Series
42375
"Jangan di lihatin terus, saya malah jadi malu.Lagian ada apa menatap saya gitu sih?" Ucapnya Arin tidak selesa yang terus menerus ditatap oleh Adam.Seperti ada sesuatu yang tidak kena sahaja wajahnya.
"Begini..apa sebaiknya kamu tinggal saja di kondominiumku? Kan aku nya bukan betah tinggal disitu.Kamu mau ya, nggak perlu lagi kamu tinggal dikosan sempit kayak ini.Kasihan kamu lho?"
Kata Adam dengan nada sedikit wajah memohon.
"Benaran nggak apa-apa? Ya aku mau dong.Lagian kamu kan bukan tinggal disanakan? Tapi..Jangan macam-macam ya! Nanti kamu malah sering pulang kalau saya lagi dirumah kamu." Ucapan Arin itu buat
Adam geli hati.
"Jangan ngaco deh kamu ! Lebih baik kamu beresin barang-barang kamu.Aku akan menghantarmu ke sana nanti.Mau aku bantuin kamu kemasin barang-barang?"
Tawar Adam.
"Hu huh..Nggak perlu ! Adam kok kamu baik banget sih sama saya? Apa tiada niat lain?"
"Di tawarin juga bantuan malah disuspek.Tapi jujur deh,
aku senang bila dekat sama kamu.Apa kamu punya palet? Bisa-bisanya aku jadi senang gini.Kita teman yuk?" Mudahnya Adam mengajak Arin jadi teman. Sedangkan Adam punya satu sikap yang tidak mudah mendekat pada mana-mana wanita kecuali teman wanita atau yang memang sengaja Adam incari gadis-gadis cantik.
"Palet apa-apaan sih? Bukan kamu yang naskir sama aku? Awas saja kalau ada cewek-cewek yang datang lalu marah-marah.Saya akan buat kamu nyesal seumur hidup kalau itu terjadi.Ingat ya?" Tekan Arin.
"Ha..ha...ha...Aku naksir sama kamu? Jangan ger ya!"
Sahutnya Adam dengan tawanya.
"Okey kita lihat saja nanti..Jangan kemakan omongan sendiri ya sudah." Kata Arin.
"Boleh nanya gak?" Arin mengangguk.
"Kamu asal dari Malaysia ya? Bukan sih, Aku tau dari cv kamu.Kan aku nyari alamat kamu dari cv kamu. Ternyata kamu dari seberang.Kamu ngapain sampai ke sini? Punya tujuan lain kek apa kek?" Tanya Adam lancang.
"Jadi kamu udah tau kalau saya datang dari Malaysia?
Sebenarnya saya lagi kabur.Nggak mau dijodohin sama oma nya saya." Ucap Arin bohong.
"Hah!! Separah itu? Jauh-jauh kamu sampai kabur ke sini..yang benar aja.." Adam menggelengkan kepala.
"Jadi Pak Satya itu siapa?" Tanya Adam buat Arin tergelak kencang.
"Aduh Adam! Maaf ya saya cuma bohongin kamu hari itu.Itu rekayasa saya aja karna saya kesal banget deh sama kamu.Tau nya kamu itu cuma marah-marah doang." Adam menarik sebelah sudut bibirnya.
Mendengar pengakuan jujur dari Arin itu lagi-lagi buat Adam tambah senang.
'Benar-benar bar-bar ya cewek ni..dimana manis lagi..
Huh bisa gawat kalau gini." Batinnya Adam.
"Kalau kamu perlu bantuan bilang aja.Aku siap kok ngebantu kamu.." Kata Adam lagi terdengar seperti satu tawaran.
"Iya.." Hanya itu sahutan ringkas dari Arin.Tapi yang pasti mereka sudah mulai rapat.Cara bicara pun tidak sudah terdengar kesat dan ketus.Mungkin lepas ini mereka akan tambah dekat lagi.siapa juga yang tahu kalau dari pendekatan itu, ada perasaan lain pula?
'Eh! Wanita ini..nampak macam seperti kenal..Tapi..' Kata Arin tanpa perasan wajah itu hampir saja mirip seperti wajahnya.
Share this novel