Series
42375
Kenapa semakin hari, Adam semakin ingin mendekati Arin? Lain halnya pula dengan Arin, dia semakin mendekati Adam kerana ingin mengetahui siapa ibunya Adam yang belum ia tahu namanya?
Adam juga mula curiga terhadap dirinya sendiri.Dia
perasan sejak dua menjak kebelakangan ini, kalau dirinya mengalami perubahan yang melibatkan hati dan perasaannya.Bila ia tak melihat Arin yang cuma beberapa jam sahaja, rindu datang menyapa dihatinya.
"Ya ampun...Ada apa sih denganku? Aku malah rindu benaran sama si Arin?" Gerutu Adam dalam hatinya.
Baru dua hari Adam tak menemui Arin sejak ia membawanya ke mansion, Adam tak keruan gundahnya.Apakah mungkin Adam sudah jatuh cinta pada Arin? Ah! Ternyata siksa bila ada perasaan seperti ini..
Adam melajukan kenderaannya menuju ke kondominium miliknya.Kerana dirinya sudah sangat ingin bertemu dengan Arin, ia mengambil jalan mudah untuk langsung ketemu.
"Arin !" Adam berteriak memanggil nama sang pemilik yang dicari.Hingga yang empunya nama itu berasa hairan tak kalah terkejut.
Arin terus saja menghadap Adam diruang tamu.Benar-
benar diri ingin tahu apa yang telah terjadi pada Adam sampai harus berteriak sebegitu.
"Kenapa berteriak? Kesambet jin dan hantu dijalan ya? Kok aneh siang-siang begini lho?" Arin terus bertanya persoalan yang tak diacuhkan oleh Adam.Justeru malah Adam mendekati Arin lalu memeluknya erat.
Seketika Arin tercenggang.Tingkah Adam itu buat jantung Arin seperti nak henti.
"Hei ! Lepaskan! Jangan seenaknya memeluk.Kita bukan muhrim lho Dam!" Arin cuba menjauhkan kedua tangan Adam yang melingkari dipinggangnya.
Dengan senyum yang terbit dibibir Adam, sedikit sebanyak ia berasa puas bila sudah ketemuan depan mata.Apa lagi kalau ia beruntung kali ini, dapat memeluk tubuh gadis yang dirinduinya.
"Arin..aku sudah gila?" Mata Arin melebar luas.Terkejut itu pasti pada ucapan Adam.Tapi tidak mengerti apa maksudnya.
"Gila apanya? Kok bicaranya aneh sih?" Adam melebarkan senyum indah jelas bahagia dimuka bumi buat Arin.
"Arin, dengarin dulu.Aku pengen ngomong sama kamu.Mungkin bagimu ini sangat konyol.Tapi harus kau tahu kalau aku sungguh-sungguh." Kata Adam namun masih tergantung ucapannya.
"Konyol? Ada apa sih sebenarnya? Langsung aja dibicarakan..." Ujar Arin tak sabar.
"Arin..jadi pacarku? Sungguh aku sudah jatuh cinta ke kamu.." Santai saja Adam mengungkapkan perasaannya pada Arin.
"Tapi bukannya kamu sudah punya pacar Adam? Jangan mengada-ada deh! Ini tidak lucu tau nggak?"
Dahi Adam jadi cemberut.
"Itu cuma pacar bohonganku Arin.Aku tidak pernah mencintai mereka melainkan hanya sekadar aku berhibur doang." Arin menatap tak suka pada jawaban yang baru sahaja Adam katakan itu.
"Nafsu?" Arin tergelak perlahan.Apa Adam sedang bercanda dengam kata-katanya sendiri?
"Tidak! Aku tidak pernah lakukan lagi hal-hal diluar batasanku.Selama diluar negara, palingan cuma cumbuan kok!" Pengakuan Adam itu buat Arin rasa kalau ucapan Adam itu ada benarnya atau sebaliknya.
Adam menatap Arin dalam-dalam.Ia mendekatkan wajahnya sehingga pangkal hidungnya dan Arin bersentuhan.Lalu dengan berani Adam mencium keras bibir Arin.Benar-benar Arin dibuat kelu dan mati kutu oleh Adam.
Dan anehnya ada suatu perasaan menjalar ke aliran darah Arin.
Share this novel