemburu ! Kau harus tau cuma aku yang punya hak ke dirimu.Aku ni bukan hanya kekasihmu Arin, aku juga adalah calon suamimu.Ingat itu?" Kata - kata Adam itu buat Arin merinding.
Yang benar saja Adam ini? Baru dua hari sudah berani
mengatakan jika dia ialah calon suaminya Arin. Sedangkan misi Arin untuk mencari tahu dimana ibu kandungnya berada belum bermula, Adam pula sudah mula berkata yang mengada - ada menurut Arin.

"Teruskan saja dengan sikap mengekangmu ini Adam. Aku rasa..aku tidak yakin bisa bertahan lama bersamamu.Palingan juga dalam dua tiga hari kok?"
Adam terkejut mendengar pengakuan dari Arin itu.
Apakah kata - kata Arin itu merupakan satu ugutan atau juga ancaman buat Adam?

"Ishh ! Jangan ngambek dong sayang.." Adam cuba berbaik dengan keadaan yang ia ciptakan sendiri seraya memeluk pinggang Arin dari belakang.

"Maaf ! Aku tidak bermaksud mengekangmu.Tapi aku nggak suka kok kau terus ditatap oleh lelaki lain.
Maunya cuma aku aja yang pantas melihat cantiknya
wajahmu.Dan kau juga? Benar - benar buatku kesal.
Kenapa juga kau membalas tatapan cowok - cowok nggak diri itu?" Baru juga Adam mengucapkan kata maaf pada Arin, kata - katanya sudah buat Arin jadi kesal semula.

"Okey ! Tapi awas ya Dam..asal saja ketahuan kau juga
melirik ke cewek lain? Aku nggak segan - segan tinggalin kamu." Kata Arin tegas pula.

"What ? Kok aku dibalikin sih ?" Protes Adam seraya membenamkan kepalanya diceruk leher Arin.

"Bagus dong ! Kita impas !" Ujar Arin sambil menyengir
kuda.Adam tak sangka sama sekali kalau setiap ucapan yang ia lontarkan pada Arin ternyata memakan semula dirinya.

Next..Pergi ke Mansion utama

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience