26_Tidak punya pilihan

Drama Series 42375

"Tidak !!" Laras terlihat takut dan nampak trauma.
Sebenarnya apa yang Laras lalui selama hidupnya di Malaysia adalah sangat tragis.

"Tidak !!"
Teriaknya Laras semula.

"Adam.. what's happen my mum ? Doing something please ?" Kata Arin. Dan saat itu juga
Laras jatuh ketempat. Tentu saja keadaan jadi kacau dan kelam kabut. Nasib ada yang cepat datang membantu, melarikan Laras ke hospital.

"Tolong Ibuku Adam.. " Ucap Arin seenggukan.

"Tenang sayang, semuanya pasti baik - baik sahaja.. " Kata Adam cuba menenangkan Arin.
Adam memeluk Arin lalu membawanya pergi segera menyusul ibu Laras yang dilarikan ke hospital.

"Adam.. ibu mu sih kenapa ?" Tanya ayahnya Adam. Sorot mata ayahnya sangat ketara minta penjelasan daripada Adam atas apa yang berlaku pada Laras. Mana mungkin Laras pengsan begitu sahaja tanpa sebab.

"Adam ibu mu ngak kenapa - napa kan ?" Tanya ayahnya Adam tak puas hati. Adam menghela nafas seketika. Berat rasa hati ingin mengatakan hal sebenarnya. Haruskah ia berterus - terang tentang apa yang telah terjadi ?

Adam menarik nafas panjang. Sungguh tak terduga hal ini terjadi secepat ini sedang ia berusaha untuk sembunyikannya dari pengetahuan ayahnya.

"Ayah.. Kita ngomong ini nanti saja, nggak di hospital ini kan yah.. "

"Aku nggak ngerti kok sama kamu Adam, apa sih yang sedang kau sembunyikan ?" Kali ini sorot mata ayahnya silih berganti menatap Adam Dan juga Arin.

"Arin.. bilang sama om, apa sih yang buat ibunya Adam sampai pengsan ? Om penasaran banget pada kalian berdua.. jelasin saat ibu Laras udah sadar, kalian dengar ya !" Ucapnya ayah Adam.

Namun anak mata Arin tak kedipnya memandang ke arah Adam. Sulit untuk dijelaskkan. Jari jemarinya meramas - ramas hujung Blouse.

"Kok kalian sih malah bengong ? Arin jelasin pada om.. ' Ucap ayah Adam sekali lagi.

"Om.. Kita ngomong nanti aja diluar.. Adam terus - terang itu lebih baik. Ngak usah di sembunyiin lagi.. "

"Arin.. apakah segampang itu ? Ayah ngak kan restui hubungan kita jika tahu hal sebenarnya.. "
Kening sang ayah berkerut. Ya pasti saja rasa curiga datang menyapa.

"Adam... katakan saja.. jangan digantungin kayak gini. " Nada suara ayahnya Adam terdengar seperti tak kesabaran.

"Ayah.. Arin sebenarnya adalah anak kandung ibu Laras, dan ibu dapat tahu ini lalu pengsan ditempat.. " Jelasnya Adam.

"What Adam !!" Teriaknya sang ayah kerana terperanjat besar. Arin dan Adam cuma terpaku diam membisu. Entah apa pula yang akan terjadi selepas ini...

"Ayah ngak masalah kok, jika kalian memang saling cinta.. tapi apakah ayahnya Arin sudah tahu tentang ini ?"

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience