14_Terima akhirnya

Drama Series 42375

Adam menatap Arin dalam-dalam.Ia mendekatkan wajahnya sehingga pangkal hidungnya dan Arin bersentuhan.Lalu dengan berani Adam mencium keras bibir Arin.Benar-benar Arin dibuat kelu dan mati kutu oleh Adam.Dan anehnya ada suatu perasaan menjalar ke aliran darah Arin.

'Wahai hati berkerjasamalah pada situasi.." Kata dalam hati Arin.Sungguh situasi seperti sekarang buat Arin salah tingkah.

"Sorry Adam.." Arin cuba mengelak.Menjauhkan wajahnya dari Adam.

"Jangan cuba mengelak!" Adam mencengkam pergelangan tangan Arin.

"Adam saya minta maaf.Apa tidak harusnya kau fikirkan dulu semula kata-katamu barusan." Sekali lagi Arin berontak ingin dilepaskan.Namun Adam memeluk erat pinggang Arin buat dada Arin bergemuruh hebat.

"Arin..apa kau tahu kalau kau sudah buatku tak senang selama dua hari ini? Apakah ada jawaban lain jika aku selalu memikirkan tentangmu?" Arin memejamkan matanya sejenak.Ya mungkin dirinya harus menerima Adam terdahulu walau belum ada cinta dihatinya. Kerana dia punya misi dan mesti mencapai target dalam pencarian ibunya.Apa lagi kini ibunya tersebut
sedang berada dirumah besar keluarga Adam.

Ah! Arin tambah kusut.Fikirannya berkecamuk.Andai saja ada pilihan lain? Tapi..

"Jawab aku Arin? Kok kamu malah binggung?" Adam
melonggarkan sedikit pelukannya.Menatap dalam-dalam pada wanita yang berhasil mencuri hatinya.

"Jika saya bilang nggak? Kau mau ngapain?"
Adam menyeringai.

"Aku akan mengejarmu sampai ke lubang cacing.Dan akan mendapatkanmu walau apa jua cara..So menurut
mu bagaimana Arin?" Arin membalas tatapan dari Adam itu.Lagi-lagi jantungnya tidak bersahabat.

"Jika saya bilang ya..apa yang akan kau lakukan seterusnya?" Tanya Arin pada Adam.

"Aku akan melamarmu?Jadikan kau halal bagiku..aku takut nanti khilaf.Aku nggak yakin bila terus dekat-dekat denganmu.." Adam mengernyitkan sebelah
matanya.

"Tapi bolehkah berjanji suatu hal? Sebelum melamarku
harus ketemu dulu sama ibu..saya nggak akan bakal terima lamaranmu jika ibu belum saya tahu dimana keberadaannya." Adam tentu terima pensyaratan dari
Arin itu.

"Okey! Aku janji.Kita akan sama-sama cari tahu dimana
ibumu.Tapi izinkan dulu saya.." Arin menaikkan alisnya. Tidak tahu apa yang dikatakan oleh Adam.

Cup! Adam mencium bibir Arin sekilas.Dan hal itu buat
mata Arin terbeliak.Berani sungguh Adam mencuri ciuman pertama Arin.

"Adam! Kau!" Adam tersenyum kecil melihat tingkah Arin.

"Apa aku pria pertama yang telah menciummu Arin?"
Arin rasakan saat ini wajahnya sudah memerah bagai
udang rebus.Arin benar-benar dibuat malu oleh Adam.

Adam memandang Arin tanpa kedip.Seperti tahu dari reaksi wajah Arin, Adam sangat yakin kalau itu ciuman pertama dari wanita itu.

"Okey! Sekarang kita pacaran ya! Saya terimamu jadi
pria teristimewa.." Bagai ribuan kupu-kupu yang terbang dari sudut hatinya Adam, seakan sedang ingin
memberitahu pada dunia bahawa kini Arin sudah pun jadi kekasihnya.

"Thank you sayang.Akan ku buatmu jadi wanita satu-satunya yang bahagia didunia.." Ucap Adam dengan senyum tak lekang dibibirnya.

Menjadi pasangan Adam tidak semudah yang Arin fikirkan.Adam sudah mulai mengekang pergerakan Arin.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience