25_Mas Fahri

Drama Series 42375

Sejak pertengkaran Arin dan Papa Fahri hari itu, Arin memantapkan dirinya untuk tinggal bersama Adam.
Hati dan perasaannya benar - benar terluka oleh sikap ayahnya sendiri. Ternyata ayahnya itu belum ikhlas menerima Adam untuk jadi menantunya.

Arin dan Adam pun tinggal semula di kondominium milik Adam. Ya, mungkin mereka akan menjalankan ijab qabul mereka tanpa adanya keluarga dari pihak perempuan. Dan bagaimana pula dengan keluarga pihak sebelah Adam ? Apakah tidak akan curiga bila pengantin pihak perempuan tidak ada seorang yang datang ? Bagaimana dengan walinya ?

"Sayang.. aku bahagia.. ternyata kau mencintaiku, sanggup meninggalkan keluargamu.. apa kau baik - baik saja ?" Tanya Adam pada Arin.

"Ya.. aku okey ! Jangan tinggalin aku ya, aku sudah nggak punya siapa - siapa selainmu.. " Arin membenamkan kepalanya pada ceruk leher Adam. Bersandar ditubuh lelaki tercintanya..

"Nggak ! Aku janji tidak akan melepaskanmu.. justeru itu aku bersyukur, kerana kau selalu ada untukku. Aku mencintaimu sayang.. lebih dari diriku sendiri.." Ucap Adam seraya melingkarkan tanggannya dipinggang sang kesayangan.

"Aku juga mencintaimu.. " Keduanya berpelukan. Saling melepas kehangatan...

"Sayang, aku kira ingin terus terang pada Ibu Laras soal pernikahan kita. Aku akan meminta restu darinya, dan apa kau sudah siap menceritakan hal sebenarnya ?"
Tanya Adam.

Arin spontan mendongak. Secalit rasa bahagia singgah dihatinya. Ya, itu adalah perkara yang wajar sepatutnya. Untuk itu, Arin sangat setuju.

"Tapi.. bagaimana dengan ayahmu ?"
Tanya Arin pada Adam.

"Sementara waktu, kita rahsiakan dulu dari ayah.
Jika ayah tahu kau itu adalah anaknya Ibu Laras, aku nggak yakin kok, ayah akan restui pernikahan kita. Sama kayak Papamu.. Aku akan ceritakan semuanya tentangmu dan apa yang berlaku saat di Malaysia.."

"Aku mendukungmu.. semoga segala urusan kita dipermudahkan.." Ujar Arin lagi.

"Amin.." Telapak tangan Adam mengadah seraya mengaminkannya.

Disebuah restoren yang jauh dari kediamannya Wirajaya, ayahnya Adam, tampak seorang wanita yang usianya menjangkau hampir 45 tahun sedang duduk berseorangan. Ya, dia sedang menunggu Adam dan Arin yang mendadak ingin bertemu.

"Assalamualaikum bu.." Ucap Adam sebaik sahaja meihat Ibu Laras yang sedang duduk disalah satu meja yang tersedia direstoren tersebut.

"Walaikumsalam... duduklah.. "
Adam dan Arin pun duduk serta - merta. Mata Arin tak teralihkan dari terus melihat wajahnya Ibu Laras. Sangat cantik walau telah pun berusia. Tak kalah juga pula pada Laras sendiri yang menatap pada Arin. Dalam hati pujian tak pernah tinggal bila melihat wajah cantiknya Arin yang natural.

"Ibu.. ada yang inginku bicarakan soal hubunganku dengan Arin.. kami akan menikah sebentar lagi bu.."
Mata Laras terbeliak sempurna. Apa telinganya tidak rosak ?

"Adam, kok nikahnya dadakan ? Melamar aja sih belum ke orang tuanya Arin.. " Tanya Laras.

"Ibu.. aku sudah melamar tiga hari yang lalu di Malaysia.. Papanya Arin nggak setuju.. jadi, aku dan Arin akan nikah disini aja bu." Ucap Adam semula.
Kerutan menempel didahinya Laras. Fikirannya sudah menerawang kemana - mana. Banyak persoalan mula mengganggu yang tidak positif.

"Adam.. kau itu menakutkan Ibu.. ada apa sebenarnya..ngomong yang jelas dong ! Bisa aja kau buat Ibu jantungan.." Laras menghela nafas.

"Ibu.. aku jujur pada Papanya Arin. Aku minta maaf bu, aku telah memperkosa Arin.. " Pengakuan dari Adam itu buat Laras terkejut setengah mati.

"Lalu.. " Ucap Laras. Untungnya emosinya dapat dikendali. Jika tidak, entah apa akan berlaku pada dirinya..

"Aku ingin meminta restu darimu bu, bukan sebagai ibu yang telah menjagaku sejak kecil, tapi sebagai ibu mertuaku.." Mata Laras membulat sempurna. Apa maksud ucapan dari Adam itu?

"Apa maksudmu Adam ?" Tanya Laras cepat.

"Ibu.. ini Arin bu, anaknya Papa Fahri. Arin Anastasya.."
Ucap Adam. Seketika tubuh Laras melemah.

"Mas Fahri.. " Hanya itu yang terucap dari mulutnya Laras.. Lidahnya jadi kelu tiba - tiba bila fikirannya dikelilingi oleh bayangan sang bayi kecil yang direbut paksa dari gendongannya oleh ibu mertuanya sendiri.

"Tidak !!" Laras terlihat takut dan nampak trauma.
Sebenarnya apa yang Laras lalui selama hidupnya di Malaysia adalah sangat tragis.

"Tidak !!"
Teriaknya Laras..

Share this novel

Han Sora
2022-10-06 18:35:34 

hebat,teruskan ya jadi penasaran gue


NovelPlus Premium

The best ads free experience