Series
42375
"Adam.. apa boleh aku bertanya sesuatu padamu ? Ini
tentang ibumu ?" Arin bertanya pada Adam. Dia sudah
mengumpul sebanyak mana kekuatannya untuk bertanyakan mengenai ibu Laras.
"Ya tanya apanya sayang.. Kalau buat kamu, apa pun."
Sombong Adam.
"Tante Laras sama kamu itu punya hubungan apa sebenarnya ? Ya, menurut aku sih sepertinya kalian berdua itu bukannya kandung gitu ? Seperti ayah kamu bilang, dia jatuh cinta saja sudah dua kali. Aku penasaran deh ?" Tanya Arin. Tapi Adam tak kecil sama sekali atas pertanyaan tersebut.
"Sebenarnya Ibu Laras itu cuma ibu tiriku. Selepas aku ibu kandungku melahirkan aku.. ibu meninggal dunia. Ibuku sendiri tidak sempat lihatin aku. Menurut ayahku ya begitulah ceritanya. " Pengakuan dari Adam itu buat hati Arin tersentuh.
"Jadi ertinya ibu Laras itu udah menjagamu sejak lahir ?" Adam tersenyum manis..
"Nggak juga.. kata ayah.. usia ku baru menjangkau setahun gitu.. Thank's ya sayang, kau sepertinya ingin tahu juga soal hidup masa laluku. Ini yang dikatakan ingin mengenali dengan lebih dalam lagi. " Ucap Adam.
"Adam.. sebenarnya ada yang ingin ku beritahu padamu. Tapi aku harap kau jangan terkejut.. " Dahi Adam berkerut.
"Hmm.. " Hanya itu sahutan dari Adam. Sekarang dirinya sudah siap mendengar apa pun yang bakal Arin
sampaikan.
"Laras Prasetyo.. " Mata Adam terbeliak sempurna.
"Bagaimana kau tahu nama sebenar ibuku Arin ?"
Tanya Adam.
"Nah, cuba deh kamu lihat foto ini ? Menurutmu siapa wanita yang ada dalam foto ini ?" Tanya Arin. Dan Adam meraih cepat sekeping foto dari tangan Arin.
"Jelaskan padaku sayang.. dari mana kau dapat foto ini ? Dan siapa bayi digendongnya itu ?" Kali ini Adam pula yang bertanya pada Arin penuh penasaran.
"Ibu Laras adalah ibu kandungku yang aku cari selama ini. Adam aku jadi binggung.. bagaimana aku akan jelaskan pada Papa ku.. Kalau rombongan merisik buatku nanti ternyata adalah ibuku sendiri ?" Arin menatap Adam sendu.
"Ah ! " Adam jadi ikutan binggung. Malah Adam jadi benggong.
Kini keduanya berpelukan erat. Apa yang sedang menganjal dihatinya Arin saat ini ialah bagaimana ia harus sampaikan berita gembira ini ? Disaat yang sama, Arin sudah menemukan ibu kandungnya. Tapi apakah Papanya akan kecewa habis bila mengetahui
bahawa ibunya sudah bersuami lain ?
,'"Maaf..aku tolak lamaranmu bukan kerana aku tidak mencintaimu.."
Share this novel